Sosok Bripka Andri Erasmus,Penyepuh Medali dari Bhayangkara NTT -->

Sosok Bripka Andri Erasmus,Penyepuh Medali dari Bhayangkara NTT

27 Nov 2025, Kamis, November 27, 2025

Laporan Reporter Bengkalispos.com, Ray Rebon

Bengkalispos.com, KUPANG -Di jantung Nusa Tenggara Timur, tempat matahari terbit menyentuh seragam coklat, bersemayam seorang abdi negara yang jemarinya tak hanya memegang teguh hukum, namun juga menyepuh emas dari keringat dan semangat juang. 

Dialah Bripka Andri Putra Willem Erasmus, prajurit sejati dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang, yang didaulat sebagai 'tangan dingin' dalam seni bela diri karate.

​Nama Andri kini terukir bagai prasasti kehormatan, bukan hanya karena ia mengabdi pada korpsnya, tetapi karena ia telah dua kali membawa bendera kontingen Polda NTT berkibar gagah di panggung pertempuran olahraga nasional.

​Pada Kejuaraan Karate Piala Kapolri, Juli 2024 silam, Andri membawa 12 karateka muda yang ia asah di Dojo SPN Kupang, sebuah kawah candradimuka kedisiplinan. 

Dari perhelatan akbar di Bogor itu, anak-anak didiknya pulang membawa 14 medali, dengan rincian lima medali emas, lima perak dan empat perunggu. Prestasi ini membuat kontingen Polda NTT berada di posisi kesembilan klasemen akhir perolehan medali.

​Pada pertengahan November 2025, Naga Timur ini kembali menunjukkan taringnya. Dalam gelaran Open Turnamen Karate Championship Piala Anita Jakoba Gah di GOR Flobamora Kupang, anak-anak asuh Andri kembali memetik prestasi.

​Di kelas open, mereka meraih dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu. Sementara di kelas festival, mereka membawa pulang sepasang medali (satu emas dan satu perak), sekaligus menempatkan salah satu atletnya sebagai Juara 2 Best of The Best.

​Rahasia di balik prestasi ini, ujar Andri, sungguh sederhana, yakni kedisiplinan dan ketekunan.

​"Intinya hanya satu, para atlet ditanamkan kedisiplinan dan ketekunan selama latihan dan mengikuti latihan terpusat di Dojo SPN Kupang," tuturnya kepada Bengkalispos.com, Kamis 27 November 2025.

​Bagi sang pelatih yang telah berseragam coklat sejak tahun 2008 dan menempuh jalan karate sejak usia sembilan tahun ini (kini menyandang DAN II), prestasi ini adalah sebuah panji kebanggaan bagi institusi Polda NTT. Sebuah persembahan tulus di bawah naungan kepemimpinan Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, yang selalu menjadi angin pendorong di setiap langkah mereka.

​Karate, bagi Andri, adalah darah daging warisan dari sang ayah yang juga eks atlet bergelar DAN IV. Dan kini, warisan itu telah berpindah ke bahu sang putra, yang juga meniti jejak Do (jalan) tersebut.

​Di luar matras pertarungan, Andri tetap menjadi tiang penopang bagi komunitasnya, terbukti dari jabatannya sebagai Ketua RTdi Kelurahan Nefonaek. Inilah filosofi sejati yang ia tanamkan:

​"Belajar karate itu bukan untuk menyakiti orang lain, tetapi justru sebaliknya untuk melindungi masyarakat sesuai semboyan Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat," ujarnya.

​Bripka Andri Erasmus, dengan tangan yang memahat juara dan hati yang melayani, adalah bukti nyata bahwa seorang prajurit Bhayangkara dapat menjadi Guru Besar yang menginspirasi, menjunjung tinggi institusi dengan setiap medali yang ia sematkan di dada anak didiknya. (rey)

     

Baca berita Bengkalispos.comlainnya di GOOGLE.NEWS

TerPopuler