
Ringkasan Berita:
- Ratusan siswa SMA di Jawa Timur memamerkan inovasinya dalam Program Digital Skill di Dyandra Convention Surabaya, Rabu (26/11/2025). Program ini pengembangan generasi muda yang bersinergi dengan SMA Double Track
- Fajar Baskoro, Program Development Digital Skills, dari ITS menyebut siswa lebih memahami teknologi digital, dan memanfaatkan untuk mengatasi masalah di lingkungannya
- Pelaksanaan program keterampilan digital ini mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek.
Bengkalispos.com, SURABAYA- Ratusan siswa di Jawa Timur memamerkan inovasinya dalam Program Digital Skills, sebuah pengembangan generasi muda yang bersinergi dengan SMA Double Track di Dyandra Convention Surabaya, Rabu (26/11/2025).
Acara kolaborasi antara UNICEF, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ini diikuti 40 sekolah jenjang menengah atas, 10 sekolah non formal dan juga dari program SMA Double Track.
Ada 93 Sekolah Penyelenggara Double Track yang menjadi sekolah Pengimbas Program Digital Skills. Total sebanyak 143 sekolah di 30 kabupaten dan kota Jawa Timur.
“Tujuannya mendidik dan melatih para siswa untuk lebih memahami teknologi digital, dan memanfaatkan untuk mengatasi masalah di lingkungannya. Banyak hasil karya dari mereka mulai aplikasi digital, web, mobile dan android, IoT (internet of things) dan tak kalah penting pemanfaatan konten mendukung UMKM,” sebut Fajar Baskoro, Program Development Digital Skills, dari ITS, saat dijumpai di sela kegiatan, Rabu (26/11/2025).
Bekali Ribuan Remaja dengan Ketrampilan
Fajar menambahkan, program ini memasuki tahun ketiga pada 2025, telah berhasil membekali ribuan remaja dengan Keterampilan Abad ke-21 yang krusial.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2025 Program Digital Skills memperluas jangkauannya untuk merangkul seluruh elemen remaja yang membutuhkan afirmasi penguasaan keterampilan digital.
Kolaborasi ini disebut memungkinkan pengembangan kurikulum untuk sekolah non-formal, remaja dengan disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
“Hasil akhir dari acara demoday ini akan dimanfaatkan dalam program Bakti Karya Digital. Untuk memberikan solusi terhadap problem di masyarakat. Misal ada monitoring hidroponik yang bisa dimanfaatkan di pertanian,” sebutnya.
“Apa yang dilatih dan dipelajari, akan kembali ke masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan menyelesaikan masalah lingkungan. Ada juga keterampilan hijau, memanfaatkan teknologi untuk pelestarian lingkungan hidup, solusi pengolahan sampah, itu dipaparkan kali ini,” ucap Fajar.
Mengadopsi Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek
Pelaksanaan program keterampilan digital ini mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek.
Dalam pendekatan ini, remaja secara kolaboratif mengidentifikasi isu nyata di lingkungan sekitar mereka dan mengembangkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan tersebut.
ITS menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan program ini dengan menyediakan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai untuk mendampingi para siswa di Jawa Timur.
Kerja sama ini diyakini akan menghasilkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan inovatif, siap membawa Indonesia ke arah yang lebih maju.
“Kami harapkan bisa terus berjalan di tahun akan datang, pemanfaatnya teknologi juga digunakan untuk meningkatkan UMKM dan ekonomi lokal. Selain itu solusi yang ada dijadikan prototype produk yang bisa diambil pemerintah daerah maupun industri yang berkolaborasi. Ada sekitar 40 an mitra yang bekerjasama mulai dari edukasi, pelatihan, dan juga memanfaatkan produk dalam bentuk pengenalan. Karena sifatnya masih prototype, dibutuhkan waktu pengujian lapangan dan penyempurnaan hingga tahap komersil,” tutupnya.
BACA BERITA Bengkalispos.comLAINNYA DI GOOGLE NEWS