Ringkasan Berita:
- Pemkab Mateng melalui DKP menyerahkan bantuan 30 ribu ekor bibit ikan nila dan sejumlah pakan kepada Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Batuparigi di Dusun Saluandeang, Desa Batuparigi
- Penyerahan dilakukan langsung oleh Sekretaris DKP Mateng, I Made Kardiana, dan disaksikan oleh Anggota DPRD Komisi II, Bandia.
- Pemilihan Saluandeang didasarkan karena lokasi tersebut merupakan daerah transmigrasi yang jauh dari pesisir, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh ikan segar.
-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), melakukan penyerahan bantuan berupa bibit dan pakan ikan kepada kelompok budidaya ikan (Pokdakan) di Dusun Saluandeang, Desa Batuparigi, Kecamatan Tobadak.
Bantuan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah mengembangkan potensi budidaya ikan air tawar.
Sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Bantuan tersebut secara resmi diserahkan kepada Pokdakan Batuparigi di Kantor DKP Mateng, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Mateng.
Penyerahan bantuan ini diserahkan langsung langsung Sekretaris DKP Mamuju Tengah, I Made Kardiana disaksikan Anggota DPRD Mateng Komisi 2, Bandia.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan ke Pokdakan Batuparigi,” ucap Made Kardiana kepada -Sulbar.com, Kamis (27/11/2025)
Pemilihan Dusun Saluandeang sebagai penerima bantuan didasarkan pada beberapa pertimbangan.
Lokasi ini merupakan daerah transmigrasi yang memiliki potensi untuk pengembangan budidaya ikan air tawar.
Selain itu, wilayah ini terletak jauh dari pesisir, sehingga masyarakat setempat mengalami kesulitan dalam memperoleh ikan segar.
“Olehnya itu, Pemerintah mendukung dengan berbudidaya ikan air tawar untuk mengurangi beban masyarakat. Setidaknya membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat kita yang ada di Saluandeang,” jelas Kardiana.
Keberadaan Pokdakan Batuparigi telah berdiri sekitar dua tahun dan telah memiliki kolam budidaya menjadi faktor pendukung membuat bantuan ini tepat sasaran.
Pemerintah tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga intervensi berupa pakan untuk menunjang keberlangsungan budidaya.
“Mereka juga sudah memiliki kolam. Sehingga kami dari dinas intervensi bibit dengan pakan,” tambahnya.
Adapun total bantuan yang disalurkan dalam program ini adalah sebanyak 30.000 (tiga puluh ribu) ekor bibit ikan nila, disertai dengan sejumlah pakan ikan.
Diharapkan, bantuan ini dapat mengoptimalkan fungsi kelompok budidaya dan memberikan nilai ekonomi serta memenuhi kebutuhan gizi protein bagi masyarakat setempat.
Bandia, Komisi II DPRD Mateng, menyatakan, program seperti ini sangat strategis.
"Kami dari DPRD mendukung penuh program-program pemberdayaan seperti ini," ucapnya.
"Bantuan yang tidak hanya berupa bibit, tetapi juga pakan, sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan usaha budidaya ini," tambahnya.
Menurutnya, ini merupakan langkah nyata menggerakkan ekonomi kerakyatan dan mengatasi kesulitan mendapatkan protein hewani di daerah pedalaman seperti Saluandeang. (*)
Laporan Wartawan -Sulbar.com, Sandi Anugrah