Ringkasan Berita:
- Paus Leo XIV pertama kali melakukan perjalanan ke luar negeri ke Turki dan Lebanon.
- Meskipun sedang menghadapi perselisihan dengan Israel, Paus Leo XIV tetap menjalankan rencana perjalanannya ke Lebanon.
- Vatikan menyatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk misi perdamaian, spiritual, dan sosial.
NEWS.COM - Paus Leo XIV, pemimpin Vatikan, memulai perjalanan luar negeri pertamanya ke Turki dengan rencana melanjutkan perjalanannya ke Lebanon.
Paus dengan nama lengkap Robert Francis Prevost akan melakukan perjalanan selama enam hari dalam rangka misi perdamaian.
Menurut Vatikan, perjalanan ini diperkirakan akan menjadi agenda yang "sibuk" dan penuh dengan pertemuan dengan para pemimpin politik serta agama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Paus yang berasal dari Chicago, yang terpilih pada bulan Mei lalu, tiba di Turki pada Selasa (25/11/2025).
Paus Leo XIV pertama kali berjumpa dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di ibu kota Ankara.
Ia juga akan bertemu Patriark Bartholomew, pemimpin spiritual dari 260 juta umat Kristen Ortodoks di seluruh dunia.
Paus Leo XIV akan turut memperingati ulang tahun yang ke-1.700 konsili gereja awal yang penting di Nicea (yang sekarang dikenal sebagai İznik), berdasarkan undangan Patriark Ekumenis Bartholomew I.
"Setiap laki-laki dan perempuan bisa benar-benar menjadi saudara laki-laki dan perempuan, tanpa memandang perbedaan, tanpa memperhatikan agama yang berbeda, tanpa menghiraukan keyakinan yang berbeda," demikian kata Paus Leo XIV dalam perjalanannya ke Turki, Selasa.
Paus Leo XIV akan mengunjungi Masjid Biru, seperti yang telah dilakukan oleh dua pendahulunya, yaitu Paus Fransiskus dan Paus Benediktus XVI.
Beliau akan bertemu dengan para pemimpin agama lain sebagai bentuk dialog antaragama sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan, lapor BBC.
Kunjungan Paus Leo ke Lebanon
Selain mengunjungi Turki, Paus Leo XIV juga akan berkunjung ke Lebanon, sebuah negara yang sedang mengalami perselisihan dengan Israel di kawasan Timur Tengah.
Jadwal kunjungan dimulai pada 30 November dan berlangsung selama tiga hari.
Vatikan menyatakan bahwa rencana kunjungan Paus XIV ke Lebanon tetap tidak berubah meskipun terjadi serangan udara Israel di Beirut pada awal minggu ini.
Ia akan dijemput di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut sebelum bertemu Presiden Joseph Aoun, Ketua DPR Nabih Berri, dan Perdana Menteri Nawaf Salam di Istana Kepresidenan.
Selanjutnya, Paus Leo XIV akan memberikan pidato di depan otoritas pemerintah Lebanon, masyarakat sipil, dan korps diplomatik guna meminta perdamaian, persatuan, serta stabilitas politik.
Paus Leo XIV akan melakukan perjalanan pastoral ke Lebanon dengan fokus pada agenda spiritual dan sosial.
Di Annaya, dia akan berdoa di makam Santo Charbel, sebagaimana dilaporkanArab News.
Kemudian di Harissa, ia akan bertemu dengan para uskup, pendeta, dan komunitas keagamaan, serta mengadakan pertemuan pribadi dengan para patriark Katolik di Nunsiatur Apostolik.
Di Kerkenn, pusat Gereja Maronit, Paus Leo XIV berjumpa dengan pemuda-pemudi untuk menunjukkan perhatian Vatikan terhadap tantangan generasi saat ini.
Di Jal el Dib, ia mengunjungi Rumah Sakit Suster-Suster Salib guna berjumpa dengan tenaga medis dan pasien-pasien.
Pada hari terakhir perjalanan, Paus Leo XIV akan melangsungkan Misa di tepi laut Beirut, di lokasi ledakan pelabuhan pada tahun 2020, dengan berdoa bagi lebih dari 200 korban jiwa dan 7.000 orang lainnya yang cedera.
Pendahulu Paus Leo XIV, yaitu Paus Franciscus, yang meninggal pada bulan April, sebelumnya telah merencanakan untuk mengunjungi kedua negara tersebut namun tidak bisa melakukannya karena kondisi kesehatannya yang memburuk.
Beberapa pekan terakhir, media Turki gencar meliput rombongan Vatikan yang sedang melakukan perjalanan keliling negeri.
Di Beirut, ibu kota Lebanon, terdapat baliho besar yang menampilkan Paus Leo XIV tersenyum, terpajang di dinding batu luar gereja-gereja yang berada di wilayah Kristen di kota tersebut.
(news.com/Yunita Rahmayanti)