Nina Sarjulianto Raih AWEN Award 2025,Kain Cual Bangka Belitung Tembus Panggung ASEAN -->

Nina Sarjulianto Raih AWEN Award 2025,Kain Cual Bangka Belitung Tembus Panggung ASEAN

27 Nov 2025, November 27, 2025
Nina Sarjulianto Raih AWEN Award 2025,Kain Cual Bangka Belitung Tembus Panggung ASEAN

WARISAN budaya tenun khas Bangka Belitung, kain cual, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Catharina Kristiatmini atau lebih dikenal dengan Nina Sarjulianto, pemilik Galeri Destiani, dianugerahi penghargaan bergengsi ASEAN Women Entrepreneur Network (AWEN) Award 2025, untuk kategori Pelestari dan Pengembang Kain Tradisional dalam acara yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, pada 21 November 2025 lalu.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi dan upaya pelestarian yang gigih terhadap kain tradisional ini, sekaligus membuktikan bahwa pesona kain cual mampu menembus pasar global dan mendapatkan pengakuan internasional.

Menurut Nina, penghargaan AWEN Award 2025 ini merupakan hasil dari konsistensi Galeri Destiani dalam menjaga kualitas dan keaslian tenun cual, sambil terus berinovasi agar relevan dengan perkembangan fesyen modern. 

“Kami sangat bersyukur dan bangga menerima AWEN Award ini. Ini adalah pengakuan untuk seluruh masyarakat Bangka Belitung, bahwa warisan budaya kita memiliki tempat di panggung ASEAN,” ujar Nina dalam keterangan tertulisnya yang diterima Bengkalispos.com, Rabu (26/11).

Ia mengungkapkan, keberhasilan ini diharapkan dapat semakin membuka jalan bagi kain cual untuk diminati di pasar yang lebih luas, seperti Malaysia, Singapura, dan Eropa, sekaligus memotivasi generasi muda untuk turut melestarikan kerajinan tenun kebanggaan daerah ini. 

“Kain cual bukan sekadar selembar kain, melainkan duta budaya Bangka Belitung yang kini telah mendunia,” ucapnya.

Nina mengisahkan dirinya bergelut di dunia kain cual sejak tahun 2013. 

Bermula dari kecintaan dan kekagumannya terhadap kain cual kuno yang unik, elegan dan cantik.

“Visi misi kita yaitu menggali, melindungi, melestarikan, dan mengembangkan kain cual khas Bangka Belitung. Lalu terbentuklah galeri kain tenun cual yang diberi nama Galeri Destiani,” ujar Nina.

Ia pun berkomitmen akan terus menjalin hubungan yang baik dengan para perempuan pelaku usaha, untuk terus berkolaborasi, inovasi dan bersinergi.

“Perempuan sebagai penopang keluarga harus kuat, berjiwa tangguh, gigih, pantang menyerah. Untuk itu, saya mengajak para perempuan pelaku usaha untuk ikut dalam sebuah komunitas agar mempermudah networking dan memajukan usahanya,” tutur Nina.

Lanjut Nina, prosesnya mengharumkan nama kain cual di kancah internasional tidak sebentar. Ia harus mempelajari kain kuno, mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta mempelajari proses membuat kain tenun yang didapatkan dari orang tuanya yang dulu seorang penenun di Jawa Tengah, sebelum akhirnya menjadikannya usaha yang berkelanjutan.

Sebagai pelaku usaha di Bangka Belitung, Nina menjadi binaan Bank Indonesia dan mitra pemerintah daerah se-Provinsi Bangka Belitung.

Ia adalah seorang perempuan yang gigih – terbukti melalui Bank Indonesia dan pemerintah setempat, Nina aktif mengikuti berbagai pelatihan, literasi, pameran, fashion show, dan aktivitas serupa semuanya guna menunjang kemajuan usahanya.

Buah dari kegigihannya, produk yang ia hasilkan selalu lolos kurasi oleh BI, sehingga sejak tahun 2021 sampai sekarang Nina mendapatkan kesempatan untuk ikut pameran bergengsi dari Bank Indonesia seperti Karya Kreatif Indonesia, pameran IKRA, dan pameran Indonesia di London, serta acara serupa.

Selain itu juga pernah lolos kurasi dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) RI, untuk mengikuti pameran di Moskow-Rusia pada tahun 2019.

Tidak main-main, kualitas produk dan desain yang bagus membuat Nina dengan Galeri Destiani pernah digandeng oleh desainer ternama Indonesia seperti Ghea Panggabean, Wignyo Rahardi, Yanti Adeni, Irma Intan, dan lain-lain.

Nina yang lahir pada 22 Maret 1963 itu juga aktif di berbagai kegiatan seperti Gerakan Masyarakat Wirausaha, dan saat ini menjabat sebagai ketua DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bangka Belitung.

Ketua DPP IWAPI Nitayudi mengatakan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Nina mengharumkan nama Provinsi Bangka Belitung dan Indonesia pada umumnya.

“Melalui AWEN Award ini Bu Nina Sarjulianto, bisa mengharumkan Indonesia di panggung ASEAN,” ungkap Nitayudi. (riz)

TerPopuler