Usai Banjir Maut, Vietnam Bersiap Hadapi Topan Verbena -->

Usai Banjir Maut, Vietnam Bersiap Hadapi Topan Verbena

27 Nov 2025, November 27, 2025

VIETNAM mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan Topan Verbena yang mencapai wilayah kelautan Vietnam pada Rabu, 26 November. Hal ini terjadi di saat wilayah di bagian Vietnam tengah-selatan masih berjuang melakukan pemulihan pasca-banjir besar yang paling mematikan dalam sejarah.

Sejak awal 2025, Vietnam telah dilanda serangkaian badai, banjir, dan tanah longsor yang tiada henti. Bencana ini telah menewaskan atau menghilangkan 409 orang, dengan kerugian ekonomi melebihi VND85,099 triliun.

Bencana terbaru terjadi pada pertengahan November, ketika banjir di wilayah tengah saja menewaskan atau menyebabkan 102 orang hilang dan merendam lebih dari 200.992 rumah.

Menurut The Star, pemerintah kini bersiap menghadapi Topan Verbena, memiliki nama internasional Koto, yang memasuki Laut Timur pada Rabu, 26 November, dengan kecepatan angin 89–102 km/jam dan hembusan hingga 149 km/jam.

Prakiraan cuaca memprediksi penguatan lebih lanjut, dengan kecepatan angin berpotensi mencapai 103–117 km/jam, dengan hembusan 150–166 km/jam, saat bergerak melintasi perairan terbuka.

Pada Rabu pagi, Verbena berada 540 kilometer di sebelah timur Pulau Song Tu Tay, bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 20–25 km/jam, dan diperkirakan akan bergeser ke arah barat dan melemah pada akhir minggu ini.

Provinsi-provinsi di wilayah selatan-tengah tengah berlomba membersihkan lumpur, puing-puing, dan rumah-rumah yang runtuh setelah banjir paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Korban tewas dan hilang mencapai 108 orang dan merusak lebih dari 202.000 rumah.

Kerugian ekonomi akibat banjir ini telah melampaui VND 13,078 triliun atau sebesar US$496 juta.

Pemerintah Vietnam Tingkatkan Kewaspadaan

Wilayah Militer 5 mengadakan rapat darurat untuk mempersiapkan Topan Verbena. Kolonel Phan Dai Nghia memerintahkan penangguhan kegiatan yang tidak penting dan pengerahan pasukan tanggap darurat.

Tim kerja juga telah dikirim ke Gia Lai, Dak Lak, dan Khanh Hoa, wilayah yang paling parah terkena dampak banjir baru-baru ini.

Sistem topan yang akan datang diperkirakan akan membawa gelombang hujan lebat yang meluas mulai Jumat 28 November 2025, meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya tanah longsor dan banjir bandang di wilayah yang sudah melemah.

Dilansir dari The Nation, Vietnam mencatat 19 badai dan depresi tropis tahun ini, 14 topan dan lima depresi, hanya kurang satu dari rekor tahun 2017.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa bulan-bulan terakhir 2025 masih berisiko tinggi, terutama jika Topan Verbena semakin intensif.

Menanggapi hal ini, Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam mempercepat upaya untuk memperluas jaringan pemantauan curah hujan, meningkatkan prakiraan curah hujan lebat, memperbarui peta bahaya, dan memperkuat sistem tanggul dan waduk.

Para pejabat Vietnam juga menyoroti perlunya simulasi risiko banjir yang spesifik di setiap wilayah dan sistem peringatan dini yang lebih kuat, karena teknologi saat ini kesulitan untuk mengimbangi cuaca yang semakin tidak dapat diprediksi.

TerPopuler