Abu Ubaidah, Pembebas Syam yang Jadi Suara Al-Qassam -->

Abu Ubaidah, Pembebas Syam yang Jadi Suara Al-Qassam

29 Des 2025, Senin, Desember 29, 2025

Bengkalispos.com.CO.ID, GAZA -- Sayap bersenjata kelompok perlawanan Hamas kembali menggunakan nama samaran Abu Ubaidah sebagai juru bicara pengganti dari Abu Ubaidah sebelumnya yang gugur dalam serangan Israel. Mengapa nama sahabat Nabi Muhammad SAW tersebut dipilih sebagai kode untuk perwakilan kelompok perlawanan Palestina?

Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin al-Jarrah (semoga Allah meridhainya) merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW. Abu Ubaidah adalah salah satu dari kalangan Muhajirin yang berasal dari suku Quraisy Makkah dan termasuk golongan pertama yang memeluk agama Islam.

Ia termasuk dalam golongan al-'asyarah al-mubasysyarun bil jannati, "sepuluh orang yang dijanjikan masuk surga," berdasarkan sebuah hadis. Cerita mengenai sosok bernama asli Amir bin Abdullah ini cukup banyak, meskipun sedikit yang membahas kehidupannya sebelum memeluk agama Islam. Ia berasal dari suku Quraisy dan menjadi seorang Muslim hanya satu hari setelah keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq.

Abu Ubaidah bin al-Jarrah memasuki agama Islam melalui bantuan dakwah yang dilakukan oleh Abu Bakar. Bersama Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Mazh’un, dan al-Arqam bin Abil Arqam, ia menyampaikan dua kalimat syahadat di hadapan Nabi Muhammad SAW.

Sejak saat itu, Abu Ubaidah senantiasa setia menemani beliau dalam menyebarkan ajaran Islam. Tidak pernah ada sedikit pun keraguan di hatinya untuk melindungi Nabi Muhammad SAW, baik pada masa sebelum maupun setelah hijrah. Ia ikut bersama umat Islam berpindah dari Makkah ke Madinah sesuai dengan petunjuk al-Musthafa.

Berbagai medan perang ia ikuti, termasuk Pertempuran Badar. Pada beberapa kesempatan, ia menjadi pelindung bagi Nabi Muhammad SAW. Pernah dalam suatu pertempuran, helm perang Nabi melengkung. Ujungnya yang tajam menembus hingga memecahkan giginya. Abu Ubaidah segera melepas benda sempit itu dari kepalanya.

Beberapa pengunjung datang ke Bukit Rumat yang terletak di kaki Jabbal Uhud di Madinah, Arab Saudi, pada hari Sabtu (15/7/2023). Jabbal Uhud menjadi tempat wisata dan kunjungan ziarah bagi 70 syuhada yang gugur dan dimakamkan di area tersebut saat perang Uhud. - (Antara/Wahyu Putro A )

Abu Ubaidah merupakan seorang sahabat yang dipercaya dan disayangi oleh Nabi Muhammad SAW. Ia selalu hadir dalam setiap pertempuran untuk melindungi agama Islam, serta menjadi komandan perang yang sangat memperhatikan keselamatan pasukannya.

Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, Abu Ubaidah ditugaskan sebagai komandan untuk merebut wilayah Syam. Setelah berhasil membebaskan wilayah Suriah, Abu Ubaidah mengadakan rapat dengan para pemimpin tertinggi, termasuk Khalid bin Walid, untuk menentukan langkah penaklukan berikutnya.

Mereka memutuskan untuk melepaskan Yerusalem. Pengebungan Yerusalem berlangsung selama empat bulan setelah kota tersebut menyetujui penyerahan diri, tetapi hanya kepada khalifah Umar secara langsung.

Umar akhirnya tiba di Yerusalem yang kemudian secara resmi menyerah pada bulan April 637. Setelah Yerusalem ditaklukkan, Abu Ubaidah dan Khalid bin Walid, yang memimpin pasukan sebanyak 17.000 orang, bergerak ke utara untuk menguasai seluruh wilayah Suriah utara.

Ia kemudian menjabat sebagai gubernur Syam setelah kemerdekaan akhir.

Abu Ubaidah bin Jarrah juga dikenal karena pernah menyerahkan seluruh pajak yang terkumpul selama masa pemerintahannya kepada penduduk Syam, khususnya bagi non-Muslim. Tindakan ini dilakukan oleh Abu Ubaidah ketika Syam menghadapi ancaman serangan Romawi.

Dikisahkan, pada suatu waktu Abu Ubaidah mendengar bahwa Heraklius, yaitu kaisar Romawi sedang menyiapkan pasukan perang yang besar untuk kembali menguasai wilayah Syam. Abu Ubaidah hanya memiliki jumlah pasukan yang sedikit dan tidak mungkin mampu mempertahankan Damaskus.

Saat itu, Abu Ubaidah mengumpulkan penduduk Syam dan menyampaikan kepada mereka bahwa dirinya yang sebelumnya telah mengenakan jizyah atau pajak untuk melindungi penduduk Syam kini tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, pada saat yang sama, Abu Ubaidah mengembalikan seluruh jizyah yang diterimanya dari kalangan non-Muslim karena ia gagal dalam melindungi mereka.

Masjid yang terletak di lokasi makam Abu Ubaidah al-Jarrah di Yordania. - (Wikimedia Commons)

Setelah uang jizyah dibayarkan, orang-orang non-Muslim terkejut dengan sikap jujur yang ditunjukkan oleh Abu Ubaidah. Kemudian para pendeta Nasrani secara bersama-sama pergi ke gereja dan kapel untuk berdoa agar umat Islam mampu menjaga kota dari serangan pasukan Heraklius. Ketika melepas keberangkatan umat Islam, para pendeta Nasrani berkata, "Semoga Tuhan mengizinkan kalian kembali ke kota ini dan menyelamatkan kami dari kekejaman Heraklius."

Ia meninggal di Syam akibat tertular wabah sampar yang sedang mewabah. Umar bin Khattab menangis ketika mendengar berita duka tersebut. "Semoga rahmat Allah mengalir kepadamu, hai saudaraku," kata Umar sebagai tanda perpisahan.

TerPopuler