Naga Bersirip di Dunia Nyata yang Mirip Dinosaurus Hidup di Indonesia -->

Naga Bersirip di Dunia Nyata yang Mirip Dinosaurus Hidup di Indonesia

27 Nov 2025, November 27, 2025

Ekspresinya garang seperti dinosaurus, ditambah deretan duri tajam di tubuhnya, sailfin dragon terlihat seperti makhluk purba atau monster dalam legenda. Namun reptil ini bukan fantasi, mereka benar-benar ada, dan sebagian besar hidup berdampingan dengan kita.

Dikenal juga sebagai kadal bersirip, naga di dunia nyata ini masih satu subordo dengan iguana dan bunglon. Meski begitu, mereka berada di genusnya sendiri yang dikenal secara ilmiah sebagai Hydrosaurus. Setidaknya ada lima spesies yang sudah diketahui, empat berasal dari Indonesia, dan satu dari Filipina.

Spesies terbesar adalah Hydrosaurus microlophus, atau Indonesian giant sailfin dragon, yang dikenal sebagai anggota paling besar dan paling berat dari seluruh kelompoknya. Namun yang paling mencuri perhatian mungkin adalah Hydrosaurus pustulatus dari Filipina, para pejantan spesies ini bisa berubah warna menjadi biru elektrik atau ungu terang saat musim kawin.

Sesuai namanya, ciri paling khas sailfin dragon adalah sirip besar di ekornya, struktur mirip layar yang berevolusi untuk membantu mereka menyelam dan meluncur di rawa bakau maupun sungai hutan hujan. Ekor kuat dan kaki pipih mereka bahkan memungkinkan kadal ini berlari di atas permukaan air selama beberapa detik, mirip dengan Jesus Christ lizard yang terkenal di Amerika.

Hidupnya sebagai pemburu sudah dimulai sejak menetas. Anak-anak sailfin dragon menjadi predator lincah di tepi sungai, memangsa tikus, serangga, telur, hingga kadal kecil. Ketika dewasa, mereka berubah menjadi omnivora, memakan buah, daun, bunga, dan sesekali tetap menikmati mangsa berdaging.

Salah satu karakter paling unik adalah keberadaan mata pineal di bagian atas kepala mereka. Struktur ini bukan mata sungguhan, melainkan kumpulan sel fotosensitif yang peka cahaya. Peneliti menduga mata pineal membantu reptil ini mengatur ritme biologis dan produksi hormon dengan mendeteksi paparan cahaya.

Meski penampilannya spektakuler, pengetahuan ilmiah tentang keluarga sailfin dragon masih sangat terbatas. Dalam sebuah studi tahun 2014, peneliti mengambil sampel DNA dari 20 sailfin dragon yang dijual di pasar gelap Manila, lalu membandingkannya dengan 80 individu dari empat habitat pulau utama mereka. Hasilnya, mereka menemukan satu spesies baru yang sebelumnya tidak pernah diakui.

Sayangnya, daya tarik fisik mereka justru membawa ancaman. Sailfin dragon menjadi target utama perdagangan satwa liar ilegal. Beberapa spesies sudah sangat terancam karena pembangunan pesisir yang menghancurkan habitat alami mereka, sementara perlindungan hukum yang mereka terima masih jauh dari cukup.

TerPopuler