
PR JABAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan keras terkait meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta beberapa wilayah lain di Sumatera. Peningkatan intensitas Bibit Siklon Tropis 95B dan pengaruh Siklon Tropis KOTO disebut sebagai pemicu utama hujan lebat, angin kencang, banjir bandang, serta potensi gelombang tinggi.
Peningkatan Aktivitas Siklon dan Dampaknya bagi Wilayah Sumatera
BMKG menjelaskan bahwa sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia terus mengalami penguatan dan berinteraksi dengan pola angin di wilayah barat Indonesia. Kondisi ini menyebabkan suplai uap air meningkat, memicu pembentukan awan konvektif tebal yang berpotensi mencurahkan hujan lebat dalam durasi yang lama. Dampak ini terutama terasa di wilayah pesisir barat Sumatera dan daerah dengan kontur pegunungan yang rentan longsor.
Sejumlah daerah juga dilaporkan mulai mengalami peningkatan kecepatan angin yang dapat mencapai lebih dari 45 kilometer per jam, membuat sejumlah fasilitas umum dan pemukiman berisiko mengalami kerusakan. Selain itu, wilayah yang berada di sekitar aliran sungai besar diminta meningkatkan kewaspadaan karena air sungai berpotensi meluap dengan cepat setelah hujan deras yang terus-menerus terjadi.
Potensi Gelombang Tinggi dan Gangguan Transportasi Laut
Selain daratan, peringatan juga dikeluarkan untuk aktivitas pelayaran di laut barat Sumatera dan perairan sekitar Selat Malaka bagian utara. Gelombang tinggi diperkirakan dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter pada periode puncak, sehingga kapal nelayan berukuran kecil sangat disarankan untuk menunda aktivitas melaut hingga kondisi kembali stabil. Jalur transportasi laut antarprovinsi juga berpotensi terganggu jika angin dan gelombang terus meningkat.
Di beberapa pelabuhan, otoritas setempat mulai menyiapkan langkah mitigasi seperti pembatasan keberangkatan kapal dan pemeriksaan keselamatan tambahan. BMKG meminta seluruh operator transportasi untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca setiap beberapa jam.
Mitigasi dan Imbauan untuk Warga di Daerah Rawan
Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang sering mengalami banjir bandang seperti sebagian Aceh dan Sumatera Barat. Petugas gabungan mulai melakukan pemantauan di titik rawan serta memastikan jalur evakuasi aman digunakan. Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng perbukitan diimbau untuk terus memantau perubahan kondisi lingkungan seperti aliran air yang tiba-tiba mengeruh atau suara gemuruh dari arah pegunungan yang bisa menandakan potensi longsor.
Di beberapa daerah, petugas telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada saat hujan lebat dan tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang tidak aman. Sektor pertanian juga diperkirakan akan terkena dampak, terutama pada lahan yang rentan genangan air.
BMKG Pantau Perkembangan dan Prediksi Cuaca Lanjutan
BMKG menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pemantauan dilakukan secara intensif menggunakan citra satelit, radar cuaca, serta pengamatan lapangan untuk memastikan peringatan dapat disampaikan secepat mungkin. Meski intensitas bibit siklon dapat berubah, potensi gangguan cuaca masih tergolong tinggi.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Situasi dapat berubah dengan cepat, sehingga informasi terbaru sangat penting untuk keselamatan.