Kunci Fajar/Fikri Lolos Ke Final Tour Dunia Hanya dari 8 Turnamen, Keunggulan Raymond/Joaquin Diulas Setelah Tetap Jadi 'Manusia Perak' -->

Kunci Fajar/Fikri Lolos Ke Final Tour Dunia Hanya dari 8 Turnamen, Keunggulan Raymond/Joaquin Diulas Setelah Tetap Jadi 'Manusia Perak'

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025

Bengkalispos.com Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, lolos BWF World Tour Finals 2025 dalam waktu empat bulan sejak ditandemkan pada Juli kemarin saat mengikuti Japan Open 2025.

Tanpa diduga, Fajar/Fikri melaju dengan cepat setelah mencapai perempat final Japan Open 2025 (Super 750), juara China Open 2025 (Super 1000), dan empat kali runner-up pada Korea Open, Denmark Open, French Open, dan Australian Open 2025.

"Pertama, bersyukur Alhamdulillah bisa masuk ke World Tour Finals. Ini juga tidak terduga karena hanya mengikuti 8 pertandingan akhirnya bisa masuk dan hasilnya cukup baik, jadi senang," kata Fikri saat diwawancarai Bengkalispos.com di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Namun, Fajar/Fikri belum memecahkan telur lagi menjadi juara setelah China Open 2025.

Baru-baru ini, mereka dikalahkan oleh junior sendiri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, 20-22, 21-10, 18-21.

"Hasilnya di luar ekspektasi dan memang tidak buruk juga. Jadi Alhamdulillah karena dengan persiapan dan target yang besar juga ingin tembus World Tour Finals cukup ada beban," kata Fikri.

Tetapi, akhirnya kami bisa melewati satu per satu dan lawan yang dihadapi dari babak pertama hingga final tidak mudah.

Mungkin di final bukan rezeki saya dan A' Fajar, dan kami juga sangat bangga bahwa kami bisa menjadi juara junior dari Indonesia juga.

Meski sudah lolos, perjuangan yang akan dihadapi putra peringkat ke-11 dunia itu juga tidak mudah.

"Yang pasti, persaingan di World Tour Finals adalah 8 pasangan terbaik. Jadi, memang sangat tidak mudah. Kami harus lebih siap lagi dari segi fokus, mental, dan fisik harus ditingkatkan lagi. Itu tidak mudah dan kami akan terus berusaha," kata Fikri.

Meningkat cukup cepat, Fajar/Fikri mengakui ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

"Jika tidak ada persiapan khusus, maksudnya seperti persiapan biasa. Yang jelas persiapan saya dan A'Fajar agak berbeda karena saya lebih muda dan usia A'Fajar tidak seumur saya," kata pemain berusia 26 tahun itu.

"Saya fokus pada diri saya untuk lebih meningkatkan smembunuh, mental, dan fisik di dalam lapangan. Hasilnya belakangan ini runner-up terus ya pada final bahkan ada yang semifinal dan perempat final.

Mengecewakan, tetapi saya selalu bersyukur karena hasil yang cukup baik untuk saya setelah tidak lama berpasangan dengan A'Fajar.

Kami hampir masuk ke dalam 10 besar. Itu membuat saya sangat senang, dan pastinya saya tidak akan cepat puas serta akan memperbaiki kesalahan saya.

Fikri mengungkapkan kunci bisa meroket dengan cepat karena sudah memiliki kedekatan dengan Fajar sejak lama.

"Kunci bisa meningkat dari segi komunikasi, saya dan A' Fajar sangat baik karena sejak kecil sudah dibimbing oleh dia. Sudah diajarkan dan diberi tahu segala sesuatu jadi kasarnya maudikatakan"Apapun yang saya terima karena kami sudah saling memahami dan mengenal," kata Fikri.

"Kami juga seringmengobrolSaya sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing pemain. Kekurangan diperbaiki dan kelebihan ditingkatkan. Kami harus tahu bagaimana rasanya berpasangan dengan pasangan seperti apa.

Di luar pelatnas bersama A' Fajar cukup sering berjalan bersama dan sering keluar. Sering berkumpul di rumahnya. Misalnya makan jika sedang libur karena dari klub di Bandung saya sering bermain bersama.

Fajar/Fikri juga telah menerima arahan dari pelatih ganda pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho untuk keluar dari status sebagai manusia "perak"

Pastinya setiap pertandingan bukan hanya sekadar latihan. Dari babak pertama kami selalu berdiskusi. Kekurangan kamu tadi seperti ini dan kelebihan kamu seperti ini. Kemarin juga sudah banyak evaluasi mengapa setiap final selalu kalah.

Mengenai performa Raymond/Joaquin, pemain yang lahir di Bandung, Jawa Barat tersebut menjelaskan keunggulan pasangan peringkat 24 dunia itu.

"Kelebihan mereka adalah pemain muda, fisiknya lebih segar, tenaganya lebih kuat, dan mereka bermain lebih cepat di lapangannya, itu kelebihan mereka," kata Fikri.

Tetapi, saya ingin mereka hanya lebih fokus karena ini baru awal perjalanan. Jangan terlalu cepat puas, masih banyak rintangan di depan.

Mereka harus bisa mengatasi itu, hanya saja mereka adalah mitra yang sangat baik.

Menjelang Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari mendatang, Fikri akan berpasangan pertama kali di Istora Senayan, Jakarta dengan Fajar.

"Masters Indonesia tahun depan memiliki konsep baru juga. Pasti akan lebih menarik, lebih ramai. Yang pasti, saya ingin menampilkan yang terbaik. Semoga bisa menampilkan hasil terbaik untuk masyarakat Indonesia," kata Fikri.

"Beban pasti selalu ada, tinggal bagaimana cara kita mengatasinya, dan memang pertama kali berpasangan dengan A," kata Fajar sebagai tuan rumah.

"Memang sangatbersemangatSaya juga sudah tidak sabar. Namun, jangan terlalu terburu-buru. Tetap harus bisa menjaga fokusnya semoga bisa mendapatkan yang terbaik.

Target? Pasti ingin juara, tetapi seperti biasanya tidak mudah. Dari Super 500-1000 sama, lawannya itu-itu saja. Pemain terbaik turun.

TerPopuler