Penyesalan Terakhir Putri Diana dan Manipulasi Panorama Mengubah -->

Penyesalan Terakhir Putri Diana dan Manipulasi Panorama Mengubah

27 Nov 2025, November 27, 2025

SEPULUH hari sebelum kematiannya yang tragis di Paris pada 31 Agustus 1997, Putri Diana membuat pengakuan memilukan kepada sahabat dekatnya. Ia mengaku menyesal atas dampak wawancaranya di program Panorama di 1995 terhadap Pangeran William dan Pangeran Harry.

Penyesalan Putri Diana 10 Hari Sebelum Meninggal

Menurut laporan People, dalam liburan musim panas 1997, Putri Diana pergi ke Yunani bersama sahabatnya, Rosa Monckton. Putri Diana menyampaikan sebuah “penyesalan besar” yang terus mengganggu pikirannya selama dua tahun terakhir. Diana mengkhawatirkan satu hal, bahwa wawancara Panorama, yang mengungkap perselingkuhan, pergolakan batin, hingga perjuangan melawan bulimia, “mungkin telah membahayakan” kondisi emosional anak-anak lelakinya, William dan Harry.

Pada saat wawancara itu tayang pada 1995, William baru berusia 13 tahun dan Harry 11 tahun. Diana, seperti dikutip dari People, “menyimpan semuanya di dalam diri,” dan merasa dunia terlalu cepat menilai tanpa melihat efeknya terhadap anak-anaknya. Monckton menyebut, Diana berada dalam kondisi rapuh dan penuh tekanan saat memutuskan muncul di televisi untuk menyuarakan kegundahan hatinya.

Namun, hal lebih memilukan yang tidak disadari Diana hingga meninggal adalah ia sebenarnya sedang dimanipulasi. Ia belum mengetahui bahwa wartawan Martin Bashir memperoleh kepercayaannya melalui kebohongan dan dokumen palsu.

Manipulasi Panorama dan Konsekuensinya yang Menghantui

Dalam laporan berbeda yang diterbitkan People pekan ini, jurnalis investigasi Andy Webb mengungkap bahwa wawancara Panorama terjadi akibat rangkaian kebohongan yang disusun Martin Bashir. Ia menggunakan dokumen palsu untuk menimbulkan paranoia pada Diana dan keluarganya, termasuk membuatnya percaya bahwa ia sedang diawasi dan dikhianati orang-orang terdekat. Webb juga mengatakan jika kehidupan Diana “menjadi tidak terkendali” setelah melangsungkan wawancara yang menggemparkan publik kala itu.

Pangeran William, dikutip dari laporan yang sama, menyebut tindakan Bashir sebagai sesuatu yang “menguras kepercayaan” dan ikut mendorong ibunya mengambil langkah-langkah yang menjauhkan dirinya dari dukungan resmi kerajaan serta memperburuk hubungan dengan sang ayah, Pangeran Charles, yang kala itu sedang tidak baik-baik saja. Webb bahkan menilai konsekuensinya “lethal” atau “mematikan” karena isolasi emosional yang dialami Diana turut memperburuk rasa aman menjelang kematiannya pada 1997.

Jalan Hidup Putri Diana

Putri Diana terlahir dengan nama Diana Frances Spencer pada 1 Juli 1961. Saat usianya 20 tahun, ia menikah dengan Pangeran Charles, anak tertua Ratu Elizabeth II. Sebagai istri putra mahkota Kerajaan Inggris, Diana bergelar Princess of Wales mengikuti gelar suaminya. Namun pernikahan itu dipenuhi prahara ketika Pangeran Charles mengkhianatinya dengan Camilla Parker Bowles, mantan kekasihnya, yang sudah menikah.

Putri Diana kemudian berhubungan dengan James Hewitt untuk menemaninya hatinya yang sepi dan terluka dengan pengkhianatan suaminya. Camilla kemudian bercerai dengan suaminya, Andrew Parker Bowles pada 1995. Perceraian ini membuat hubungan Charles dengan Camilla makin terang benderang.

Pada 15 Juli 1996, Diana dan Charles bercerai dan resmi berakhir pada 28 Agustus 1996. Diana selanjutnya berhubungan dengan pengusaha Dodi Al Fayed. Meski sudah bercerai, Putri Diana tetap menjadi magnet paparazzi. Gerakannya terus dikejar dan dikuntit. Saat berkencan dengan Dodi di Paris, mobil yang membawa keduanya dikuntit paparazzi dan terjadi aksi kejar-kejaran. Mobil yang ditumpangi Putri Diana hilang kendali dan menabrak pilar di Terowongan Pont de l'Alma. Diana dan Dodi tewas dalam kecelakaan itu setelah sempat dibawa ke rumah sakit pada 31 Agustus 1997, setahun setelah perceraiannya dengan Charles yang kini menjadi Raja Inggris.

IKFINA RAHMAH AULA

TerPopuler