
PIKIRAN RAKYAT - Obat merupakan salah satu unsur penting dalam upaya peningkatan drajat kesehatan masyarakat yang bermanfaat untuk mendiagnosis, terapi pencegahan, dan pemeliharaan kesehatan. Penggunaan obat yang rasional merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi.
Penggunaan obat yang rasional dapat mendorong kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan efesiensi pembiayaan kesehatan. Untuk itu kebijakan dan pedoman dalam pemberian pelayanan kesehatan diarahkan untuk memenuhi kaidah penggunaan obat yang rasional, dimana obat digunakan sesuai kebutuhan klinis pasien, dalam dosis yang sesuai kebutuhan individual, selama priode waktu yang cukup, dan dengan biaya terendah bagi pasien dan masyarakat.
Krim hidrokortison adalah salah satu jenis obat topikal yang sering ditemukan di toko obat dan biasa digunakan untuk mengangani berbagai masalah kulit. Namun, pengetahuan yang baik tentang fungsi, pedoman penggunaan, dan efek yang mungkin muncul sangat penting untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Obat ini termasuk dalam katagori kortikosteroid ringan yang memiliki peran penting dalam menangani masalah kulit akibat peradangan. Berikut adalah 5 point mengenai krim hidrokortison yang perlu diketahui.
1. Fungsi utama Hidrokortison
Mengurangi peradangan dan rasa gatal krim hidrokortison berfungsi dengan mengurangi senyawa kimia dalam tubuh yang memicu peradangan, kemerahan, dan pembengkakan.
Dokter sering merekomendasikannya untuk membantu meredakan gejala ringgan hingga menengah pada berbagai masalah kulit, seperti eksim, ruam popok, dermatitis seboroik, gigitan serangga, dan psoriasis ringan. Efek anti-inflamasinya sangat membantu dalam menenangkan kulit yang mengalami iritasi.
2. Pedoman penggunaan yang benar dan aman
Pemakaian krim hidrokortison harus sesuai dengan intruksi yang tertera pada kemasan atau mengikuti saran dokter. Umumnya, krim ini dioleskan tipis dan diusap perlahan pada bagian kulit yang bermasalah. Biasanya, penggunaannya dilakukan satu hingga empat kali dalam sehari.
Sangat penting untuk mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan krim, kecuali tanggan area yang dirawat. Hindari penerapan pada kulit yang terluka, terinfeksi, atau diarea sekitar mata. Jangan menutup area yang diolesi dengan perban ketat tanpa arahan dokter.
3. Perhatikan efek samping yang mungkin terjadi
Meskipun biasanya aman jika digunakan dengan tepat, krim hidrokortison dapat menyebabkan efek samping. Efek lokal yang mungkin timbul meliputi sensasi terbakkar, gatal, iritasi, atau kekeringan pada area yang dirawat.
Penggunaan jangka panjang, terutama diarea sensitif seperti wajah dan lipatan kulit, menyebabkan stretch mark, dan memunculkan pembuluh darah kecil. Jika terjadi iritasi yang serius atau gejala reaksi alergi seperti pembengkakan yang berat, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan tenaga medis.
4. Peringatan dan interaksi dengan kondisi tertentu
Krim ini tidak diperuntukan bagi setiap orang. Wanita hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.
Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap kortikosteroid atau bahan lain dalam krim ini juga harus menghindarinya. Penggunaan pada anak-anak harus dilakukan dengan pengawasan ketat, karna kulit mereka lebih rentan terhadap efek samping steroid.
5. Mengetahui kapan harus berhenti dan mengunjungi dokter
Krim hidrokortison umumnya digunakan untuk jangka pendek (biasanya tidak lebih dari dua minggu). Jika kondisi kulit tidak menunjukan perbaikan setelah digunakan selama tujuh hari, atau malah semakin memburuk, penggunaan disarankan untuk segera menghentikan pemakaian dan pergi ke tenaga medis. Ini penting untuk mendapatkan diagnosa yang lebih tepat.
Dengan pemahaman dari ke lima point diatas, diharapkan anda dapat mengunakan krim hidrokortison dengan lebih bijak, sehingga dapat merasakan manfaatnya secara maksimal dengan mengurangi resiko yang tidak diinginkan.***(Muhammad Panji Abdurrahman)