
SEDIKITNYA 44 orang, termasuk seorang petugas pemadam, tewas dan 279 lainnya masih hilang setelah kebakaran besar melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Hong Kong pada Rabu. Kebakaran ini menjadi yang terburuk melanda Hong Kong dalam beberapa dekade.
Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee Ka-chiu mengatakan seperti dilansir Anadolu jumlah korban tewas mencapai 44 orang, 40 diantaranya tewas di lokasi. Sementara 62 orang terluka, 29 diantaranya kemudian dirawat di rumah sakit dan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis.
Lee menyebut tujuh blok apartemen terdampak kebakaran, dengan tiga blok tampak gelap dari luar dan empat lainnya menunjukkan kerusakan berbeda akibat api.
Lee menggambarkan insiden tersebut sebagai “bencana besar” dan menyatakan bahwa kobaran api mulai terkendali pada pukul 01.20 Kamis waktu setempat 27 November 2025 setelah upaya pemadaman sepanjang malam.
Lebih dari 140 mobil pemadam serta lebih dari 800 petugas pemadam dan paramedis dikerahkan, termasuk penggunaan drone untuk memantau area dan memandu penyemprotan air di titik terpanas.
Para pejabat seperti dilansir Politico mengatakan kebakaran bermula dari perancah eksternal salah satu gedung, menara 32 lantai, dan kemudian menyebar ke dalam gedung dan kemudian ke gedung-gedung di dekatnya, yang kemungkinan diperparah oleh kondisi berangin.
Presiden Cina Xi Jinping menyampaikan belasungkawa dan meminta upaya maksimal dilakukan untuk memadamkan api serta meminimalkan korban jiwa dan kerugian material, kata kantor berita CTV.
Biro Pendidikan Hong Kong membatalkan kegiatan belajar di enam sekolah pada Kamis karena area sekitar lokasi kebakaran mengalami penutupan jalan dan kemacetan lalu lintas yang cukup parah.
Api dilaporkan menyebar cepat melalui perancah bambu yang melingkupi menara apartemen, sehingga menjalar ke delapan blok dalam kompleks perumahan yang berada di kawasan Tai Po.
Delapan blok Wang Fuk Court itu menampung lebih dari 1.900 unit apartemen, yang membuat jumlah penghuni terdampak sangat besar dan menyulitkan tim evakuasi dalam memetakan lokasi para korban.
Polisi menerima laporan awal mengenai kebakaran pada pukul 14.00 waktu setempat, sebelum departemen pemadam menaikkan level siaga ke tingkat No. 4 pada pukul 15.34 untuk mempercepat respons darurat.
Status siaga kemudian dinaikkan ke tingkat tertinggi pada pukul 18.22 karena api terus menyebar dan dikhawatirkan membahayakan penghuni yang masih berada di dalam bangunan.
Polisi mengatakan sejumlah orang masih terjebak di gedung tempat api pertama kali muncul, sementara tim pemadam dan penyelamat terus berupaya mencari ratusan orang yang belum ditemukan.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.