
PORTAL PATI
– Tahun baru sering dikaitkan dengan kegiatan memanggang atau BBQ bersama keluarga dan teman. Namun, masalah utama yang sering muncul adalah kesulitan dalam menyalakan arang. Banyak orang memilih cara instan dengan menggunakan bensin atau minyak tanah.Meskipun demikian, membakar arang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sangat tidak dianjurkan. Selain berisiko karena api dapat menyebar, baunya akan menempel pada daging atau jagung, sehingga mengganggu rasa dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Kemudian, bagaimana cara menyalakan arang secara alami agar cepat menyala? Berikut ini 4 cara efektif dan aman yang bisa Anda coba.
Mengapa Sebaiknya Menghindari Bensin Saat Memanggang?
Sebelum mempelajari tekniknya, penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa pori-pori arang sangat mudah menyerap bau. Penggunaan bensin atau solar akan meninggalkan sisa kimia yang menyebabkan makanan beraroma "knalpot". Selain itu, suhu api dari BBM cenderung tidak stabil dan mudah padam jika arang belum benar-benar matang.
1. Metode "Gunung Api" menggunakan Minyak Goreng Bekas
Ini merupakan metode paling hemat dan efisien yang dapat dilakukan di rumah. Minyak goreng memiliki titik didih yang tinggi sehingga api tetap menyala lebih lama dan stabil.
-
Bahan:Kertas tisu dapur (tisu untuk makan) dan minyak goreng yang sudah digunakan.
-
Cara:Ambil 2-3 lembar kertas tisu, gulung, lalu rendam sebagian di dalam minyak goreng. Letakkan tisu di bagian tengah alat pembakar, kemudian susun arang mengelilingi tisu dalam bentuk kerucut atau gunung berapi. Bakar ujung tisu tersebut.
-
Hasil:Kertas tisu dapat berperan sebagai sumbu yang membakar arang secara perlahan hingga berubah menjadi bara tanpa menimbulkan bau yang menyengat.
2. Menggunakan Kerupuk Kaleng yang Kekurangan Tekanan
Mungkin terdengar tidak biasa, tetapi kerupuk merupakan bahan penghasil api yang sangat baik. Kandungan minyak yang tinggi pada kerupuk membuatnya mudah menyala dan tahan lama.
-
Cara:Letakkan beberapa potong kerupuk di antara tumpukan arang, kemudian bakar kerupuk tersebut. Api dari kerupuk akan menyebar ke arang secara sangat efisien.
3. Penggunaan Sarang Telur (Karton Telur)
Kemasan telur yang terbuat dari kertas daur ulang merupakan bahanstarter api yang sangat baik.
-
Cara:Kardus telur dirobek-robek, kemudian ditempatkan di bagian paling bawah panggangan, setelah itu tumpuk arang di atasnya. Bakar kardus tersebut. Sifat tekstur kardus yang berongga membantu menjaga api agar tetap menyala cukup lama sehingga mampu menyalakan arang.
4. Teknik "Chimney Starter" Manual Menggunakan Kaleng Bekas
Jika Anda menginginkan hasil yang berkualitas, Anda mungkin dapat membuat alat penghidup sederhana.
-
Cara:Gunakan kaleng bekas yang kedua ujungnya telah terbuka. Letakkan kertas koran di bagian bawah kaleng, lalu isi bagian atasnya dengan arang. Bakar kertas dari bawah. Kaleng akan menghasilkan efek cerobong asap yang mengumpulkan panas ke arang. Ketika arang mulai menyala (berwarna merah), tuangkan ke panggangan.
Saran Tambahan agar Kayu Cepat Berubah Menjadi Arang
Untuk mempercepat proses pembakaran, perhatikan hal-hal berikut:
-
Jangan Langsung Dikipas:Biarkan api dari korek (kertas tisu/keripik) membakar arang secara alami terlebih dahulu. Mengibas terlalu cepat justru dapat memadamkan api yang baru mulai menyala.
-
Gunakan Arang Berkualitas:Pilih arang dari kayu keras atau briket yang kering. Arang yang basah akan menghasilkan banyak asap dan sulit untuk menyala.
-
Tanda Arang Siap Digunakan:Jangan mulai memasak saat api masih menyala tinggi. Tunggu hingga arang berubah menjadi abu-abu keputihan dengan inti merah. Ini merupakan suhu paling stabil untuk memanggang.
***