
Ringkasan Berita:
- Harga tiket pesawat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah mengalami kenaikan yang signifikan, Senin (1/12/2025).
- Peningkatan harga terjadi pada rute penerbangan Bener Meriah- Kualanamu, Sumatra Utara serta Bener Meriah ke Banda Aceh.
- Informasi tambahan mengenai kenaikan harga tiket pesawat di Bandara Rembele ini disebabkan oleh penggunaan sistem charter pada pesawat.
Liputan Jurnalis Gayo Bustami | Bener Meriah
Gayo.com, REDELONG - Harga tiket pesawat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah mengalami kenaikan signifikan, Senin (1/12/2025).
Peningkatan harga terjadi pada rute penerbangan Bener Meriah-Kualanamu, Sumatra Utara serta Bener Meriah menuju Banda Aceh.
Nurhayati, salah satu penduduk asli Tanjung Pura, Sumatra Utara, saat diwawancarai di Bandara Rembele mengatakan bahwa harga tiket pesawat untuk rute Bener Meriah-Kualanamu hari ini mencapai Rp 3.500.000 per orang.
Kami kemarin membeli tiket pesawat Wings Air ke Kualanamu dengan harga Rp 3.500.000 per orang.
Informasinya, jika besok harga kembali naik mencapai Rp 5.000.000 per orang," katanya.
Harga tersebut terlihat meningkat tajam jika dibandingkan dengan harga tiket pesawat pada hari biasa yang mencapai Rp 501.500 per orang untuk penerbangan perintis maskapai Susi Air rute Bener Meriah-Kualanamu.
Penyebab Kenaikan Harga Tiket
Informasi tambahan mengenai kenaikan harga tiket pesawat di Bandara Rembele ini disebabkan oleh penggunaan sistem charter pada pesawat.
Atau dengan kata lain, penyewaan pesawat khusus yang ditujukan kepada satu atau sekelompok penumpang atau barang, yang tidak termasuk dalam jadwal penerbangan biasa.
Sementara untuk rute penerbangan Bener Meriah ke Banda Aceh dengan pesawat Susi Air, harga tiket mencapai Rp 8.000.000 per orang.
"Harga tiket ke Banda Aceh meningkat, karena sistem pesawat menggunakan sewa," katanya.
Meski harga tiket naik, ratusan warga terlihat membanjiri Bandara Rembele Bener Meriah dalam rangka melakukan penerbangan.
"Yang penting adalah ada penerbangan, seberapa mahal tiketnya kita beli, yang penting bisa pulang bertemu keluarga," kata Nurhayati saat menunggu pesawat menuju Sumatra Utara.
Akses Jalan Masih Terputus
Saat ini, situasi yang terjadi di Bener Meriah belum menunjukkan perubahan, akses jalan masih terganggu, pasokan listrik terputus, serta jaringan komunikasi tidak berfungsi.
Hanya ada satu jalan yang dapat digunakan untuk masuk ke wilayah tengah atau keluar, yaitu melalui jalur udara.
Sehingga masyarakat "mendatangi" Bandara Rembele yang terletak di Bener Meriah.
Penerbangan hanya menghubungkan rute antara Bener Meriah dengan Sumatra Utara (Sumut) serta Bener Meriah dan Banda Aceh.
Saat penumpang meningkat, jumlah pesawat justru sangat terbatas.
Tidak hanya itu, sebagian warga juga memilih berjalan kaki melewati gunung melalui jalur KKA Bener Meriah menuju Aceh Utara dan Bener Meriah ke Kabupaten Bireuen.
Titik Longsor di Gunung Salak Berhasil Ditembus
Informasi tambahan yang dikumpulkan Gayo.com menyebutkan bahwa dua titik longsor di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara telah berhasil dilewati oleh tim lapangan.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M Nasir SIP MPA, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Aceh, berdasarkan laporan dari Tim PUPR yang bekerja sejak awal masa tanggap darurat.
Menurut Nasir, perkembangan ini diterima Posko melalui rekaman video dan foto yang dikirim pada Senin (1/12/2025).
Petugas PUPR di lapangan melaporkan bahwa dua lokasi tanah longsor telah berhasil dilalui.
Ini adalah kemajuan yang signifikan dalam mempercepat proses normalisasi akses di wilayah tersebut," katanya.
Menurut Sekretaris Daerah Aceh, Gunung Salak merupakan jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dengan Bener Meriah.
Sejak bencana terjadi, jalur tersebut mengalami beberapa longsoran besar yang menyebabkan akses tertutup sepenuhnya dan mengganggu pergerakan masyarakat serta pengiriman logistik.
Saat ini, Tim PUPR Bener Meriah bekerja sama dengan Tim PUPR Aceh terus berupaya tanpa henti, baik siang maupun malam, untuk membuka semua titik longsor yang masih tersisa.
Tindakan percepatan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah untuk memastikan keterhubungan antara Aceh Utara dan Bener Meriah.
Kami sangat menghargai usaha keras tim di lapangan yang terus berjuang untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir.
Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mempercepat pembukaan jalan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat," tutupnya.(*)