Misteri Tumbler Anita yang Hilang Ancam Pecat Petugas KAI -->

Misteri Tumbler Anita yang Hilang Ancam Pecat Petugas KAI

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025
Misteri Tumbler Anita yang Hilang Ancam Pecat Petugas KAI
Ringkasan Berita:
  • Argi, petugas frontliner PT KAI Commuter hampir dipecat karena Anita, penumpang yang kehilangan tasnya.
  • Argi mengakui tidak memeriksa isi tas secara rinci saat penyerahan barang temuan dari satpam Walka.
  • KAI menyatakan bahwa semua barang milik penumpang bukan menjadi tanggung jawab perusahaan,

BENGKALISPOS.COM  -Kontroversi menghilangnya sebuah gelas minum merek Tuku milik penumpang KRL, Anita Dewi, yang menjadi perbincangan di media sosial, memicu reaksi masyarakat.

Meskipun hingga saat ini keberadaan pasti dari botol minum tersebut belum diketahui secara jelas.

Namun, kejadian ini memicu sebuah drama yang berlangsung lama dan berakhir dengan pemecatan terhadap petugas frontliner PT KAI Commuter (KAI C) bernama Argi Budiansyah (meskipun kemudian dibantah oleh KAI).

Sebagai informasi, isu yang menjadi perbincangan ini berawal dari seorang penumpang KRL bernama Anita Dewi yang menceritakan awalnya kehilangan cooler bag (tas pendingin) di bagasi gerbong khusus perempuan saat turun di Stasiun Rawa Buntu setelah melakukan perjalanan dari Tanah Abang ke Rangkasbitung.

Tumbler tersebut diklaim hilang dari dalam cooler bag milik Anita yang tertinggal di gerbong khusus wanita pada KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung.

Tas tersebut berhasil ditemukan dan dicatat oleh petugas (Walka), namun ketika Anita dan suaminya, Alvin, mengambil tas itu di Stasiun Rangkasbitung keesokan harinya, tumbler berwarna biru yang ada di dalamnya disebutkan hilang.

Petugas Layanan Penumpang (PS) Stasiun Rangkasbitung, Argi Budiansyah, yang terlibat dalam kasus ini, mengakui tidak memeriksa isi tas secara rinci saat penyerahan barang temuan karena kondisi stasiun yang ramai.

Petugas lapangan melaporkan bahwa tumbler hilang saat proses serah terima, tetapi hasil akhir penyelidikan dan pemeriksaan kamera pengawas oleh pihak KAI belum diumumkan secara publik untuk mengetahui pelaku atau lokasi terakhir barang tersebut.

Berdasarkan urutan kejadian menurut Argi, kehilangan tumbler milik penumpang tersebut, ia mengakui telah dipecat dari pekerjaannya.

Hal itu ia tulis dalam chat yang ia kirim ke suami Anita.

Menurut Argi, pada saat itu ia sedang bertugas dan menerima tas tersebut dari petugas keamanan.

"Saya bawa barang tsb ke ruangan PS dan ditaruh di meja, dan saya langsung balik ke gate dikarenakan masih ramai penumpang, malamnya sebelum saya selesai dinas, saya menyadari ternyata barang tsb sudah di dalam lemari putih yang terkunci," tulisnya.

Namun ketika Anita mengambil tas itu, ternyata tumbler tersebut sudah tidak ada di dalamnya,

Argi juga berusaha mengganti barang yang hilang milik Anita dengan harga Rp310.000.

"Saya berusaha mencari jalan tengah dengan menawarkan kompensasi atas kerugian barang tersebut, tetapi penumpang tersebut bersikeras ingin mendapatkan barang tersebut, dan akhirnya penumpang tersebut melanjutkan perjalanannya naik KRL," tulisnya.

Ia juga melampirkan bukti percakapan dengan suami Anita,

Postingannya kemudian menyebar luas, memicu rasa empati sekaligus perdebatan, hingga membuat banyak netizen menyalahkan pihak KAI tanpa mempertimbangkan kesalahan Anita sendiri.

Sayangnya, kasus ini berakhir dengan pemecatan seorang petugas KAI bernama Argi, yang dianggap bertanggung jawab dalam menangani laporan kehilangan tersebut.

Penghapusan Argi memicu gelombang protes baru dari netizen yang menganggap tidak adil jika seorang petugas kehilangan pekerjaan hanya karena kelalaian penumpang terhadap barangnya sendiri.

Hal ini selanjutnya memicu respons keras dari netizen yang justru menyalahkan penumpang yang mengunggah kasus tersebut karena dianggap terlalu berlebihan dan menyebabkan kehilangan pekerjaan petugas.

Melalui unggahan di media sosial, Anita Dewi menceritakan awalnya kehilangan cooler bag (tas pendingin) di bagasi gerbong khusus perempuan saat turun di Stasiun Rawa Buntu setelah menempuh perjalanan dari Tanah Abang ke Rangkasbitung.

Anita menyebut hilangnya botol minum atau tumbrl yang ada di dalam cooler bagnya itu disebutnya hilang karena petugas KAI tidak bertanggung jawab.

Petugas KAI bernama Argi akhirnya diangkat dari jabatannya oleh PT KAI terkait dengan kasus kehilangan tumbler yang diperdebatkan oleh Anita.

"TUMBLER TUKU-ku HILANG DI ATAS KETIDAKTANGGUNGJAWABAN PETUGAS PT KAI @commuterline.

Jadi ceritanya gini.

Saya minta maaf terlebih dahulu karena kehilangan coolerbag saya di bagasi kereta akibat lupa.

Pada hari Senin setelah bekerja, aku naik kereta komuter dari Stasiun Tanah Abang ke Rangkas Bitung sekitar pukul 19.00. Aku turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40. Setelah turun, aku baru menyadari bahwa tas pendinginku tertinggal di bagasi kereta komuter. Segera aku melaporkan hal tersebut kepada petugas (berpakaian seragam keamanan),

Petugas keamanan segera merespons laporan Anita dan meminta nomor telepon Anita.

Kemudian, barang tersebut ditemukan oleh petugas lain dalam kondisi utuh.

Tas pendingin milik Anita ditemukan dan diambil oleh petugas keamanan bernama Argi.

Argi selanjutnya membawa barang tersebut ke ruang Walka.

Ia sebenarnya pernah meminta agar barang tersebut dikembalikan ke Stasiun Rawa Buntu, namun petugas menjelaskan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan karena aturan operasional.

Keesokan harinya, Anita beserta suaminya pergi ke Stasiun Rangkas Bitung untuk mengambil barang-barangnya.

Namun ternyata, gelasnya hilang dari cooler Bagnya.

Sayangnya, belum diketahui di mana letak tumbler itu hilang.

TUMBLER TUKUKU TIDAK DITEMUKAN. KECEWA. Petugas Security tidak mengetahui di mana tumbler tuku itu berada. dan Petugas Security jujur mengakui bahwa dia tidak memeriksa saat serah terima dengan security Walka pada saat itu,

Anita dan pasangannya meminta rekaman kamera pengawas di ruang lobi.

Namun, untuk dapat memeriksa CCTV diperlukan proses yang cukup lama.

Batal Dipecat

Penghapusan terhadap seorang petugas frontliner PT KAI Commuter (KAI C) bernama Argi Budiansyah, yang menjadi viral karena kehilangan tumbler milik penumpang KRL bernama Anita Dewi, akhirnya tidak dilakukan.

Isu pemecatan Argi muncul setelah pesan pribadi yang diduga dikirimkan oleh Argi kepada suami Anita, Alvin, beredar di media sosial.

Dalam pesannya, Argi menyampaikan bahwa dirinya dalam bahaya dipecat dan kemudian menyatakan bahwa ia secara resmi telah diangkat keluar pada 25 November karena dianggap lalai.

Setelah isu pemecatan tersebut menyebar, Argi dan Anita, penumpang KRL Commuter Line yang kehilangan tumbler atau botol minumnya saat perjalanan pulang kerja dan turun di Stasiun Rawabuntu, Tangerang Selatan, akhirnya mendapatkan mediasi.

Rapat diadakan di kantor KAI Wisata di Stasiun Gondangdia, Jakarta, pada hari Kamis (27/11/2025) malam dan dipandu langsung oleh perwakilan manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Kepala Perusahaan KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa Argi tetap bekerja sebagai karyawan KAI Group dan menjadi bagian dari lini depan pelayanan.

"Teruslah bersemangat dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan," kata Bobby Rasyidin, dilaporkan dari news.com, Jumat (28/11/2025).

Ia berharap melalui proses mediasi ini, pandangan masyarakat menjadi lebih sejalan dan informasi yang beredar di media sosial bisa diperbaiki.

"Setiap orang KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan semangat yang besar," ujar Bobby

"Pada saat yang bersamaan, perusahaan wajib menjaga dan memberikan dukungan kepada seluruh karyawan dalam menjalankan tugas mereka," katanya.

Di sisi lain, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI Anne Purba mengatakan, tindakan penyelesaian secara kekeluargaan ini menunjukkan sikap terbuka KAI Group terhadap setiap masukan dari pelanggan.

Ia menekankan bahwa KAI menjalani seluruh proses pelayanan pelanggan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami juga menegaskan bahwa tidak ada penghapusan hubungan kerja terhadap pegawai yang bersangkutan sebagaimana isu yang sebelumnya beredar," kata Anne.

Anne menambahkan, Grup KAI melalui KAI Commuter dan KAI Wisata akan melakukan penilaian menyeluruh guna memperkuat koordinasi pelayanan, termasuk prosedur pengelolaan barang yang tertinggal (lost and found).

"Kami terus memperkuat integritas dan kesiapan seluruh karyawan, baik di area stasiun maupun saat beroperasi, agar layanan menjadi lebih responsif dan dapat diandalkan," kata Anne.

Ia mengajak seluruh pengguna agar senantiasa menjaga barang bawaan mereka, baik di area stasiun maupun saat menggunakan layanan kereta api, Commuter Line, serta layanan lain dari KAI Group.

Anita dan Suaminya Meminta Maaf

Anita Dewi, penumpang kereta Commuter Line (KRL) yang mengeluh kehilangan botol minum atau tumbler di kereta kini muncul memberikan permintaan maaf.

Bersama dengan suaminya, Alvin Harris, Anita meminta maaf atas perbuatannya yang menyebabkan pemecatan terhadap petugas pelayanan KRL Commuter Line bernama Argi Budiansyah.

Di dalam video permintaan maafnya, Anita mengakui bahwa kejadian yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh tindakan keduanya.

"Saya Alvin, dan saya Anita, kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada saudara Argi serta semua pihak yang terdampak dan merasa dirugikan akibat ucapan dan tindakan kami," kata Alvin dilaporkan dari threads, @anitadewl, Jumat (28/11/2025).

Anita mengakui sangat menyesal atas tindakan yang telah dilakukannya.

Anita mengakui bahwa ia tidak cerdas dalam menangani kejadian tersebut, yang berujung pada pengambilan keputusan yang menghentikan rezeki seseorang.

"Kami sangat menyadari cara kami menangani kejadian ini sangat tidak cerdas sehingga melukai perasaan banyak orang di luar sana," kata Anita.

Ia menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar mereka lebih waspada di masa depan.

Dari peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kami agar lebih waspada lagi di masa depan,

"Dari hati yang paling dalam, kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus," tutup Anita.

(*)

Baca berita lain dari sumsel.com di Google News

Ikuti dan daftar di saluran Whatsapp sumsel.com

TerPopuler