
Bengkalispos.com - Alex Iskandar, tersangka kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, adalah ayah tiri korban. Dia mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Ruang Konseling Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) pada Minggu (23/11). Kini tampang pria yang kalap karena terbakar api cemburu itu terungkap.
Berdasar potret wajah yang diterima oleh awak media di Jakarta, Alex memiliki potongan rambut belah kanan. Sepintas matanya tampak sedikit sipit dan berkumis tipis. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, jenazah Alex sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kedaung.
”Sudah dimakamkan di TPU Kedaung Tangerang, disaksikan oleh keluarga tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada awak media (27/11).
Hal serupa disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Nicolas Ary Lilipaly. Dia menyampaikan bahwa Alex dimakamkan pada Minggu malam. Beberapa jam setelah ditemukan gantung diri di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel. Meski yang bersangkutan sudah meninggal dunia dan telah dimakamkan, polisi masih menangani kasus Alvaro.
”Dia melakukan upaya bunuh diri dan sudah dimakamkan pada tanggal 23 hari Minggu itu, malam ya. Tanggal 23 hari Minggu malam sudah dimakamkan di TPU Kedaung Tangerang,” terang Nicolas.
Sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara (Jakut), Alex memutuskan bunuh diri dengan cara gantung diri sehari setelah ditangkap polisi. Dia menjadi tersangka kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Alvaro. Berdasar keterangan saksi-saksi, Alex adalah orang yang menculik Alvaro dari wilayah Pesanggrahan.
Pada hari yang sama saat penculikan berlangsung, yakni 6 Maret 2025, Alex membunuh Alvaro. Dia kemudian menyimpan jenazah bocah berusia 6 tahun itu di garasi rumahnya. Selang 3 hari, pada 9 Maret 2025, jasad Alvaro dibuang oleh Alex di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Selama lebih kurang 8 bulan, Alvaro dinyatakan hilang.