
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) mendorong islah antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Dinamika internal di NU belakangan memanas, Gus Yahya diminta mundur dari jabatannya.
"Kalau DIY sudah jelas kita mendorong islah, sudah ada pernyataan dari kita yang kita keluarkan," Ketua PWNU DIY, Ahmad Zuhdi Muhdlor, dihubungi wartawan, Kamis (27/11).
Terkait dinamika di tingkat PBNU, Zuhdi memastikan daerah tetap solid.
"Kalau di daerah di bawah kita tidak berpengaruh apa-apa, tetap jalan, tetap solid dengan program-program tetap berjalan," jelasnya.
PWNU DIY masih berpegang pada hasil Muktamar ke-34 di Lampung tahun 2021 bahwa Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Gus Yahya.
"Kita mencintai kedua-duanya, makanya kalau ada sedikit, ada perbedaan di antara mereka ya selesaikan yang baik-baik lah, dan toh nyatanya juga tidak terpengaruh ke bawah itu," jelasnya.
Sikap PWNU DIY ini telah tertuang dalam surat pernyataan sikap.
"PWNU DIY sudah kirim pernyataan kok. Baru kemarin kok di Facebook sudah banyak yang meng-upload. Iya (dari PWNU DIY) nampaknya akan segera diikuti oleh PWNU yang lain, kan yang sudah membuat pernyataan itu kan DKI, Jawa Tengah, DIY," katanya.
Surat itu merupakan hasil rapat bersama PCNU seluruh DIY. "Bukan hanya PWNU (DIY)," katanya.
Berikut isi surat pernyataan sikap PWNU DIY:
Menyikapi dinamika yang berkembang di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta dan PCNU Se-DIY menyampaikan sikap sebagai berikut:
PWNU dan PCNU Se-DIY berpegang teguh pada hasil Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama Tahun 2021 di Lampung, yang telah menetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU hingga berakhirnya masa khidmat 2021-2026.
PWNU dan PCNU Se-DIY meminta jika terjadi perbedaan pandangan di antara pengurus diselesaikan dengan mengutamakan musyawarah, tabayyun, dan upaya islah serta mengedepankan akhlakul karimah demi kemaslahatan perkumpulan dan menjaga marwah jam'iyyah Nahdlatul Ulama.
Menyerukan kepada seluruh warga Nahdliyyin DIY untuk tetap menjaga ketenangan, ukhuwah, dan keutuhan jam'iyyah, serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan validitasnya.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan semoga Allah SWT selalu meridhoi setiap langkah menjaga soliditas jam'iyyah dan marwah Nahdlatul Ulama.