
WASHINGTON DC, Bengkalispos.com Dua anggota Garda Nasional Amerika Serikat mengalami luka serius dalam insiden penembakan yang terjadi di dekat Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (26/11/2025) sore waktu setempat.
Peristiwa tersebut mendorong otoritas setempat untuk mengunci (lockdown) sejumlah gedung pemerintahan, termasuk Gedung Putih, sehari menjelang perayaan Thanksgiving.
“Gedung Putih mengetahui dan secara aktif memantau situasi tragis ini. Presiden telah diberi pengarahan,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam pernyataannya, dikutip dari USA Today.
Presiden Donald Trump saat insiden terjadi diketahui tidak berada di Washington. Ia sedang berlibur di resor pribadinya, Mar-a-Lago, di Palm Beach, Florida.
Menurut Kepolisian Metropolitan DC, satu orang tersangka telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan. Belum ada keterangan resmi mengenai motif penembakan tersebut.
Selain Gedung Putih, sejumlah fasilitas lain seperti kantor utama Departemen Keuangan dan Gedung Bank Freedman juga diperintahkan untuk ditutup sementara.
Belum diketahui apakah gedung-gedung pemerintah lain atau tempat usaha di sekitar lokasi turut terdampak.
Dikerahkan untuk program anti-kejahatan
Direktur FBI, Kash Patel, menyebut kedua tentara yang tertembak merupakan bagian dari pengerahan militer dalam program nasional anti-kejahatan yang digagas Presiden Trump.
“Keduanya dalam kondisi kritis,” ujar Patel, menambahkan bahwa pengerahan militer tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menekan angka kejahatan jalanan di berbagai kota besar.
Seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi melaporkan terdengar beberapa kali letusan senjata api, disusul dengan kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri.
Angela Perry (42), seorang pengemudi yang tengah melintas bersama kedua anaknya, menceritakan situasi menegangkan tersebut.
“Kami sedang menunggu di lampu lalu lintas, lalu terdengar beberapa tembakan,” tuturnya.
“Anda bisa melihat tentara Garda Nasional berlari menuju stasiun metro dengan senjata di tangan,” imbuhnya.
Petugas keamanan segera menutup akses menuju area sekitar Stasiun Metro Farragut West, hanya dua blok dari Gedung Putih. Helikopter terlihat berputar-putar di atas pusat kota, sementara garis polisi dipasang ketat di sekitar lokasi.
Reporter AFP juga menyaksikan tim medis darurat membawa korban yang mengenakan seragam kamuflase keluar dari stasiun metro dengan tandu, sebelum dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.