Mengenal Bobibos, BBM Baru dari Jerami Buatan Indonesia: Benarkah Emisinya Hampir Nol? -->

Mengenal Bobibos, BBM Baru dari Jerami Buatan Indonesia: Benarkah Emisinya Hampir Nol?

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025
Mengenal Bobibos, BBM Baru dari Jerami Buatan Indonesia: Benarkah Emisinya Hampir Nol? PIKIRAN RAKYAT BMR – Kehadiran Bobibos, bahan bakar minyak (BBM nabati) hasil inovasi anak bangsa, tengah menjadi pembicaraan hangat.

Bukan hanya karena terbuat dari jerami, tetapi juga karena klaimnya yang menyebut emisi pembakaran mendekati nol—sebuah klaim yang memicu rasa penasaran publik dan industri energi.

Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos, diluncurkan pada 2 November 2025 di Bumi Sultan Jonggol, Bogor. Produk ini dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin, yang meneliti formula biofuel Indonesia tersebut selama hampir dua dekade.

Menurut Ikhlas, Bobibos dirancang sebagai alternatif BBM non-fosil yang lebih bersih dan lebih murah untuk masyarakat.

“Ide awalnya adalah menghadirkan energi baru terbarukan non-fosil yang emisinya rendah, harganya ekonomis, tetapi kualitas pembakarannya tinggi,” ujar Ikhlas dalam unggahan di akun resmi Bobibos.

Terbuat dari Jerami: Potensi 3000 Liter per Hektare

Salah satu hal yang membuat Bobibos menarik perhatian adalah bahan bakunya. Tidak menggunakan sawit atau tanaman khusus, Bobibos justru dibuat dari jerami, limbah pertanian yang jumlahnya melimpah di Indonesia.

Ikhlas menyebut bahwa 1 hektare jerami dapat menghasilkan sekitar 3000 liter Bobibos, baik untuk mesin bensin maupun diesel.

Angka ini dianggap signifikan karena membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian secara besar-besaran.

Bobibos hadir dalam dua varian yakni Bobibos Putih untuk mesin bensin dan Bobibos Merah untuk mesin diesel.

Emisi Mendekati Nol — Klaim yang Mengundang Pertanyaan

Klaim terbesar Bobibos adalah emisi hampir nol. Dari total lebih dari seratus uji pembakaran, Ikhlas menyebut hasilnya menunjukkan residu karbon yang sangat minim dibandingkan pembakaran BBM fosil.

Selain soal emisi, Bobibos juga diklaim memiliki RON (Research Octane Number) mendekati 98, setara dengan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo. Artinya, pembakaran lebih sempurna dan mesin bekerja lebih efisien.

Beberapa pengujian internal bahkan melaporkan bahwa kendaraan yang menggunakan Bobibos dapat menempuh jarak lebih jauh dibanding solar pada jumlah konsumsi yang sama.

Harga Lebih Murah dari BBM Premium

Dari sisi ekonomi, Bobibos digadang-gadang memiliki harga hanya sepertiga dari BBM RON 98.

Harga murah ini menjadi alasan tambahan mengapa masyarakat antusias menunggu produk ini dirilis ke pasaran.

Belum Dijual, Masih Tunggu Izin ESDM

Meski ramai dibahas, Bobibos belum beredar di SPBU. Pengembang menegaskan bahwa mereka masih menempuh proses sertifikasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami sedang proses sertifikasi dan menyiapkan pabrik percontohan. Nantinya kami harap Bobibos bisa hadir di seluruh provinsi,” ujar Ikhlas.

Bobibos telah melalui serangkaian uji di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan kini menunggu izin produksi massal.

Perusahaan transportasi PT Primajasa Perdanaraya Utama juga disebut siap menjadi pengguna pertama Bobibos untuk armada bus.***

TerPopuler