
Ringkasan Berita:Penjelasan Ending Tee Yai
- Tee Yai dan gengnya menjadi buronan terkenal karena selalu lolos dari polisi hingga dianggap punya kekuatan gaib.
- Rerk, sahabat Tee, dipaksa menjadi informan namun akhirnya tetap setia hingga Tee tewas dalam baku tembak.
JAMBI.COM - SIMAK penjelasan ending film Thailand Tee Yai: Born to Be Bad yang tayang di Netflix.
Film ini mengikuti Tee Yai dan kelompok perampoknya yang meresahkan Thailand pada akhir 1970-an.
Meski melakukan banyak kejahatan, mereka justru populer karena dianggap dekat dengan rakyat dan selalu lolos dari kejaran polisi, hingga muncul anggapan bahwa Tee memakai ilmu hitam.
Tekanan meningkat ketika polisi berjanji menangkapnya dalam 30 hari, membuat persaingan antara Tee dan Officer Jakarat makin intens.
Masalah muncul ketika Rerk, sahabat masa kecil Tee, ditangkap dan disiksa hingga setuju menjadi informan rahasia demi melindungi kekasihnya, Dao.
Ia memancing Tee melakukan perampokan terakhir, namun saat kejadian berlangsung Rerk justru membantu Tee kabur.
Pada pengejaran berikutnya, kedua sahabat itu terpojok dan setelah Tee tertembak parah, ia meminta Rerk mengakhiri hidupnya.
Rerk memenuhi permintaannya dengan berat hati.
Setelah kematian Tee, situasi makin kacau.
Pae, anggota baru yang ternyata polisi undercover, memprovokasi Kid hingga Rerk dibunuh, lalu Pae membunuh Kid.
Jakarat menolak melindungi Pae, menahannya, dan membakar semua dokumen operasi karena merasa bersalah telah menghancurkan banyak nyawa demi menangkap Tee.
Ia keluar dari kepolisian, sementara publik terus memitoskan Tee sebagai legenda yang “punya kekuatan gaib,” meninggalkan akhir yang menggantung, keajaiban atau sekadar trik seorang kriminal cerdik.
Update berita Jambi di Google News