/data/photo/2023/11/22/655decd5c0f75.jpg)
-TIMUR.COM -Kondisi terkini Provinsi Sumatera Utara yang dilanda banjir dan tanah longsor diungkap oleh Polda Sumut.
Berdasarkan informasi dari Polda Sumut, sebanyak 34 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsoran tanah.
Ada 52 orang yang hilang.
Sembilan belas orang mengalami cedera parah dan tujuh puluh tujuh orang mengalami luka ringan.
Tiga puluh empat orang meninggal, tujuh puluh tujuh orang mengalami luka ringan, dan sebelas orang mengalami luka berat. Selanjutnya, dalam proses pencarian terhadap lima puluh dua orang," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan kepada , Kamis (27/11/2025).
Sebanyak 1.168 orang mengungsi ke tenda darurat serta berbagai lokasi lainnya.
Data ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten dan Kota terdampak bencana terhitung sejak 24 November dan 26 November 2025.
Namun, belum termasuk dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
"1.168 orang pengungsi," katanya.
Sampai saat ini, polisi dan tim gabungan terus berjuang di lokasi, mulai dari penyelamatan korban, pembersihan material, dan sebagainya.
"Kami terus melanjutkan pencarian bersama BPBD atau pihak terkait terhadap korban yang belum ditemukan. Melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyediakan tempat pengungsian bagi warga yang terkena dampak bencana alam," ujarnya.
Jalinsum Lumpuh Total
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh sudah lumpuh total hingga Kamis (27/11/2025) pagi.
Ketinggian air yang merendam rumah masyarakat di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mencapai satu meter.
Diketahui, Kecamatan Besitang salahsatu wilayah yang paling parah terendam banjir. Tak hanya rumah warga, bahkan Masjid Raya Besitang pun ikut terendam.
Bahkan akibat banjir, Camat Besitang, Restra Yudha menjelaskan, akses komunikasi sangat terbatas. Tak hanya itu sinyal hanya tersedia di sekitar simpang Kecamatan Pangkalan Susu.
"Ada tiga desa dan satu kelurahan yang terdampak banjir. Desa Sekoci, Desa Bukit Kabu, Desa Kampung Lama, dan Kelurahan Pekan Besitang," ujar Restra, Rabu (26/11/2025) malam.
Teruskan Restra, ketinggian air melebihi satu meter di beberapa lokasi.
"Perkiraan jumlah penduduk yang terkena dampak secara keseluruhan sekitar 2000 orang," ujar Restra.
Restra menjelaskan bahwa banjir tidak hanya menggenangi rumah warga. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh juga mengalami gangguan total akibat terendam air.
"Sementara jalur menuju Aceh tidak dapat dilalui oleh masyarakat. Akses masuk ke Besitang terputus di Kelurahan Kampung Lama," kata Restra.
Demikian pula, Kecamatan Besitang telah membuka posko penanganan banjir sebagai pusat pengoordinasian, pencatatan, dan pendistribusian bantuan.
Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan beberapa daerah mulai tergenang air.
Data yang dikumpulkan para jurnalis, termasuk wilayah Kecamatan Tanjung Pura, Gebang, Babalan, Brandan Barat, Pangkalan Susu, dan Besitang, pada Rabu (26/11/2025) mulai tergenang air banjir.
Kecamatan Besitang dan Brandan Barat kini menjadi daerah yang paling terdampak banjir.
Sementara itu, banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Tualang.
Bahkan dampak dari banjir tersebut, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh juga tergenang.
Namun hingga saat ini, belum terdapat data resmi dari Pemerintah Kabupaten Langkat melalui BPBD mengenai jumlah total rumah warga yang terendam banjir.
Artikel ini telah tayang di -Medan.com dengan judul Korban Jiwa Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumut Bertambah Menjadi 34 Orang, 52 Hilang
dan kondisi jalan lintas sumatera Medan-Aceh lumpuh total akibat banjir, ribuan warga Besitang mulai kehilangan sinyal
Artikel ini telah diterbitkan di news.com