Israel Klaim Tembak Mati Warga Palestina, Video Ungkap Fakta Berbeda -->

Israel Klaim Tembak Mati Warga Palestina, Video Ungkap Fakta Berbeda

22 Des 2025, Senin, Desember 22, 2025

Bengkalispos.com.CO.ID, TEL AVIV -- Pasukan militer Israel menembak seorang warga Palestina yang diperkirakan melemparkan balok ke arah tentara pada hari Sabtu selama operasi di kota Qabatiya, wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Namun video yang dinilai olehCNNmenunjukkan seorang prajurit menembak remaja itu saat korban berada hanya beberapa meter dari pelaku.

Dalam pernyataan sebelumnya, militer tidak menggunakan kata "diduga" dan menyebutkan bahwa orang tersebut melemparkan balok ke arah prajurit.

Warga Palestina tersebut dikenali sebagai Rayan Muhammad Abdul Qader Abu Mualla, berusia 16 tahun, menurut Kementerian Kesehatan.

Merujuk pada Otoritas Umum Urusan Sipil Palestina (PGACA), yang menyatakan bahwa jenazahnya masih ditahan oleh Israel setelah ia gugur di wilayah Al-Sab'aneh di Qabatiya.

Video kamera pengawasan berdurasi 26 detik yang diunggah di media sosial dan disesuaikan oleh CNNke Al-Sab'aneh, menunjukkan saat pasukan Israel melepaskan tembakan terhadap Abu Mualla.

Di dalam video tersebut, seseorang berjalan melewati gang menuju dua prajurit yang mengenakan helm dan sebagian bersembunyi di balik sudut. Orang itu hampir sampai di sudut ketika salah satu prajurit mengangkat senjata dan menembak dari jarak dekat, sehingga orang tersebut terjatuh ke belakang.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan dalam pernyataannya awal bahwa prajurit mereka diserang oleh seorang 'teroris'.

Namun dari video tersebut yang menampilkan 18 detik sebelum penembakan, tidak terlihat adanya pelemparan balok dari gang tempat remaja Palestina itu berasal. Meskipun tangan kiri korban tertutup, tidak jelas apakah korban benar-benar mengancam.

Belum diketahui siapa yang mengabadikan rekaman video tersebut, siapa yang pertama kali membagikannya, atau apa yang terjadi sebelum video dimulai.

Pada hari Sabtu, situs berita Israel Ynet merilis foto tangan kiri Abu Mualla yang memegang sepotong beton, yang diambil setelah ia meninggal.

CNNtidak mampu memastikan apakah foto tersebut menunjukkan orang yang sama dalam rekaman keamanan. Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel menghalangi petugas darurat mereka dalam mencapai tempat kejadian penembakan.

Sejumlah video yang dipetakan lokasinya oleh CNN menunjukkan sebuah mobil ambulans dengan lampu peringatan menyala, berhenti sekitar 650 kaki dari tempat kejadian penembakan.

 
 

Ditanya mengenai komentar terkait video tersebut dan tuduhan bahwa petugas darurat dihalangi untuk sampai ke Abu Mualla, IDF menyatakan, “Kemarin (Sabtu), seorang warga Palestina yang diduga melemparkan batu ke arah tentara IDF ditembak. Kejadian ini sedang dalam pemeriksaan.”

Pada malam Sabtu, sekolah Abu Mualla mengumumkan melalui Facebook bahwa sekolah akan ditutup pada hari Minggu sebagai bentuk penghormatan dan untuk mempercepat pelaksanaan ujian seminggu.

Pada kejadian terpisah pada hari Sabtu, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pasukan IDF menembak dan membunuh seorang pria Palestina berusia 22 tahun bernama Ahmed Saed Ziyoud di Silat al-Harathiya, sebuah kota yang terletak di utara Jenin di Tepi Barat.

IDF mengumumkan melalui pernyataan di Telegram bahwa mereka menembak seseorang di Silat al-Harathiya yang "melemparkan bahan peledak" ke arah tentara.

Pada hari Minggu, sayap militer Gerakan Jihad Islam di Palestina menyatakan bahwa orang tersebut merupakan seorang pejuang dari Batalyon Al-Quds. Ia ditembak oleh pasukan penembak jitu Israel saat pasukan IDF melakukan serbuan ke kota tersebut.

TerPopuler