SIKLON Tropis Senyar diprediksi telah kembali ke perairan Selat Malaka di sebelah timur Aceh pada hari ini, Kamis 27 November 2025. Siklon ini masuk ke daratan Sumatra (landfall), tepatnya di Langsa, Aceh, pada Rabu pagi lalu, dan menjadikannya peristiwa yang sangat langka.
Info dari BMKG menyatakan Senyar yang sebelumnya tumbuh dari bibit siklon 95B ini bakal melemah menjadi depresi tropis. Prediksinya, kecepatan angin maksimum yang pada Rabu malam terpantau 65 km/jam akan berkurang menjadi 55 km/jam malam nanti.
Terpisah, peneliti iklim dan atmosfer di BRIN, Erma Yulihastin, mengungkap kalau Senyar masih tergolong siklon tropis 0 atau lemah. Dia juga mengatakan yang sama tentang pergerakan kembali menuju Selat Malaka hari ini. Profesor klimatologi ini menunjukkan trek lintasan siklon itu menjauh lagi dari Sumatra melintasi wilayah Medan, Sumatra Utara.
"Meskipun gerakan sikloniknya mulai pecah/terurai/melebar, namun sirkulasinya berpotensi terbentuk kembali dan menuju ke selat Malaka esok hari," tulis Erma lewat akun media sosial X pada Rabu malam, yang telah diizinkan dikutip.
Peta citra satelit senyar. Dok. BMKG
Erma juga menyatakan kalau Senyar kini tercatat sebagai siklon tropis di lintang terendah kedua setelah Taifun Vamei yang terjadi 2001 lalu. Kalau Senyar mendarat di Aceh, lebih dari dua dekade lalu Vamei yang terbentuk di Laut Cina Selatan mampu sampai Singapura bagian utara.
Pernah diperhitungkan sebagai peristiwa yang hanya akan berulang setiap 100-400 tahun, badai tropis yang terbentuk begitu dekat dengan ekuator disebutkan Erma terbukti bisa berulang hanya dalam 20-40 tahun. Senyar, kata Erma menambahkan, masih akan berdampak untuk wilayah Aceh besok.