
Ringkasan Berita:1. Liverpool saat ini sedang menghadapi krisis performa dan siap memecahkan rekor transfer klub (yang dipegang oleh Alexander Isak) dengan menyiapkan tawaran hingga 150 juta euro (sekitar 2,6 triliun rupiah) untuk merekrut gelandang PSG, Vitinha.
2. Langkah transfer Vitinha merupakan peningkatan yang signifikan dan ancaman nyata bagi Ryan Gravenberch, yang performanya menurun drastis.
3. Liverpool tertarik untuk merekrut bek internasional Portugal, Goncalo Inacio.
Bengkalispos.com- Liverpool saat ini sedang menghadapi badai performa yang mengkhawatirkan. Menjelang pertandingan penting Liga Champions melawan PSV Eindhoven, atmosfer di Merseyside diwarnai dengan kekalahan beruntun: kalah 0-3 dari Nottingham Forest di Liga Inggris, diikuti dengan skor yang sama yang memalukan saat dikalahkan Manchester City.
Tim yang dilatih Arne Slot kini terasa seperti "binatang yang terluka," mencari perlindungan sementara di kompetisi Eropa, sebuah kontras dari status mereka sebagai juara bertahan Liga Primer.
Kekalahan beruntun ini telah mengungkapkan kelemahan signifikan di lini tengah, dan respons klub diprediksi akan sangat agresif di bursa transfer Januari.
The Reds, yang telah menghabiskan dana besar sebesar £415 juta (sekitar Rp8 Triliun) musim panas ini, kini dikabarkan siap melampaui batas finansial mereka demi satu nama: Vitinha, gelandang brilian milik Paris Saint-Germain.
Pertukaran El Clasico: Liverpool vs Real Madrid
Ambisi Liverpool yang ambisius muncul di tengah kebutuhan mendesak untuk menyuntikkan kualitas di lini tengah, terutama setelah serangkaian hasil buruk.
Menurut laporan yang beredar dari Spanyol, Liverpool tidak hanya sekadar tertarik.
Mereka dilaporkan siap bersaing langsung dengan raksasa La Liga, Real Madrid, yang juga mengincar gelandang Portugal tersebut.
Sumber-sumber di Spanyol menyebutkan bahwa Los Blancos sedang mempersiapkan tawaran fantastis sebesar 150 juta euro, atau setara dengan 131 juta pound (sekitar 2,6 triliun rupiah).
Yang paling menarik adalah tekad Liverpool untuk menyamai, bahkan melampaui, tawaran tersebut.
Jika The Reds berhasil mendatangkan Vitinha dengan harga tersebut, maka ia akan secara resmi memecahkan rekor transfer klub mereka saat ini, yang dipegang oleh Alexander Isak (yang didatangkan dengan harga £125 juta—sekitar Rp2,47 Triliun).
Kontroversi Finansial dan Prioritas:
Keputusan untuk mengejar Vitinha dengan harga yang memecahkan rekor ini memicu kontroversi tersendiri.
Meskipun klub telah menghabiskan lebih dari Rp8 Triliun pada musim panas ini untuk pemain baru, termasuk upaya untuk mendatangkan Michael Olise senilai £123 juta, perekrutan Vitinha menunjukkan bahwa Slot dan manajemen menganggap perbaikan lini tengah sebagai prioritas utama bahkan di atas perbaikan lini serang yang juga terlihat mengecewakan (dengan nama-nama seperti Isak dan Florian Wirtz disebut-sebut tidak tampil optimal). Angka fantastis ini juga memberi tekanan berat kepada Slot untuk segera mendapatkan hasil, mengingat biaya yang dikeluarkan.
Ancaman Nyata bagi Gravenberch: Peningkatan yang Tak Terhindarkan
Target ambisius ini pasti menjadi berita yang tidak menyenangkan bagi Ryan Gravenberch. Gelandang Belanda ini menunjukkan penurunan performa yang signifikan bersama sebagian besar rekan satu timnya dalam beberapa pertandingan terakhir, khususnya dua kekalahan memalukan dari City dan Forest.
Mantan gelandang The Reds, Steve McManaman, pernah menyebut Gravenberch sebagai "penting" bagi permainan Liverpool di awal musim.
Namun, kenyataan pahit menunjukkan bahwa Gravenberch kesulitan menjadi sosok yang berpengaruh di tengah badai krisis performa.
Data Buruk Gravenberch (Dua Pertandingan Terakhir vs City & Forest):
- Hanya memenangkan 4 dari 14 duel darat yang dicoba (menurut Sofascore).
- Gagal mencatatkan satu pun umpan kunci (key pass) dalam periode tersebut.
- Total hanya memberikan satu assist sepanjang musim ini di Liga Primer.
- Kehilangan bola sebanyak 12 kali dengan kerugian besar dalam satu pertandingan Liga Champions musim lalu.
Vitinha, di sisi lain, terus bersinar di panggung yang lebih besar dan penuh tekanan. Puncak performanya adalah di Final Liga Champions tahun lalu.
Aksinya yang luar biasa, yang dipicu oleh kecepatan luar biasa, bahkan membuat manajer tim nasional Portugal, Roberto Martínez, bangga menjulukinya sebagai "gelandang terbaik di dunia."
Sebuah julukan yang memberi tekanan berat kepada Liverpool untuk mendapatkannya.
Kontras Statistik: Vitinha Adalah Peningkatan Mutlak
Perbandingan statistik musim ini menunjukkan mengapa Vitinha dianggap sebagai jawaban atas masalah Liverpool. Ia jauh lebih unggul dalam hampir semua aspek dibandingkan Gravenberch, menyoroti apa yang hilang dari lini tengah Liverpool.
Statistik (per 90 menit)* Vitinha (Ligue 1, 12 Pertandingan) Gravenberch (Premier League, 10 Pertandingan)
Gol 1 3
Bantu 6 1
- Pergeseran Kunci 1,5 0,7
- Akurasi Umpan 94 persen 89 %
- Pemulihan Bola 4,9 3,5
- Peluang Besar Tercipta 6 2
- Sentuhan 113,8 74,8
Liverpool mengejar bintang senilai 80 juta euro untuk mengatasi salah satu kelemahan utama mereka
Liverpool tertarik untuk merekrut bek internasional Portugal, Goncalo Inacio.
Pemain bertahan berusia 24 tahun ini tampil cukup baik bersama Sporting CP, dan dia juga bisa menjadi pemain yang berguna bagi Liverpool.
Tidak lagi menjadi rahasia bahwa Liverpool membutuhkan bek yang berkualitas. Mereka telah kebobolan 10 gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.
Goncalo Inácio masuk radar Liverpool
Inacio telah menunjukkan kualitasnya bersama tim nasional dan klub Portugal tersebut. Ia memiliki kualitas untuk bermain bagus di Liga Primer, dan akan menarik untuk melihat apakah Liverpool dapat mewujudkan kesepakatan ini.
Menurut laporan Fichajes, dia bisa bernilai sekitar 80 juta euro. Masih harus dilihat apakah Liverpool siap mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuknya.
Mereka perlu memperkuat lini belakang jika ingin meraih musim yang sukses. Mereka tidak boleh terus-menerus kebobolan.
Inacio mungkin ingin pindah
Inacio juga akan tertarik bermain di Liga Premier Inggris. Ini akan menjadi kesempatan besar baginya.
Ia akan menguji kemampuannya melawan pemain-pemain kelas dunia di sepak bola Inggris. Liverpool adalah salah satu klub terbesar di dunia, dan kesempatan untuk bergabung dengan mereka akan sulit ditolak.
Sporting CP tampaknya tidak akan menghalanginya jika klausul pelepasannya dilunasi. Akan menarik untuk melihat bagaimana perkembangan situasinya.
Liverpool menjalani musim yang buruk hingga saat ini, dan mereka tertinggal di tengah klasemen.
Mereka juga kesulitan di Liga Champions UEFA. Merekrut pemain yang tepat di bulan Januari dapat membantu mereka menyelamatkan musim ini.
Inacio memiliki kualitas untuk membantu mereka berkembang. Ia juga cukup fleksibel untuk bermain sebagai bek kiri. Ia bisa menjadi pemain yang sangat berguna bagi mereka.
(Bengkalispos.com)