Hari ke-1.363 Perang Rusia-Ukraina: Radiasi Chornobyl Rusak Sejak Februari -->

Hari ke-1.363 Perang Rusia-Ukraina: Radiasi Chornobyl Rusak Sejak Februari

7 Des 2025, Minggu, Desember 07, 2025
Hari ke-1.363 Perang Rusia-Ukraina: Radiasi Chornobyl Rusak Sejak Februari
Ringkasan Berita:
  • Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.363 dengan pertarungan terus berlangsung dan usaha perdamaian belum menunjukkan perkembangan.
  • Diskusi antara Ukraina dan Amerika Serikat di Miami tidak menghasilkan kemajuan, sementara Zelensky bersiap menghadapi para pemimpin Eropa untuk membicarakan perdamaian.
  • Rusia terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur Ukraina, termasuk kota Kremenchuk dan instalasi energi.
  • Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan kerusakan pada lapisan pelindung radiasi di Chernobyl, sementara Hongaria sedang mengeksplorasi kemungkinan kerja sama bisnis dengan Rusia.

NEWS.COM -Pertempuran Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.363 pada Minggu (7/12/2025).

Perselisihan yang berlangsung lama ini dimulai dari ketegangan yang masih ada setelah kejatuhan Uni Soviet pada tahun 1991.

Setelah Ukraina mengumumkan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow selalu tidak stabil, dihiasi oleh persaingan kekuasaan dan saling curiga dalam bidang politik serta keamanan.

Puncak ketegangan terjadi pada 2014 saat Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dianggap memiliki hubungan dekat dengan Rusia.

Tidak lama setelah itu, Rusia mengambil alih Krimea dan mendukung kelompok pemberontak di wilayah Donbas.

Tegangan itu berubah menjadi konflik besar pada Februari 2022, ketika Rusia memulai serangan penuh terhadap wilayah Ukraina.

Sampai saat ini, pertempuran terus berlangsung tanpa ada kejelasan kapan akan berakhir.

Diketahui, perisai pelindung di atas reaktor nuklir yang mengalami bencana Chornobyl, yang ditabrak pesawat tanpa awak pada bulan Februari, tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai penghalang radiasi.

Konflik yang sebelumnya dianggap sebagai masalah perebutan wilayah kini berkembang menjadi persaingan kepentingan geopolitik, perang narasi kekuatan global, serta taruhan terhadap sistem keamanan internasional.

Banyak pakar menganggap akar masalah sangat kompleks, sehingga jalannya menuju perdamaian masih terasa jauh dan penuh tantangan.

Berikut ringkasan perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.363 pada Minggu (7/12/2025):

1) Pembicaraan Ukraina-Amerika Serikat di Miami Tanpa Kemajuan

Pertemuan tiga hari antara pejabat Ukraina dan Amerika Serikat di Miami, Florida, berakhir tanpa kesepakatan pada Sabtu (6/12/2025) malam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa ia terlibat dalam panggilan telepon yang ia sebut "sangat bermakna dan positif" bersama utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Dilansir dari The Guardian, Zelensky menyatakan bahwa Ukraina akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam upaya mencapai perdamaian.

Ia mengatakan kedua belah pihak telah sepakat mengenai langkah dan bentuk diskusi berikutnya.

2) Zelensky Akan Berjumpa dengan Pemimpin Eropa di London

Zelensky akan melanjutkan perjalanan diplomatiknya dengan mengunjungi London pada Senin (8/12/2025).

Ia akan berjumpa dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Macron menyebutkan bahwa pertemuan tersebut akan membahas tahapan negosiasi perdamaian.

Empat pemimpin tersebut sebelumnya hadir dalam pertemuan virtual dua minggu lalu untuk membahas rencana penempatan pasukan perdamaian Eropa jika tercapai kesepakatan damai.

3) Macron Mengutuk Peningkatan Tindakan Rusia

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik tindakan Rusia yang menurutnya semakin memperburuk ketegangan.

Ia menyatakan bahwa Prancis dan Amerika akan terus bekerja sama dalam memastikan keamanan bagi Ukraina, karena tanpa hal tersebut perdamaian yang stabil tidak dapat dicapai.

Macron menekankan bahwa negara-negara Barat harus terus memberikan tekanan kepada Rusia agar memilih jalan perdamaian.

4) Serangan Rusia Menyebabkan Pemadaman Listrik di Kremenchuk

Pasukan Rusia pada hari Sabtu (6 Desember 2025) malam melakukan serangan udara bersama terhadap fasilitas di kota Kremenchuk, bagian tengah Ukraina.

Serangan itu mengakibatkan pemadaman listrik dan air di beberapa daerah, ujar Wali Kota Vitalii Maletskyi pada hari Minggu (7/12/2025).

Kota Kremenchuk, yang berada di sepanjang Sungai Dnipro, merupakan pusat industri utama dan tempat dari salah satu pabrik minyak terbesar di Ukraina.

Pada tahun 2022, serangan udara yang terjadi di pusat perbelanjaan Kremenchuk mengakibatkan kematian minimal 21 orang.

Maletskyi menyebutkan bahwa layanan kota sedang berupaya mengembalikan pasokan listrik, air, dan pemanas.

Ia menyatakan penilaian kerusakan akan dilakukan pada hari Minggu (7/12/2025).

"Ikuti semua yang akan kami perbaiki," katanya.

5) Rusia Mengirimkan 700 Pesawat Tanpa Awak dan Rudal ke Ukraina

Rusia mengirim lebih dari 700 pesawat tanpa awak dan rudal ke Ukraina pada malam Jumat (5/12/2025).

Serangan tersebut mengarahkan fokusnya pada fasilitas kritis seperti pembangkit listrik dan jalur kereta api.

Serangan itu menyebabkan pemadaman listrik dan air yang dialami oleh ribuan keluarga.

"Tujuan utama serangan ini, sekali lagi, adalah instalasi energi," kata Presiden Zelensky.

"Tujuan Rusia ialah menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan penduduk Ukraina," katanya.

6) IAEA: Penghalang Radiasi Chernobyl Rusak

Penghalang pelindung di atas reaktor nuklir Chornobyl tidak beroperasi secara penuh setelah terkena serangan drone pada bulan Februari lalu.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada struktur "penahanan aman baru", yang dibangun dengan biaya sebesar 1,5 miliar euro dan dipasang pada tahun 2019.

Berdasarkan laporan IAEA, hasil pemeriksaan minggu lalu menunjukkan adanya kerusakan parah pada bagian besi akibat serangan pesawat tak berawak tersebut.

7) Perdana Menteri Hongaria Mengirimkan Tim Bisnis ke Rusia

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán mengumumkan rencana untuk mengirimkan tim bisnis ke Rusia sebagai bagian dari usaha untuk mempercepat berakhirnya konflik di Ukraina.

Orbán mengakui bahwa ia telah berdiskusi dengan Washington dan Moskow terkait rencana tersebut, namun tidak mampu menjelaskan seluruh rincian.

Ia menyatakan bahwa jika perang dapat berakhir tanpa melibatkan Hongaria.

"Jika Amerika mampu mengembalikan Rusia ke dalam ekonomi global serta mencabut sanksi yang diberlakukan, kondisinya akan sangat berbeda bagi perekonomian Eropa," katanya.

8) Perusahaan asal Hongaria pertimbangkan pengambilalihan aset energi Rusia

Media Hongaria melaporkan bahwa perusahaan minyak dan gas MOL sedang mempertimbangkan pembelian pabrik pengolahan dan tempat pengisian bahan bakar di Eropa yang dimiliki oleh grup Rusia Lukoil dan Gazprom.

Kedua perusahaan energi tersebut sedang menghadapi sanksi dari Amerika Serikat.

Dibawah kepemimpinan Orbán, Hungaria masih mengandalkan minyak dan gas dari Rusia.

Di sisi lain, negara-negara Eropa lainnya telah mengembangkan sumber impor energi mereka sejak invasi Rusia pada Februari 2022.

(news.com/Andari Wulan Nugrahani)

TerPopuler