
PR JATENG - Data terbaru dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan adanya penurunan tipis pada rata-rata pengeluaran masyarakat Kabupaten Kebumen untuk sektor kecantikan sepanjang 2024.
Pengeluaran bulanan masyarakat Kabupaten Kebumen untuk kebutuhan kosmetik dan perawatan diri tercatat hanya sebesar Rp25.040 per kapita pada 2024.
Angka ini mengalami penurunan 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, pola pengeluaran kecantikan di Kebumen cenderung tidak stabil.
Setelah sempat meroket 33 persen pada 2019, anggaran ini menyusut 12,1 persen di tahun 2020.
Dua tahun berikutnya sempat tumbuh positif, sebelum kembali terkoreksi dalam dua tahun terakhir.
Besaran anggaran kecantikan ini terlihat sangat kecil apabila dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita masyarakat Kebumen yang mencapai Rp1.060.551 per bulan.
Kontribusi sektor kecantikan hanya sebesar 2,36 persen dari total pengeluaran, bahkan lebih rendah dari pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai Rp185.308.
Dalam pemetaan regional Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen menempati peringkat 30 dari 35 kabupaten/kota untuk pengeluaran kecantikan.
Peringkat ini semakin terpuruk di level nasional, yaitu posisi 385. Sebagai perbandingan, Kota Salatiga menjadi yang tertinggi di Jateng dengan anggaran kecantikan Rp75.091 per kapita per bulan.
Beberapa daerah lain di Jawa Tengah juga mencatatkan angka yang lebih tinggi. Kota Semarang, misalnya, menghabiskan Rp74.653 dengan pertumbuhan pesat 36,8 persen.
Sementara Kabupaten Kudus dan Karanganyar masing-masing mencatatkan Rp47.643 dan Rp39.222.
Rendahnya posisi Kebumen dalam hal pengeluaran kecantikan ini turut mencerminkan prioritas konsumsi masyarakat setempat.
Anggaran untuk penampilan masih menjadi komponen kecil dalam struktur pengeluaran rumah tangga.
Hal ini mengindikasikan ruang pertumbuhan pasar produk kecantikan di Kebumen masih cukup luas bila dibandingkan dengan daerah tetangganya.***