Ancaman longsor susulan, warga Sulukuning diungsikan -->

Ancaman longsor susulan, warga Sulukuning diungsikan

30 Des 2025, Selasa, Desember 30, 2025
PIKIRAN RAKYAT - Bangunan di sekitar area longsor di Kampung Sulu­ku­ning, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupa­ten Purwakarta, menghadapi ancaman bencana berikutnya. Setelah kejadian yang menewaskan satu warga, penghuni rumah di sekitar lokasi diminta untuk segera meninggalkan tempat tinggalnya.

"Sekarang (pasca-bencana) ada kemungkinan longsoran tambahan, jadi kami memberi tahu pemilik rumah yang berada di atas (tebing) di perumahan tersebut untuk sementara mengungsi," kata Bupati Saepul Bahri Binzein, Senin, 29 Desember 2025.

Berdasarkan pengamatannya, terdapat beberapa rumah yang berdekatan, berada di tepi tebing yang mengalami longsoran tanah, pada hari Minggu, 28 Desember 2025 sore. Tingkat risiko longsoran tambahan dinilai lebih besar setelah dinding penahan tebing (TPT) rusak akibat bencana sebelumnya.

Binzein juga mengajak pemerintah desa serta masyarakat setempat untuk bekerja sama memperkuat struktur tanah yang tampak masih tidak stabil. Upaya penanggulangan bencana perlu segera dilakukan guna menghindari korban jiwa, seperti yang terjadi pada longsoran sebelumnya.

Jaya (51) akhirnya ditemukan pada malam Minggu setelah dilakukan operasi pencarian dan penyelamatan selama lebih dari tiga jam. Bupati yang langsung datang ke lokasi mengakui proses evakuasi menghadapi beberapa kendala.

"Evakuasi ini memang agak sulit karena (material longsoran berupa) beton yang jatuh akibat TPT yang rusak. Selanjutnya, ruang evakuasinya juga sempit sehingga kita tidak bisa memasukkan alat berat. Jadi semuanya dilakukan secara manual, kita potong, kita angkat satu per satu," katanya.

Binzein pernah menawarkan bantuan kepada warga yang rumahnya menghadapi ancaman longsoran berikutnya. Mereka diminta mencari lahan kosong di lokasi lain yang aman dari longsoran, dan pembangunan rumah baru akan didukung oleh Bupati.

Namun, rencana tersebut kemungkinan hanya dapat diwujudkan ketika kondisi cuaca membaik. Untuk saat ini, masyarakat diminta untuk sementara berpindah ke lokasi yang lebih aman guna menghindari bencana lanjutan.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta menangani paling sedikit sebelas laporan bencana alam sepanjang hari tersebut. Seluruh kejadian ini diperkirakan disebabkan oleh hujan deras yang tidak didukung oleh kesiapan saluran pembuangan air.

"Sebenarnya ada banyak laporan bencana lain yang berupa banjir genangan saja dan beberapa waktu sudah mulai surut. Kemarin yang kita tangani antara lain yang longsor, pohon tumbang menimpa rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta Heryadi Erlan.***

TerPopuler