
Bengkalispos.com Suasana haru dan keprihatinan menyelimuti keluarga aktor Ammar Zoni, yang kini tengah menghadapi proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam sidang yang digelar pada Kamis (27/11/2025), Eli Murni, perwakilan keluarga, menyampaikan kekecewaannya terhadap tuntutan yang dinilai terlalu berat dan tidak sejalan dengan fakta yang mereka ketahui.
Eli mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima dari pihak Lapas maupun Dirjen terkait, Ammar disebut tidak terbukti melakukan tindakan penjualan atau peredaran narkoba. Namun, tuntutan yang diajukan justru dinilai sangat memberatkan.
"Ini saya juga merasa prihatin. Karena dia (Ammar Zoni) itu kalau di Lapas, katanya di Dirjen itu tidak bersalah. Maksudnya tidak terbukti dia melakukan penjualan atau pengedar gitu ya. Tapi ternyata tak tahu, kok (tuntutannya) berat banget. Itu yang kita sayangkan," ujar Eli Murni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (27/11/2025).
Keluarga juga mengaku kecewa karena tidak diberi pemberitahuan terkait pemindahan Ammar sebelum proses berlangsung. Menurut Eli, tidak ada komunikasi atau musyawarah dari pihak terkait yang melibatkan keluarga.
"Karena sebagai keluarga kita sedih. Maksudnya tidak bilang-bilang, tidak membicarakan bahwa dia akan dipindahkan. Tidak musyawarah dulu ke keluarga. Jadi kita merasa terzalimi ya," ujarnya.
Selama menjalani masa tahanan, Ammar disebut telah banyak berubah. Ia lebih religius, rutin beribadah, dan bahkan aktif menjadi marbot masjid. Eli merasa apa yang dialami Ammar justru seperti menjebak seseorang yang sedang berusaha memperbaiki diri.
"Selama ini dia sudah bertobat lah, salat lima waktu, puasa Senin-Kamis, ngaji di masjid, udah jadi Marbot. Kenapa tak tahu dijebak seperti itu? Orang menzalimi orang yang sudah bertobatlah, demi amal gitu. Saya sangat menyesalkan perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab kepada Ammar?" ungkapnya.
Keluarga berharap Ammar bisa mengikuti sidang secara tatap muka. Sidang online dinilai menyulitkan karena kendala teknis seperti jaringan yang tidak stabil, sehingga Ammar tidak dapat membela diri dengan maksimal.
"Harapan saya sekarang semoga Ammar cepat dikeluarkan kalau dia enggak bersalah. Diberi keajaiban dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dilindungi dia dari orang-orang yang zalim lagi. Semoga orang menzalimkan itu minta bertobat kepada Allah. Kalau dia tidak terbukti, emang dia tidak terbukti melakukan itu. Tapi kenapa tiba-tiba dia itu bersalah, jadi tersangka?" tutur Eli.
Eli juga menyoroti lambannya proses dan meminta agar semua pihak, baik hakim maupun jaksa untuk bersikap objektif serta tidak “bertele-tele”.
"Harapan saya cepat-cepat dia itu menyelesaikan sidang ini offline. Tatap muka. Jangan sampai elektronik-elektronik (online) gitu. Jadi dia itu membela dirinya, dia enggak bisa menghadap ini (hakim). Kan di sana susah; sinyal susah, ini susah. (Ingin) berhadapan langsung dengan Hakim di sini. Kalau Hakim sini juga begitu, kayak bertele-tele, kayak mempermainkan masalah ini gitu. JPU juga gitu," ungkapnya.
Selain tekanan psikologis, keluarga Ammar juga menghadapi kesulitan finansial. Tidak lagi aktif di dunia hiburan, Ammar sudah tidak memiliki penghasilan tetap. Bahkan, menurut Eli, akun Instagram miliknya sampai terpaksa dijual.
"Kalau kita mau ngasih uang, kita enggak punya uang. Dia itu uang dari mana? Dia enggak kerja lagi. Kalau masih dulu dia jadi artis masih bisa dia ngumpulin duit. Sekarang udah habis-habisan. Sampai-sampai Instagram-nya dijual," ujarnya. (*)