
Bengkalispos.comDalam ajaran Primbon Jawa, perjalanan rezeki seseorang sering digambarkan seperti alur air: kadang lambat, kadang melimpah, namun selalu bergerak mengikuti takdir dan usaha.
Ada beberapa weton yang digambarkan memiliki "jalan berliku"—sering terpincang di awal hidup, diuji dengan kesulitan finansial, bahkan terjebak dalam lingkaran kemiskinan.
Namun ketika tekad dan keberanian untuk berubah muncul, nasib mereka justru dapat berbalik drastis.
Dilaporkan dari Youtube Ngaos Jawa pada hari Kamis (27/11), lima weton berikut ini disebut dalam Primbon Jawa sebagai sosok yang akhirnya mampu keluar dari garis kemiskinan, karena kerja kerasnya suatu hari terbayar kontan.
Mereka bukan tipe yang langsung sukses sejak muda, tetapi justru ditakdirkan menjadi contoh bahwa ketekunan bisa mengubah garis hidup.
1. Senin Kliwon – "Pengubah Nasib"
Weton ini dikenal memiliki energi yang waspada dan kreatif, tetapi masa mudanya sering dihantui oleh ketidakstabilan ekonomi.
Banyak orang yang lahir pada hari Senin Kliwon mengalami masa hidup yang sulit selama bertahun-tahun, tersesat, atau sering dirugikan orang.
Namun Primbon menyebut bahwa Senin Kliwon memiliki satu anugerah: keberanian meninggalkan pola lama.
Ketika mereka mulai fokus dengan mantap, stabil, dan berhenti mengulang kesalahan finansial masa lalu, rezekinya mulai terbuka lebar.
Pada usia matang, mereka sering muncul sebagai:
pemilik usaha yang akhirnya stabil,
pekerja kreatif yang tiba-tiba ramai order,
atau investor kecil yang akhirnya sukses.
Puncak rezeki mereka datang cepat, seperti “hujan deras setelah kemarau panjang”.
2. Rabu Legi – "Rapi, Lalu Berlipat"
Rabu Legi dikenal sebagai weton disiplin namun sering kurang beruntung dalam hal rezeki masa muda.
Mereka sering bekerja keras tetapi hasilnya tidak terlihat. Seperti hidup melambatkan langkah mereka.
Namun Primbon Jawa menegaskan bahwa Rabu Legi memiliki bakat rezeki yang bertahap dan berlipat.
Sekali menemukan jalur yang tepat—biasanya dari pekerjaan yang konsisten—hasilnya akan mengejutkan.
Mereka menjadi jutawan bukan karena keberuntungan instan, tetapi hasil akumulasi:
tabungan yang terus meningkat,
kesempatan yang tiba-tiba datang karena reputasi yang baik,
atau usaha sampingan yang berkembang menjadi besar.
Rabu Legi adalah bukti nyata bahwa ketekunan bisa menghasilkan lonjakan besar.
3. Jumat Pon – "Diuji Berat, Dibayar Mahal"
Weton Jumat Pon sering disebut dalam Primbon sebagai weton yang ditandai dengan ujian hidup yang kuat, terutama dalam urusan ekonomi.
Tidak jarang mereka jatuh bangun di awal kehidupan, bekerja keras tanpa terlihat arah.
Tapi ketika mereka menemukan momentum—biasanya setelah usia 30—nasib mereka berubah secara drastis.
Berkah Jumat Pon datang dari kemampuan bertahan ketika orang lain menyerah.
Saat hasil kerja kerasnya dipanen:
proyek besar tiba-tiba datang,
bisnis kecil berubah menjadi sumber rezeki yang tak terduga,
atau mereka mendapatkan posisi tinggi setelah lama berkembang.
Primbon menyebut fase sukses Jumat Pon sebagai "bayaran kontan dari langit" karena besarnya melejit yang tidak terduga.
4. Selasa Wage – "Pria Tangguh Berhati Besar"
Orang dengan weton ini memiliki karakter yang tidak mudah patah.
Namun masa mudanya sering dilalui dalam keterbatasan dan tanggung jawab berat, bahkan cenderung menjadi tulang punggung keluarga sejak dini.
Primbon menyebut Selasa Wage sebagai weton yang tidak akan dibiarkan miskin selamanya.
Alam semesta seperti memberi jalan yang lambat, tetapi pasti menuju stabilitas.
Kunci keberuntungan mereka:
bekerja sambil belajar keterampilan baru,
jiwa sosial yang menarik bantuan orang berpengaruh,
keberanian memulai usaha kecil.
Puncak keberuntungan mereka datang ketika mental sudah matang: rezeki pun mengalir deras, stabil, dan tidak mudah hilang.
5. Sabtu Pahing – "Rezeki Besar Datang Setelah Terjaga"
Weton Sabtu Pahing memiliki wibawa yang kuat, tetapi sering terjebak dalam kemalasan atau sikap menunda.
Inilah yang membuat mereka sering kesulitan keluar dari kondisi pas-pasan lama.
Namun Primbon menjelaskan, ketika Sabtu Pahing tersadar—biasanya dipicu oleh kegagalan atau tanggung jawab besar—energi rezekinya berubah sangat cepat.
Sekonsentrasi itu, mereka bisa:
membuka bisnis secara besar-besaran,
mendapatkan peluang keuangan yang tidak masuk akal,
atau menjadi manajer/pemimpin yang gajinya berlipat.
Weton ini memang lambat dalam memulai, tapi sekali melaju, mereka bisa menjadi jutawan yang dihormati.
Kesimpulan: Garis Kemiskinan Bukan Titik Akhir
Kelima weton ini mengajarkan satu hal penting: takdir hanya membentangkan jalan, tetapi kaki kita yang menentukan langkah.
Primbon Jawa menggambarkan bahwa beberapa weton memang "tidak dimudahkan" pada awalnya.
Namun justru karena badai itulah mereka akhirnya naik kelas, menjadi pribadi yang tangguh dan siap menerima rezeki besar.