Jenderal Ungkap Krisis Personel Militer Israel Terparah dalam Sejarah -->

Jenderal Ungkap Krisis Personel Militer Israel Terparah dalam Sejarah

1 Des 2025, Senin, Desember 01, 2025

Bengkalispos.com.CO.ID, TEL AVIV -- Pasukan bersenjata Israel saat ini sedang menghadapi "krisis kekurangan tenaga kerja terburuk dalam sejarah" karena adanya kekurangan besar personel. Hal ini disampaikan oleh seorang jenderal yang juga seorang analis militer, Itzhak Brik dalam tulisannya di koran tersebut.Maariv, Ahad (30/11/2025).

Menurut Brik, ribuan tentara Israel dalam beberapa bulan terakhir menghindari tugas mereka, baik dengan menolak panggilan militer atau menolak memperpanjang kontrak mereka. Dalam dua tahun perang genosida yang dilakukan Israel di Gaza, militer Israel kehilangan 923 prajurit dan 6.399 lainnya luka-luka, sementara sekitar 20 ribu tentara lainnya mengalami gangguan mental akibat perang.

Di bawah pengawasan ketat militer, TNI diduga menyembunyikan jumlah korban yang lebih besar agar tetap menjaga semangat pasukan. Brik menyebutkan bahwa banyak tentara segera meninggalkan tugas dan rekrutan baru menolak untuk mengikuti kontrak jangka panjang, yang berdampak pada meningkatnya kekurangan personel profesional di kalangan militer Israel.

Brik menambahkan, penurunan drastis dalam jumlah sumber daya saat ini melemahkan sektor perawatan alat militer dan operasional sistem perang. Ia memperingatkan, bahwa kondisi ini bisa segera menyebabkan Angkata Darat mengalami "kehilangan kemampuan untuk berfungsi secara keseluruhan".

Pasukan Israel menahan penduduk Palestina yang ingin kembali ke rumah mereka di kamp pengungsi Nur Shams di kota Tulkarem, Tepi Barat, pada Selasa, 18 November 2025. - ( AP Photo/Majdi Mohammed)

Brik menyalahkan "keputusan yang tidak tepat" oleh kepala dan staf yang terus berlangsung selama beberapa tahun terakhir, termasuk pengurangan jumlah personel serta pemangkasan masa tugas -- tiga tahun untuk laki-laki dan dua tahun untuk perempuan -- yang menurut Brik menyebabkan "celah besar yang sulit segera diperbaiki."

"Kondisi ini mendorong staf berpengalaman yang tidak memiliki tugas tetap untuk meninggalkan prajurit yang belum siap menjalani tanggung jawabnya dalam menghadapi tantangan di medan perang saat ini," ujar Brik.

Menurut Brik, divisi sumber daya militer Angkatan Bersenjata Israel beroperasi "tanpa profesionalisme dan tanggung jawab" selama bertahun-tahun, serta mengabaikan isu utama dalam mengelola sumber daya manusia dan menilai kebutuhan korps.

Militer Israel, menurut Brik, mengalami "kebutaan informasi" akibat sistem yang sudah usang dan basis data yang terpecah. Ia memperingatkan, krisis sumber daya di dalam militer Israel dapat berkembang menjadi "kelumpuhan total" bagi Angkatan Bersenjata Israel.

Kemampuan Militer Iran dan Israel - (Bengkalispos.com)

TerPopuler