Museum Louvre akan menaikkan harga tiket bagi wisatawan asing hingga 45 persen -->

Museum Louvre akan menaikkan harga tiket bagi wisatawan asing hingga 45 persen

29 Nov 2025, Sabtu, November 29, 2025

PENGUNJUNGMuseum LouvrediParis, Prancis, akan membayar tiket masuk yang lebih mahal tahun depan. Museum yang paling banyak dikunjungi di dunia itu mengumumkan kenaikan tarif tiket masuk sebesar 45 persen khusus untuk pengunjung di luar kawasan Ekonomi Eropa (EEA) mulai 14 Januari 2025.

Kenaikan ini diharapkan mampu menghasilkan pendapatan tambahan hingga 15 juta euro atau Rp 290 miliar hingga 20 juta euro atau Rp 386 miliar per tahun untuk mendanai renovasi besar-besaran.museumtersebut.

Pengunjung Louvre

Dilaporkan dariLe MondeLaporan 2024 yang diterbitkan oleh Louvre menunjukkan bahwa museum tersebut menerima 8,7 juta pengunjung pada tahun itu, dengan 69 persen di antaranya adalah orang asing. Pengunjung Amerika adalah yang terbanyak, diikuti oleh pengunjung Tiongkok di posisi ketiga.

Pengunjung dari luar EEA yang mencakup Uni Eropa (UE) beserta Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia kini diwajibkan membayar Rp 617.961, naik dari tarif sebelumnya Rp 424.848. Sementara itu, wisatawan dari negara-negara EEA tetap membayar Rp 424.848, menciptakan perbedaan yang signifikan berdasarkan asal geografis.

Kenaikan tarif ini diterapkan sebagai bagian dari rencana ambisius "Louvre — Renaisans Baru" yang diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan direktur museum Laurence des Cars pada bulan Januari lalu. Rencana ini juga bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan merenovasi ratusan ruangan di gedung tersebut, yang atapnya bocor dan sistem pemanas serta pendingin ruangannya rusak.

Menurut laporan Cour des Comptes, lembaga audit tertinggi Prancis, biaya renovasi besar-besaran Grand Palais diperkirakan mencapai sekitar Rp18,37 triliun.

Namun, kebijakan ini mendapat kritik dari serikat pekerja, termasuk keputusan untuk menghapus biaya masuk universal bagi semua negara, salah satunya adalah CFDT, yang memperingatkan bahwa hal itu akan dianggap sebagai "diskriminasi."

Museum Louvre, yang menerima lebih dari jutaan pengunjung setiap tahun, terus berupaya menyeimbangkan aksesibilitas dengan keberlanjutan. Dengan peningkatan ini, para wisatawan berharap museum dapat mempertahankan posisinya sebagai pusat budaya global.

PUTRI AZ ZAHRA SUHERMAN

TerPopuler