Bahaya Papan Reklame Ciputat yang Nyaris Copot Kini Ditutup Spanduk -->

Bahaya Papan Reklame Ciputat yang Nyaris Copot Kini Ditutup Spanduk

30 Des 2025, Selasa, Desember 30, 2025

JAKARTA, Bengkalispos.com– Billboard di Jalan WR Supratman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Setelah dibiarkan rusak dengan kondisi seng hampir lepas, papan iklan tersebut kini hanya ditutupi spanduk putih tanpa adanya perbaikan menyeluruh pada strukturnya.

Kerusakan itu sempat mendapat perhatian masyarakat karena dianggap mengancam keselamatan pengendara.

Jika seng lepas, bahaya yang dapat menimpa pengemudi maupun penduduk sekitar dianggap cukup tinggi, terutama ketika hujan disertai angin kencang.

Saat Bengkalispos.commengunjungi lokasi pada Senin (29/12/2025), papan reklame yang sebelumnya hampir lepas tampak telah ditutupi oleh spanduk berwarna putih dengan ukuran sekitar 5 meter x 2 meter.

Meski terlihat lebih teratur, masyarakat menganggap tindakan tersebut belum mengatasi masalah pokok.

Satu tahun rusak tanpa pernah diperbaiki

Sudarman (66), seorang pengemudi ojek pangkalan di sekitar lokasi, menyatakan bahwa kerusakan papan reklame itu telah terjadi sejak sekitar setahun yang lalu.

Menurutnya, bagian las pada seng mengalami korosi sehingga menyebabkan lapisan logam terkelupas.

"Permukaan sengnya sudah berkarat dan mengelupas. Ketebalan sengnya cukup baik, tetapi untuk mobil bisa saja penyok karena ketebalannya yang agak berlebihan," kata Sudarman.

Meskipun beberapa petugas pernah memeriksa keadaan papan iklan, hingga saat ini belum ada perbaikan yang signifikan selain penutupan sementara dengan menggunakan spanduk.

"Sekarang hanya ditutup dengan spanduk putih. Masih belum diperbaiki hingga sekarang," katanya.

Ditutup setelah disorot warga

Berdasarkan pendapat Sudarman, spanduk putih hanya dipasang setelah kondisi papan reklame menjadi perbincangan dan keluhan masyarakat.

"Sejak kemarin, Sabtu malam, malam Mingguan itu. Setelah viral langsung ditutup spanduk," kata Sudarman.

Namun, ia menyesali bahwa penanganan yang dilakukan hanya bersifat sementara.

Dengan ketebalan plat baja yang dikatakan mencapai sekitar dua sentimeter, risiko kerusakan pada kendaraan atau cedera pada orang tetap ada jika bahan tersebut lepas.

"Kalau kondisi lalu lintas ramai, itu berbahaya juga, karena kondisi sengnya agak tebal, jadi kalau sampai terjatuh dan mengenai mobil, bisa merusak mobilnya, bahkan menyebabkan kemiringan," ujar Sudarman.

Warga meminta agar dibongkar atau diperbaiki secara permanen

Kekhawatiran yang sama diungkapkan Dana (46), petugas parkir yang sehari-hari berada di sekitar area tersebut.

Ia menyampaikan bahwa penutupan menggunakan spanduk tidak menjamin keamanan, terutama ketika cuaca tidak baik.

"Jika dipasang spanduk seperti itu, sedikit lebih aman. Namun, jika spanduknya sudah dilepas, kondisinya kembali berbahaya. Terlebih lagi jika cuaca hujan deras dan ada angin, itu benar-benar menakutkan," ujar Dana.

Warga telah menginformasikan keadaan papan iklan tersebut kepada pemilik lahan, yang selanjutnya menyampaikannya kepada pengelola papan iklan.

Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan mengenai perbaikan seng yang rusak.

Sudah melaporkan juga kepada pemilik lahan. Pemilik lahan langsung menghubungi pusat, yaitu pemilik papan reklame ini. Hanya saja dari pihak pusat belum ada respons sama sekali," katanya.

Ia berharap terdapat tindakan nyata untuk keamanan bersama, baik melalui perbaikan menyeluruh maupun penghapusan papan reklame.

"Saya pribadi lebih baik diperbaiki dengan benar, atau jika tujuannya untuk kebaikan maka lebih baik dihancurkan saja. Karena kalau angin besar nanti goyang," kata Dana.

Meski kini hanya tertutup oleh spanduk putih, masyarakat menganggap ancaman belum benar-benar berlalu.

Sementara perbaikan tetap belum dilakukan, papan iklan di Ciputat masih menimbulkan rasa khawatir bagi pengendara yang melewati jalur tersebut setiap hari.

(Jurnalis: Intan Afrida Rafni | Editor: Abdul Haris Maulana, Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

TerPopuler