
Bengkalispos.com,JAKARTA — PTCiputra Residencemengungkap komitmennya selama 10 tahun menerapkan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE), berdampak pada penurunan jumlahkecelakaan kerja.
Direktur Utama PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata menyebut penyelenggaraan HSE Awards tersebut merupakan komitmen berkelanjutan yang dilakukan Ciputra Residence dalam meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan di seluruh area proyek yang kami kembangkan.
"Budaya HSE bukan hanya regulasi atau kewajiban, tetapi merupakan fondasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Dengan budaya HSE yang kuat, kualitas pelaksanaan proyek meningkat, dan risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan," katanya dalam sambutan HSE Awards di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Bila ditelisik ke belakang, PT Ciputra Residence mencatat 37 kasus kecelakaan kerja yang terjadi di seluruh proyek Ciputra Residence pada tahun 2017. Angka kejadian ini terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2019, perusahaan mencatat jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di seluruh proyek sebanyak 23 kejadian. Jumlahnya kembali turun pada tahun 2023 menjadi 10 kasus dan lagi-lagi turun menjadi 4 kejadian pada tahun 2025.
Sebagai salah satu perusahaan terdepan di sektor industri properti di Indonesia, PT Ciputra Residence sangat menyadari pentingnya budaya HSE di seluruh lini bisnisnya.
Ciputra Residence bahkan sudah lama berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat di seluruh proyeknya. Komitmen ini ditunjukkan pada saat proses pembangunan beragam produk properti milik perusahaan, khususnya rumah tapak.
Melalui penerapan budaya HSE yang ketat, Ciputra Residence berkomitmen dan konsisten untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas produk-produk properti, sehingga nantinya memberikan manfaat bagi para stakeholders khususnya para konsumen.
Pada saat yang sama, Direktur PT Ciputra Residence, Lalitya Ciputra Sastrawinata menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan penghargaan kepada 85 kontraktor terpilih sebagai mitra kerja dan proyek internal dalam menjalankan HSE.
Para penerima penghargaan merupakan hasil dari proses penilaian yang dilakukan sejak 10 Januari 2025 hingga November 2025.
Kriteria penilaian didasarkan pada Skoring Kesehatan, Keselamatan & Lingkungan, Laporan Ketidaksesuaian dan Permintaan Tindakan Perbaikan (NCR CAR), Laporan Bulanan, serta Pengamatan tim HSE di proyek.
Empat kriteria penilaian ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam melaksanakan penilaian dan penentuan penerima penghargaan.
"Keselamatan pekerja adalah prioritas yang penting dan utama yang harus kita jaga bersama. Siapa pun yang menerima penghargaan dari penilaian kami dapat meningkatkan dan konsisten dalam melakukannya," tambah Lalitya.