Huey vs Colt, Helikopter Amerika Menghancurkan Pesawat Vietcong di Perang Vietnam -->

Huey vs Colt, Helikopter Amerika Menghancurkan Pesawat Vietcong di Perang Vietnam

9 Des 2025, Selasa, Desember 09, 2025

Pada masa Perang Vietnam, terjadi pertempuran udara di mana helikopter UH-1D Huey dari angkatan darat melakukan serangan terhadap dua pesawat angkut ringan buatan Rusia milik Vietnam Utara, yaitu Antonov An-2, dalam Pertempuran Lima Site 85.

Penulis: A. Winardi, tayang perdana di Majalah Angkasa dengan judul "Huey vs Colt dalam Perang Vietnam"

---

Bengkalispos.com hadir di channel WhatsApp, ikuti dan dapatkan berita terbaru kami di sini.

---

Bengkalispos.comOnline.com -Meskipun terjadi secara kebetulan, helikopter angkut pada masa Perang Vietnam ternyata mampu menghancurkan pesawat lawan dalam pertempuran udara (dogfight) sengit. Keberhasilan helikopter jenis UH-1D Huey menghancurkan An-2 Colt itu masih menjadi topik pembicaraan di kalangan pilot Amerika Serikat hingga kini.

Selain menjadi pertandingan yang hebat, Perang Vietnam (1954-1975) juga menjadi pertarungan udara yang sangat berbahaya. Ratusan pesawat tempur dari kedua belah pihak yang bertikai, termasuk yang dimiliki Vietnam Utara yang didukung oleh Rusia maupun Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika Serikat, saling bersaing sengit di udara untuk menghancurkan pesawat lawan.

Bukan hanya pesawat tempur, helikopter angkut Amerika Serikat juga ikut terlibat dalam pertempuran udara. Bahkan pada suatu pertempuran, helikopter tersebut mampu menghancurkan pesawat Vietnam Utara di wilayah pegunungan paling curam, Phou Pha Thi, Laos.

Selama Perang Vietnam, Laos sebenarnya merupakan negara yang tetap netral. Mereka melarang siapa pun menggunakan wilayahnya sebagai basis militer. Namun, berkat pendekatan yang tekun dari duta besar Amerika Serikat untuk Laos, William H Sullivan, pemerintah Laos yang dipimpin oleh Pangeran Souvanna memberikan izin bagi kawasan puncak gunung Phou Pha Thi menjadi pos pengintaian rahasia milik AS dan CIA.

Diuntungkan

Pemerintah Laos merasa untung dengan keberadaan pos pengintaian tersebut. Bagi mereka, pos itu dapat dimanfaatkan untuk mengawasi warga Laos yang menjadi pendukung Vietnam Utara (Vietcong) yang dikenal sebagai Gerilyawan Pathet Lao.

Puncak gunung tersebut sebenarnya merupakan tempat suci dan pusat kepercayaan bagi masyarakat pedalaman Laos, yaitu suku Hmong dan Yeo. Namun, bagi militer Amerika Serikat dan CIA, puncak gunung itu menjadi pos pengintaian yang penting serta lokasi ideal untuk memasang radar.

Selama Perang Vietnam – serta saat perang saudara terjadi di Laos – kawasan pegunungan Phou Pha Thi yang memiliki ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut memang menjadi area penting untuk mengawasi pergerakan musuh. Jarak antara puncak gunung tersebut dengan perbatasan Vietnam Utara sekitar 24 km. Sementara itu, jarak dari ibu kota Laos mencapai 48 km. Dari posisi ini, wilayah Laos dan Vietnam, khususnya bagian utara, dapat dilihat dengan jelas.

Saat Perang Vietnam, Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dan CIA bahkan telah membangun pangkalan udara (air strip) dan pos pengintaian yang tetap. Fasilitasair stripsepanjang 210 meter yang terletak di lembah bawah puncak Phou biasanya digunakan sebagai tempat pendaratan pesawat dan helikopter. Sementara yang satu lagiair strip, yang berukuran 700 meter, digunakan sebagai basis rahasia pesawat kecil CIA. Lokasiair stripini terletak di salah satu lembah yang disebut Lima Site 85 – rute penerbangan rahasia CIA menuju Laos, Filipina, Thailand, dan Vietnam selama Perang Vietnam yang dikenal sebagai Air America.

Selain digunakan sebagai tempat pendaratan helikopter, Lima Site 85 juga berfungsi sebagai pangkalan radar yang mengoperasikan sistem navigasi udara taktis (Tactical Air Navigation System atau TACAN). Tugas dari radar TACAN adalah membimbing pesawat tempur dan pesawat pengebom Angkatan Udara Amerika Serikat saat menyerang target di wilayah Vietnam Utara. Dengan bantuan panduan radar TACAN dari puncak gunung Phou, jarak terbang pesawat pengebom AS menjadi lebih efisien dan sasaran yang diserang bisa dihancurkan dengan akurasi yang lebih tinggi. Jalur pasokan logistik Vietcong yang melintasi dari Laos hingga Vietnam, dikenal sebagai Jalur Ho Chi Minh, juga dapat diamati secara visual dari puncak gunung Phou Pha Thi.

Untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatannya, pada tahun 1967, USAF melakukan perubahan terhadap...upgraderadar TACAN yang digunakan bersama dengan radar pengarah pesawat pengebom dan pesawat tempur yang lebih canggih serta mampu beroperasi dalam segala kondisi cuaca, dikenal sebagai AN/TSQ-81. Kehadiran radar yang baru ini terbukti sangat signifikan. Pesawat-pesawat pengebom Angkatan Udara AS dapat menyerang target secara tepat di segala cuaca, baik siang maupun malam.

Dalam operasi militer dengan nama Commando Club, personel USAF dan CIA dapat bekerja dengan tenang dan aman karena lokasi pangkalan rahasia mereka belum diketahui oleh militer Vietnam Utara. Saat berada di Laos, anggota militer AS dan CIA berpura-pura sebagai teknisi sipil dari Lockheed yang bertugas merawat pesawat-pesawat milik Laos. Padahal sesungguhnya mereka merupakan anggota dari satuan militer 1stGrup Komunikasi Mobile yang berkedudukan di Udorn Royal Thai Air Force Base, Thailand, dan melakukan tugas secara bergilir.

Untuk kebutuhan logistik personel USAF yang menjalankan sistem TACAN, setiap minggu dilakukan penerbangan rahasia oleh satuan 20.thSatuan Operasi Khusus. Seorang pilot tentu harus memiliki semangat yang tangguh dan terampil dalam terbang di antara tebing gunung. Penerbangan tersebut dimulai dari Pangkalan Udara.

Untuk melindungi Lime Site 85, CIA secara rahasia bekerja sama dengan jenderal militer Laos dari suku Hmong yang bernama Jenderal Vang Pao. Berkat kontribusinya, CIA mampu membentuk pasukan paramiliter dari suku Hmong sebanyak 1.000 orang. Tugas mereka adalah menjaga keamanan fasilitas di wilayah Lime Site 85. Pasukan paramiliter yang terampil dalam perang gerilya ini dilengkapi beberapa senapan mesin anti-serangan udara serta beberapa meriam lapangan Howitzer.

Pasukan militer bersenjata dibagi menjadi dua kelompok. 200 anggota bertugas menjaga fasilitas CIA dan USAF yang terletak di puncak gunung, sedangkan 800 lainnya bertanggung jawab atas pengamanan area lembah yang memiliki duaair stripKekuatan pasukan tempur tersebut juga siap diaktifkan untuk menghadapi serangan pasukan Vietnam Utara jika tiba-tiba muncul.

Dan anggota CIA telah memperkirakan bahwa serangan tersebut pasti akan terjadi. Dan benar, pasukan Vietnam Utara yang akhirnya mengetahui lokasi basis rahasia itu melakukan serangan artileri pada 10 Januari 1986.

Dogfight legendaris

Namun serangan tersebut dianggap kurang efektif karena bersifat acak dan tanpa arahan tembakan dari pasukan infanteri. Tapi masalahnya, jika ada pasukan infanteri yang memasuki perbatasan Laos justru akanberabedapat memicu perang darat melawan pasukan dari Laos maupun Thailand.

Oleh karena itu, dalam serangan tersebut, Vietnam Utara menggunakan empat pesawat angkut ringan buatan Rusia yang diberi nama Antonov An-2 Colt bersayap ganda alih-alih pesawat tempur jet. Meskipun demikian, pesawat pengangkut ini sudah dilengkapi dengan pod peluncur roket berukuran 57mm di bagian sayapnya, serta membawa mortir berukuran 120mm yang siap ditembakkan untuk menghancurkan lawan.

Serangan udara dilakukan pada 12 Januari 1968. Pada hari itu, empat pesawat An-2 Colt terbang dari pangkalan udara yang berada di sebelah timur laut Vietnam Utara. Pesawat-pesawat tersebut terbang secara beriringan menuju wilayah udara Laos.

An-2 merupakan pesawat pengangkut yang umumnya digunakan di area pertanian untuk menyemprot tanaman serta mengangkut atlet paralayang. Namun, dalam situasi tertentu, pesawat ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan militer. Terlebih lagi, An-2 mampu terbang dari landasan pendek yang tidak dilapisi aspal.

Empat pesawat An-2 yang terbang ke Lima Site 85 segera diketahui kehadirannyaspotterPetugas CIA yang sedang bertugas. Meskipun demikian, mereka tidak menduga bahwa empat pesawat yang terbang perlahan akan melakukan serangan.

Tiba-tiba dua pesawat An-2 yang melewati puncak Phou Pha Thi, tempat terletaknya pangkalan radar, melepaskan mortir melalui pintu yang ada di lantai pesawat. Sementara itu, dua pesawat An-2 lainnya berputar di udara untuk bersiap menghadapi serangan berikutnya sambil melakukan pengintaian. Salah satunya kemudian menuju pangkalan Lima Site 85.

Ledakan hujan mortir segera menghasilkan suara yang sangat keras. Dengan posisi terbang rendah, dua pesawat An-2 yang bertugas menyerang pangkalan radar lalu melepaskan roket-roket berukuran 57mm ke sasaran.

Serangan roket tersebut kemudian dijawab dengan tembakan senapan mesin anti-udara yang dilakukan oleh pasukan paramiliter suku Hmong. Satu pesawat An-2 terkena serangan dan jatuh ke dalam hutan yang terletak di kaki gunung.

Ditembak jatuh

Saat menghadapi serangan, petugas yang bertugas di Lembaga 85 segera menghubungi Air America untuk mengirim helikopter yang dilengkapi senapan mesin. Mereka percaya bahwa An-2 bisa dikalahkan dengan helikopter karena kecepatan terbangnya lebih rendah dibandingkan helikopter UH-1D Huey.

Ternyata pada saat itu, pilot Air America Kapten Ted Moore sedang mengemudikan helikopter Huey menuju Lima Site 85 untuk membawa logistik berupa senjata dan amunisi. Ted yang melihat serangan pesawat-pesawat Vietnam Utara menganggapnya sebagai "serangan udara seperti zaman Perang Dunia I".

Kapten Ted Moore kemudian mengemudikan Huey-nya tepat di atas An-2. Selanjutnya, dia memerintahkan krunya, Glenn Woods, untuk menembak An-2 menggunakan senapan serbu AK-47. An-2 tersebut akhirnya terbakar dan jatuh meluncur ke lereng gunung. Setelah melihat dua An-2 tertembak, dua yang lain segera...ngibrit, kembali ke kandangnya di Vietnam Utara.

Keberhasilan Kapten Moore dan Glenn Woods dalam menembak jatuh An-2 ternyata menjadi yang terakhir kalidogfightLegenda antara helikopter dan pesawat sayap ganda. Angkatan Udara Vietnam Utara merasa malu dalam kejadian tersebut.

Oleh karena itu, pilihan untuk menghancurkan pangkalan radar di puncak gunung Phou Pha Thi semakin mendapat perhatian utama. Pasukan Vietnam Utara kemudian merencanakan serangan yang lebih terarah dengan kekuatan besar untuk menguasai wilayah Lima Site 85.

Setelah mengalami beberapa pertempuran sengit, kawasan Phou Pha Thi akhirnya jatuh ke tangan Vietnam Utara pada bulan November 1968.

Dalam pertempuran untuk mempertahankan pangkalan Lima Site 85, sebelas anggota USAF gugur dan hilang selama tugas mereka.missing in action(MIA). Upaya pencarian tubuh mereka tetap dilakukan hingga tahun 2012, namun tidak semua berhasil ditemukan.

Meskipun Amerika Serikat dianggap kalah dalam Perang Vietnam, kisah pahlawan helikopter Huey yang berhasil menggulingkan An-2 menjadi cerita unik. Masih menjadi topik pembicaraan para pilot helikopter tempur AS hingga saat ini.

TerPopuler