.png)
BERITA DIY - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, yang dikenal juga dengan merek dagang Sinergy Networks dan kode saham INET merupakan salah satu pemain penting dalam sektor teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia.
Berdasarkan akta notaris, perusahaan ini resmi didirikan pada 16 Desember 2016 dan memulai kegiatan operasional komersialnya pada 2017. Kantor pusat INET berlokasi di Gedung Cyber 1, Lantai 10, Jl. Kuningan Barat No. 8, Jakarta Selatan 12710.
Sebagai perusahaan publik, INET tercatat dengan ticker saham INET di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini berada di bawah pengendalian entitas induk PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) yang memegang saham mayoritas.
Bidang Usaha dan Layanan
INET fokus pada penyediaan layanan infrastruktur digital dan telekomunikasi. Portofolio layanan utamanya mencakup:
- Internet Service Provider (ISP) B2B: Menyediakan konektivitas internet untuk perusahaan dan ISP lain.
- Infrastruktur Jaringan dan Konektivitas: Layanan ini mencakup data center interconnection, colocation untuk server dan perangkat jaringan mitra, local loop / local access, IP Transit (NAP), serta manajemen layanan jaringan (managed network services).
- Telekomunikasi Kabel dan Sistem Komunikasi Data: Menawarkan interkoneksi internet dan penjualan kembali layanan telekomunikasi bagi klien atau mitra.
Dengan layanan ini, INET memungkinkan perusahaan lain untuk mengakses jaringan yang andal, data center yang aman, serta layanan interkoneksi yang mendukung pertumbuhan bisnis digital mereka.
Jejak di Pasar Modal dan IPO
INET resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 24 Juli 2023 melalui proses IPO. Dalam IPO tersebut, perusahaan melepas 1,5 miliar saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor dengan target pengumpulan dana sekitar Rp 150 miliar. Dana hasil IPO ini dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur dan ekspansi lini bisnis.
Selain itu, perusahaan juga melakukan rights issue dan penerbitan waran seri II. Rencana ini mencakup penerbitan 12,8 miliar saham baru dengan nominal Rp10 per saham dan 3,2 miliar waran seri II, yang akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Kepemilikan Saham INET
Pemegang saham pengendali INET adalah PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN), yang memiliki sekitar 5,36 miliar saham atau setara 63,75% dari total saham yang tercatat di BEI.
Pemegang saham minoritas termasuk individu seperti Muhammad Arif, direktur utama, dengan kepemilikan sekitar 10.000 saham atau 0,0001%. Sementara masyarakat umum memegang 3,04 miliar saham, setara 36,24% dari total saham.
Penerima manfaat akhir dari saham INET adalah Adhie M. Masardi yang memiliki hak pengendalian strategis di balik struktur kepemilikan tersebut. Pengendalian mayoritas oleh AKUN memastikan keputusan bisnis utama berada di tangan perusahaan induk.***