
Namun di balik kebiasaan meniru para pesohor ini, psikologi menemukan adanya lapisan kecemasan yang tak selalu disadari.
Mengikuti tren bukanlah hal yang salah, namun pola ini kerap terkait dengan tekanan emosional tertentu—terutama ketika orang tua merasa harus menyamai kehidupan yang tampil di layar.
Dilansir dari Geediting, terdapat 7 kecemasan tersembunyi yang sering dialami oleh orang-orang yang terobsesi dengan gaya pengasuhan selebriti.
1. Kecemasan Tidak Menjadi “Orang Tua yang Cukup Baik”
Banyak selebriti menggambarkan kehidupan pengasuhan yang rapi, lembut, dan selalu penuh kesabaran.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self-discrepancy theory—jarak antara “versi ideal” dan “versi nyata” dapat memicu stres berkepanjangan.
2. Takut Anak Kalah Start dari Anak Orang Lain
Ketika melihat anak para selebriti tumbuh dengan fasilitas premium, pendidikan alternatif, hingga lingkungan kreatif yang luar biasa, sebagian orang mulai cemas bahwa anak mereka akan “tertinggal.”
Rasa cemas ini sering berakar pada social comparison bias, yaitu kebiasaan membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain berdasarkan gambaran yang sangat terkurasi.
3. Kecemasan Sosial Karena Merasa Harus Ikut Tren
Mulai dari metode baby-led weaning, pola tidur 12 jam, hingga teknik komunikasi non-direktif—setiap tren populer dapat membuat seseorang merasa harus ikut serta agar tidak dianggap ketinggalan zaman.
Tekanan untuk tampil sesuai standar kelompok ini memicu fear of social exclusion: ketakutan tidak mendapatkan penerimaan dari lingkungan sosialnya.
4. Kekhawatiran Terhadap Penilaian Orang Lain
Pengasuhan selebriti sering diglorifikasi sebagai bentuk parenting paling modern.
Mereka takut dikritik, dibandingkan, atau dianggap kurang kompeten.
5. Kecemasan Tentang Kendali atas Masa Depan Anak
Ketika melihat selebriti menyediakan berbagai aktivitas unggulan untuk anak mereka, sebagian orang tua tergugah oleh kecemasan: “Apakah aku sudah menyiapkan masa depannya dengan cukup?”
Rasa ini dapat menimbulkan pola overplanning dan menghilangkan spontanitas dalam keluarga.
6. Kecemasan Finansial Terselubung
Mengikuti gaya hidup selebriti sering berarti mengikuti pengeluaran mereka: produk premium, alat edukasi mahal, dekorasi kamar anak, hingga kegiatan tambahan yang tidak murah.
Pada akhirnya, kecemasan finansial muncul karena pengasuhan berubah menjadi kompetisi terselubung—padahal kemampuan ekonomi setiap keluarga berbeda.
7. Ketakutan Gagal Menjadi Figur Orang Tua yang “Inspiratif”
Sosok selebriti sering dipandang sebagai figur inspiratif yang menyeimbangkan karier, kehidupan pribadi, dan pengasuhan dengan sangat mulus.
Bagi sebagian pengikutnya, muncul kecemasan mendalam bahwa mereka tidak akan pernah menjadi sosok yang menginspirasi seperti itu—baik bagi anak maupun lingkungan sekitarnya.
Kesimpulan: Mengasuh Bukan Kompetisi, Melainkan Perjalanan
Pengasuhan selebriti bisa menghibur dan menginspirasi, tetapi tidak seharusnya menjadi standar universal.
Realitas mereka penuh tim profesional, sumber daya besar, dan konten yang telah dikurasi hingga tampak sempurna.
Yang jauh lebih penting adalah perjalanan emosional setiap orang tua—tentang cara mendengarkan anak, memahami kebutuhan keluarga, dan menerima bahwa tidak ada metode terbaik yang berlaku untuk semua.
Pelajaran pentingnya: