8 Kebiasaan Pria yang Sering Memicu Perselisihan, Ini Penjelasannya -->

8 Kebiasaan Pria yang Sering Memicu Perselisihan, Ini Penjelasannya

11 Des 2025, Kamis, Desember 11, 2025

Bengkalispos.com- Dalam sebuah hubungan, laki-laki dan perempuan seringkali memiliki pandangan yang berbeda mengenai berbagai hal, mulai dari hal-hal kecil yang terkesan remeh hingga masalah yang seharusnya mudah dicapai kesepakatan.

Perbedaan ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman dan berakhir pada pertengkaran yang sebenarnya dapat dihindari.

Banyak perempuan sering mengalami kesulitan memahami beberapa kebiasaan laki-laki yang dianggap membingungkan, tidak masuk akal, atau bahkan kurang perhatian terhadap perasaan pasangannya.

Meskipun demikian, bagi sebagian besar laki-laki, kebiasaan tersebut terasa sangat alami dan dilakukan tanpa tujuan khusus.

Untuk mempermudah pemahaman terhadap akar permasalahan tersebut, berikut ini akan dijelaskan beberapa kebiasaan laki-laki yang sering menjadi penyebab ketegangan dalam hubungan karena sulit dipahami oleh perempuan.

Dikutip dari situs Global English Editing pada Kamis (11/12), berikut ini adalah 8 kebiasaan laki-laki yang sering sulit dipahami oleh perempuan dan kerap menjadi penyebab perselisihan.

1. Cinta terhadap gadget

Banyak laki-laki memiliki minat yang sangat besar terhadap perangkat elektronik karena merasa bahwa teknologi merupakan hal menarik yang layak untuk dipelajari dan dijelajahi.

Mereka menikmati proses mempelajari fitur-fitur terbaru, menguji kemampuan perangkat, hingga membandingkannya dengan model yang lebih canggih.

Ada kegembiraan khusus ketika mereka mampu memiliki produk terbaru yang tersedia di pasar, seakan-akan menunjukkan prestasi pribadi.

Namun, bagi banyak perempuan, minat ini sering kali dianggap berlebihan, terutama ketika perangkat tersebut jarang dimanfaatkan secara penuh.

Perempuan sering merasa bahwa laki-laki terlalu menghabiskan waktu dan uang hanya untuk barang yang dianggap sebagai "alat permainan baru," sehingga menyebabkan ketidaksepahaman dalam menentukan prioritas.

2. Tidak ingin bertanya jalan

Laki-laki sering kali cenderung mengandalkan perasaan dan ingatan mereka saat mencari arah, meskipun jelas bahwa mereka sedang kehilangan jalur.

Mereka merasa bahwa meminta arah bisa membuat mereka terlihat kurang mampu atau tidak mandiri. Di sisi lain, perempuan lebih menekankan pada efisiensi dan kenyamanan.

Mereka tidak ragu untuk bertanya kepada orang di sekitar atau mengikuti petunjuk dari GPS agar perjalanan bisa berjalan lebih cepat dan lancar.

Kebiasaan laki-laki yang enggan meminta bantuan sering kali membuat perempuan merasa waktu mereka terbuang percuma, terutama ketika harus berputar-putar tanpa kejelasan.

3. Menyembunyikan emosi

Banyak laki-laki besar dalam lingkungan yang mengajarkan bahwa menunjukkan perasaan adalah tanda ketidakmampuan, sehingga mereka belajar untuk mengendalikan diri agar tampak tangguh.

Mereka jarang menyampaikan perasaan cemas, sedih, atau kecewa, meskipun kepada orang yang paling dekat.

Di sisi lain, perempuan lebih terbiasa berkomunikasi melalui emosi dan memandang kejujuran batin sebagai hal yang sangat penting dalam menciptakan ikatan hubungan.

Saat seorang pria terlalu tertutup, wanita sering merasa kesulitan memahami perasaan pasangannya.

Perbedaan ini sering kali membuat hubungan terasa kaku akibat kurangnya komunikasi emosional yang jujur.

4. Enggan berbelanja

Bagi laki-laki, berbelanja pakaian merupakan kegiatan yang ingin segera diselesaikan.

Mereka biasanya sudah mengetahui apa yang akan dibeli, sehingga cukup masuk ke toko, mencari ukuran dan warna yang sesuai, lalu langsung pergi ke kasir.

Laki-laki merasa bahwa berbelanja tidak menimbulkan pengalaman emosional apa pun, sehingga dianggap sebagai tugas yang harus dilakukan hanya ketika diperlukan.

Sebaliknya, banyak perempuan melihat berbelanja sebagai cara untuk mengekspresikan diri, memperbarui penampilan, atau hanya sekadar menikmati waktu.

Mereka menikmati proses mengenali bahan, melihat berbagai model, hingga membandingkan biaya.

Perbedaan pendapat ini sering kali membuat laki-laki merasa lelah ketika mengantar perempuan berbelanja.

5. Sifat kompetitif

Sifat bersaing sering kali muncul secara alami pada laki-laki. Mereka terbiasa memandang berbagai situasi sebagai tantangan yang perlu dimenangkan, bahkan dalam hal-hal kecil seperti bermain game, olahraga ringan, atau kuis sederhana.

Kemenangan menciptakan rasa puas dan membuat mereka merasa sukses. Namun bagi perempuan, keberhasilan tidak selalu diukur dari siapa yang menjadi pemenang.

Banyak perempuan lebih menghargai proses kerja sama, keakraban, serta hasil yang diperoleh secara bersama.

Saat seorang pria terlalu menekankan kemenangan, wanita mungkin menganggap sikap tersebut berlebihan. Perbedaan pandangan ini mengharuskan kedua belah pihak untuk lebih memahami cara masing-masing melihat tantangan.

6. Senang berganti-ganti saluran televisi

Laki-laki sering kali mempunyai kebiasaan mengganti saluran TV secara cepat karena merasa ingin menemukan tayangan terbaik sebelum benar-benar menyaksikannya.

Mereka memandang kegiatan ini sebagai metode untuk "memastikan pilihan," tetapi bagi perempuan, kebiasaan tersebut bisa terasa mengganggu.

Saat perempuan mulai menikmati suatu acara, perubahan saluran yang tiba-tiba membuat mereka kehilangan konsentrasi.

Perempuan cenderung lebih menyukai duduk tenang dan mengikuti alur cerita secara konsisten, sedangkan laki-laki tidak merasa masalah jika berpindah-pindah meskipun acara belum selesai. Kebiasaan kecil ini sering kali menjadi sumber kesalahpahaman ketika menonton bersama.

7. Obsesi terhadap olahraga

Seringkali dunia olahraga menjadi tempat di mana para pria merasa hidup secara penuh. Mereka menyaksikan pertandingan dengan penuh antusiasme, mengenal pemain dengan baik, dan mudah terbawa perasaan saat tim kesukaan mereka berlaga.

Diskusi mengenai angka, strategi, dan riwayat pertandingan menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi mereka. Namun bagi banyak perempuan, tingkat intensitas ini sulit dipahami.

Mereka mungkin memandang pertandingan sebagai hiburan biasa, bukan sesuatu yang perlu dianggap terlalu serius.

Perbedaan minat ini sering membuat wanita merasa terabaikan atau kurang tertarik ketika pria menghabiskan banyak waktu untuk menonton atau membicarakan olahraga, sehingga menyebabkan jarak dalam komunikasi sehari-hari.

8. Senang menonton film bertema petualangan

Film aksi memberikan pengalaman yang memuaskan bagi banyak laki-laki. Adegan tembak-tembakan, kejar-kejaran mobil, serta pertarungan menegangkan menyajikan tontonan yang penuh dengan adrenalin.

Laki-laki merasa genre ini tidak memerlukan terlalu banyak pemikiran, cukup dinikmati sebagai hiburan yang menggugah perasaan.

Sebaliknya, banyak perempuan lebih menginginkan film yang memiliki alur cerita yang kompleks, tokoh yang tangguh, serta emosi yang menggugah hati. Mereka merasa sebuah film seharusnya mampu menyampaikan pesan dan makna, bukan hanya adegan aksi yang terus-menerus.

Oleh karena itu, saat menonton bersama, laki-laki dan perempuan sering kali harus berdiskusi untuk menemukan film yang seimbang antara alur cerita dan aksi.

TerPopuler