Ancol Target 800 Ribu Pengunjung Libur Nataru, Kontribusi 10% Pendapatan PJAA -->

Ancol Target 800 Ribu Pengunjung Libur Nataru, Kontribusi 10% Pendapatan PJAA

1 Des 2025, Senin, Desember 01, 2025

Bengkalispos.com.CO.ID - JAKARTA.PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menetapkan target kunjungan sebanyak 750.000 hingga 800.000 pengunjung selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Menurut Sekretaris Perusahaan PJAA, Agung Praptono, angka tersebut diperkirakan dapat memberikan kontribusi sekitar 10% terhadap pendapatan total perusahaan pada tahun ini.

"Musim liburan Nataru selalu menjadi puncak kunjungan ke Ancol. Kami menargetkan 750 hingga 800 ribu pengunjung dan kontribusinya diperkirakan mencapai 10% dari pendapatan perusahaan," kata Agung kepada Bengkalispos.com, Senin (1/12/2025).

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, Ancol telah menyediakan berbagai program hiburan berbasis tema di seluruh area rekreasi. Dunia Fantasi (Dufan) menghadirkan tokoh Doraemon yang akan berinteraksi dan memberikan hiburan kepada pengunjung. Di sisi lain, Seaworld Ancol menampilkanSanta Underwater Feeding Show—aktivitas khusus yang umumnya menjadi pilihan utama para pengunjung saat liburan.

Saat memasuki pergantian tahun, Ancol akan menyelenggarakan festival musik yang diakhiri oleh penampilan Dewa 19.

Agung menuturkan bahwa tahun 2025 merupakan masa yang cukup berat bagi kinerja Perusahaan. Meskipun begitu, pihak manajemen tetap percaya diri bahwa target yang telah ditentukan bisa tercapai.

"Kinerja keuangan tahun ini memang penuh tantangan, namun kami tetap percaya diri dapat mencapainya sesuai rencana," katanya.

Secara keseluruhan, PJAA menetapkan target pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun pada tahun 2025 dengan laba bersih mencapai Rp 101 miliar. Target ini mengalami penurunan sekitar 13% dibandingkan pencapaian pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,26 triliun.

Penurunan target tidak terlepas dari kinerja Perseroan yang masih tertahan. Hingga kuartal III-2025, pendapatan PJAA mengalami penurunan 9,4% YoY menjadi Rp 798,52 miliar dibandingkan dengan Rp 881,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih menurun drastis sebesar 41,72% menjadi Rp 58,62 miliar dari sebelumnya Rp 100,59 miliar.

TerPopuler