Sepekan Jelang Penutupan Penawaran, ST015 Telah Ludes 77,6% -->

Sepekan Jelang Penutupan Penawaran, ST015 Telah Ludes 77,6%

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025

Bengkalispos.com, JAKARTA – Sepekan menjelang penutupan penawaran Sukuk Tabungan seri ST015, produk SBN Ritel pamungkas pemerintah ini telah ludes terjual sebanyak 77,6% dari total target dana terhimpun.

Berdasarkan data mitra distribusi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) pukul 10.53 WIB, penjualan produk ini telah mencapai sekitar Rp7,76 triliun. Dari total Rp10 triliun target dana yang dihimpun dari penawaran produk ini, ST015T4 masih tersisa sekitar Rp1,21 triliun dan ST015T2 tersisa sekitar Rp1,03 triliun.

Dengan kata lain, produk ST015 dengan tenor 2 tahun mendominasi penjualan kali ini. ST015T2 telah ludes terjual sekitar Rp7,98 triliun dan hanya tersisa 11,5%. Sementara itu, ST015T4 telah ludes terjual Rp2,78 triliun atau tersisa 30,4%.

Laris manisnya penjualan ST015 sebelumnya telah diprediksi oleh kalangan analis. Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana, menilai bahwa di tengah kondisi makroekonomi domestik yang kian membaik, terdapat potensi alokasi aset investor ke sarana investasi yang lebih memiliki risiko, seperti pasar saham maupun obligasi korporasi.

“Ekonomi kita kan sudah mulai dikatakan ada perbaikan, jadi mungkin ada investor yang mengalihkan portofolionya ke aset yang berisiko, seperti saham atau corporate bonds,” katanya beberapa waktu lalu kepada Bisnis.

Menurutnya, potensi tersebut terbuka lantaran euforia pasar saham yang kian positif belakangan. Dia memprediksi, akan ada investor yang mengalokasikan dananya ke pasar saham untuk mendapatkan capital gain yang lebih besar dibandingkan pada aset minim risiko.

Fikri bahkan memprediksi ST015 akan mampu meraup dana segar sekitar Rp15 triliun melalui penerbitan yang berlangsung kurang dari 30 hari ini. Hal ini berarti, Fikri memprediksi penerbitan ST015 akan mencatatkan oversubscribed dari target Rp10 triliun oleh pemerintah.

Pasalnya, fitur imbal hasil floating with floor dinilai mampu memberikan keuntungan bagi investor ritel di tengah ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan. Fikri memprediksi, pada Desember 2025, BI akan memangkas suku bunga. Bahkan, tren penurunan suku bunga diprediksi bakal berlanjut hingga 2027. Dengan begitu, imbal hasil yang ditawarkan ST015 akan menjadi yang terbesar.

“Karena ada ekspektasi penurunan BI Rate dan rate The Fed, sehingga pada saat ada pemangkasan suku bunga, karena ada floating, saya pikir mungkin ini kupon yang tertinggi dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.

Senada, Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi, menilai potensi penyerapan ST015 oleh pasar, masih akan cukup besar. Terlebih, produk ST015 dinilai memiliki investor yang loyal terhadap produk syariah.

“Potensi penyerapan tetap ada, walaupun penyerapan di tahap awal bisa jadi lambat karena imbal hasil yang lebih rendah. Bagaimanapun masih ada investor loyal yang beli seri ST seperti investor syariah,” katanya.

Terlebih, menurutnya, selain imbal hasil floating, kondisi likuiditas domestik yang membaik juga memberikan potensi investor akan melakukan reinvestasi ke produk ST015.

Head of PR & Corporate Communication Bibit William, juga optimis terhadap penjualan produk ini. Dia menerangkan bahwa daya tarik produk pamungkas SBN Ritel ini cukup besar di pasaran, salah satunya imbal hasil yang ditawarkan.

Terutama, di tengah tren penurunan suku bunga BI dan global, imbal hasil mengambang yang ditawarkan produk ini, memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan terbitan SBN Ritel ke depan.

“Produk ST015 masih terbilang menarik karena menjadi SBN terakhir pada 2025 di tengah tren penurunan suku bunga. Imbal hasilnya cukup besar dibandingkan rata-rata bunga deposito yang dijamin LPS. Sekalipun di kemudian hari terjadi kenaikan suku bunga, karena sifatnya floating with floor, investor bisa mendapatkan imbal hasil lebih,” katanya beberapa waktu lalu.

TerPopuler