
Bengkalispos.com, MEDAN — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menyebut penyaluran energi khususnya BBM dan LPG di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor seperti Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Selatan (Tapsel) tetap terkendali dan aman.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak awal minggu ini merupakan bencana luar biasa dan berdampak signifikan baik bagi masyarakat maupun akses jalan di sejumlah titik.
Di Tapsel, misalnya, longsor pada jalur Sibolga-Padangsidimpuan pada Senin (24/11/2025) malam dan Selasa (25/11/2025) pagi disebut Fahrougi telah membatasi pergerakan kendaraan besar di beberapa titik.
“Keterbatasan gerak itu membuat suplai dari fuel terminal Sibolga ke sejumlah agen LPG dan SPBU harus diatur ulang,” kata Fahrougi dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2025).
Begitupula dengan longsor yang menutup badan jalan lintas Sibolga-Tarutung (Tapanuli Utara) pada Selasa pagi dengan material berupa tanah dan pepohonan. Jalan tersebut merupakan jalur distribusi dari fuel terminal Sibolga ke sejumlah SPBU di Tapanuli Utara dan kabupaten sekitarnya.
Longsor membuat jalur tidak dapat dilalui mobil tangki untuk sementara waktu. Pertamina disebut Fahrougi telah berkoordinasi dengan perusahaan transportir untuk melakukan penyesuaian rute distribusi dan pengaturan suplai BBM agar penyaluran tetap optimal sesuai kondisi akses yang tersedia.
“Informasi terbaru, alat berat sudah dikerahkan ke lokasi untuk percepatan pembersihan material longsor dan pembukaan jalur sehingga kendaraan diharapkan dapat segera melintas,” ujarnya.
Sementara di Tapanuli Tengah, banjir yang menghantam ruas di Jalan Lintas Sibolga-Padangsidimpuan pada Selasa (25/11/2025) pagi menyebabkan sebagian akses jalan diberlakukan sistem buka tutup. Dia menyebut ini membuat laju kendaraan melambat sehingga berpotensi menimbulkan penyesuaian waktu tempuh distribusi BBM dan LPG.
“Di sektor LPG [di Tapteng], terdapat pangkalan yang terdampak dan telah dipindahkan sementara ke lokasi yang lebih aman guna menjaga kelancaran dan keamanan distribusi,” kata Fahrougi.
Fahrougi menekankan bahwa seluruh aset penyaluran baik Fuel Terminal, SPBE, Agen, dan pangkalan tetap dalam kondisi aman. Dia menyebut distribusi energi tidak terhenti, namun mengalami penyesuaian waktu tempuh akibat akses jalan yang terganggu.
Fahrougi menegaskan Pertamina Patra Niaga terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi secara menyeluruh baik dengan aparat, pemangku kepentingan, dan agen penyalur di wilayah terdampak untuk memastikan jalur distribusi aman dilalui.
Pola penyaluran energi pun disesuaikan melalui mekanisme alih suplai Regular-Alternative-Emergency (RAE), termasuk optimalisasi suplai BBM untuk SPBU di Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padangsidimpuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara yang didukung dari IT Teluk Kabung, FT Dumai, dan IT Medan Group untuk produk Pertalite, Pertamax, Biosolar, dan Dexlite.
“Kami juga terus memantau kondisi cuaca, akses jalan, dan kebutuhan suplai di lapangan untuk menjaga ketersediaan LPG dan BBM bagi masyarakat,” ujar Fahrougi mengakhiri.