Yayasan Rawangun Mendidik Ungkap Fakta Miris Kepedulian Terhadap Pendidikan! -->

Yayasan Rawangun Mendidik Ungkap Fakta Miris Kepedulian Terhadap Pendidikan!

27 Nov 2025, November 27, 2025
Yayasan Rawangun Mendidik Ungkap Fakta Miris Kepedulian Terhadap Pendidikan! ARAHAKTA – Perthatian terhadap sektor pendidikan merupakan poin yang teramat penting dalam pembangunan bangsa, selain memang amanat dari Undang-Undang Dasar 1945, pendidikan juga sebagai tonggak kemajuan dari masyarakat dan yang lebih besar lagi adalah kemjauan bangsa.

Di samping besaran 20 persen yang dialokasikan pemerintah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), perhatian terhadap dunia pendidikan juga membutuhkan banyak hal pendukung misalnya bagaimana masyarakat peduli pada perkembangannya.

Dari riset yang dilakukan Yayasan Rawamangun Mendidik (YRM), kepedulian media sebagai sosial kontrol terbilang cukup miris yakni hanya 0,01 persen. Padahal seharusnya besarnya fokus dan konsentrasi media bisa mengiringi langkah yang dilakukan pemerintah.

YRM sendiri melakukan riset mendalam sepanjang tahun 2025, mulai Januari hingga Oktober 2025, terhadap 8 news portal yang ada di Indonesia, serta 1 platform media sosial, untuk melihat bagaimana ketertarikan media massa dan masyarakat terhadap bidang pendidikan.

Hasilnya, dari delapan portal berita yang dipilih berdasarkan pertimbangan banyaknya pembaca ternyata issu pendidikan yang mereka angkat hanya sebesar 0,0024 persen. Lebih tepatnya, ada 1.499 artikel tentang pendidikan sepanjang 10  bulan di tahun 2025, yang diperkirakan mencapai 618.000 artikel.

Suatu jumlah yang sangat kecil, karena tidak sampai 0,01 persen dari keseluruhan jumlah artikel yang dimuat di portal berita tersebut.

Dari jumlah tersebut, issu terkait SDM Pendidikan dan Kurikulum Pendidikan mendapatkan setengah dari jumlah pemberitaan tentang pendidikan tersebut.

Sementara di media sosial “X” yang dianggap sebagai perbicangan langsung masyarakat terkait dengan pendidikan, selama 10 bulan di tahun 2025 ini terdapat sebanyak 250.731 cuitan atau sekitar 25.000 lebih cuitan per bulan 835 cuitan per hari tentang pendidikan. Jumlah yang menunjukkan adanya perhatian masyarakat yang cukup lumayan.

Jika dibedah lagi dari sentimen cuitan tersebut sebanyak  158.472 (63,25%) bernada positif, 15.599 (6,25%) bernada netral, dan 76.660 (30,5%) bernada negatif.

Dari kedua data yang diambil dari portal berita tersebut dapat digambarkan bahwa media masih amat minim punya agenda setting dalam issu pendidikan.

Issu pendidikan terbilang jarang diangkat media massa, sehingga permasalahan pendidikan di Indonesia kurang terangkat menjadi perbicangan di masyarakat.

Perlu riset yang lebih mendalam mengapa issu pendidikan dianggap belum terlalu “seksi” diangkat oleh media massa. Termasuk juga perlu penelitian lanjutan guna mengetahui bagaimana agar issu pendidikan masih menjadi sesuatu yang menarik diangkat media massa dan dianggap penting masyarakat.

Sebenarnya dari sisi masyarakat, masih cukup peduli dan memberikan perhatian terhadap bidang pendidikan. Terbukti perbincangan tentang issu pendidikan masih cukup banyak dicuit pengguna “X”. Artinya, masyarakat memaknai pendidikan sebagai bagian penting dari sebuah upaya untuk keluar dari kemiskinan dan keterbelakangan baik bagi bangsa maupun perorangan.

Meski demikian, kita harus akui juga, platform media sosial “X” lebih banyak dan kuat digunakan untuk segmen kelompok khalayak tertentu. Masih perlu riset lanjutan untuk melihat bagaimana perhatian kelompok masyarakat lainnya yang menjadi khalayak di platform media sosial lainnya, di luar “X”. Apakah mereka juga menganggap issu pendidikan, juga menjadi penting bagi mereka.***

TerPopuler