Kamboja Serang Desa Thailand dengan Rudal -->

Kamboja Serang Desa Thailand dengan Rudal

10 Des 2025, Rabu, Desember 10, 2025
Ringkasan Berita:
  • Lima peluru kendali BM-21 Kamboja menyerang Desa Ban Wa yang berada di perbatasan Thailand
  • Tidak ada korban jiwa dari serangan yang dilakukan oleh Kamboja ini.
  • Seorang warga dibawa ke rumah sakit karena mengalami syok akibat serangan tersebut.
  • Serangan terjadi di tengah meningkatnya perselisihan perbatasan, setelah pertempuran sebelumnya yang melibatkan provinsi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, dan Buri Ram.
 

NEWS.COM - Setelah menghadapi beberapa serangan dari Thailand di awal minggu, Kamboja kini secara terbuka mulai melakukan tindakan strategis.

Hal ini terlihat dari pengakuan dari pihak Thailand bahwa lima rudal artileri BM-21 Kamboja menyerang sebuah desa di perbatasan mereka pada hari Selasa (9/12/2025) dini hari.

Selanjutnya, roket menyerang desa yang berada di perbatasan Thailand sekitar pukul 04.50 waktu setempat.

Beberapa rudal yang diduga ditembakkan dari peluncur roket multipel BM-21 tercatat jatuh di kawasan Desa Ban Wa, Tambon Khaodin Nuea, Kecamatan Ban Kruat.

Kebahagiaan bagi penduduk Thailand, roket tersebut tidak menyebabkan korban jiwa sama sekali.

Dikutip dari Bangkok Post, lima roket tersebut pada akhirnya hanya mengenai lahan dan tanah basah di kawasan desa.

Berdasarkan data setempat, serpihan ledakan menghancurkan lebih dari 10 pohon dan merusak atap sebuah rumah.

Lebih dari 30 penduduk dan petugas keamanan setempat di Desa Ban Wa tidak sempat melakukan persiapan menghadapi serangan tersebut.

Akibatnya, rasa panik sempat membuat penduduk berlarian mencari perlindungan di bunker dan tempat penyimpanan

Warga yang sebagian besar berasal dari kelompok pertahanan sukarela desa (Chor Ror Bor) tetap bersembunyi di bunker saat roket Kamboja terus mendarat.

Serangan Kamboja tersebut sempat menyebabkan salah satu warga yang berlindung pingsan karena terkena tekanan emosional.

Seorang perempuan berusia 55 tahun yang dikenal dengan nama panggilan Preuy dilaporkan mengalami syok setelah diketahui menderita penyakit jantung.

Segera dibawa ke Rumah Sakit Phrakhan Chai terdekat dalam keadaan stabil.

Warga setempat mengatakan ini adalah pertama kalinya senjata berat dari Kamboja secara langsung menyerang permukiman Desa Ban Wa.

Seorang sukarelawan menggambarkan keadaan yang kacau ketika serangan dari Kamboja terjadi.

Saksi yang diwawancarai oleh Bangkok Post mengakui bahwa warga berlarian untuk menyelamatkan diri dan banyak yang merasa takut setelah mendengar tembakan beruntun sejak sebelum matahari terbit.

Serangan roket tersebut terjadi di tengah pertarungan sengit antara pasukan Thailand dan Kamboja sepanjang perbatasan pada awal pekan ini.

Tegangnya hubungan antara kedua negara ini memburuk setelah Thailand melakukan serangkaian serangan terhadap Kamboja sebagai balasan atas pertikaian yang terjadi pada hari Minggu (7/12/2025) di wilayah provinsi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, dan Buri Ram yang berbatasan dengan Sa Kaeo.

Pesawat Tempur Thailand Menyerang Pusat Drone Kamboja

Tentara Thailand mulai mengumumkan beberapa serangan yang telah mereka lakukan terhadap berbagai fasilitas milik Kamboja pada awal minggu ini.

Salah satu insiden adalah serangan dengan pesawat tempur F-16 pada Senin (8/12/2025) terhadap sebuah gedung kasino di dekat perbatasan Thailand, yang diduga telah diubah fungsi oleh pemerintah Kamboja menjadi pusat pengendali drone.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Angkatan Udara Kerajaan Thailand, pesawat F-16 menghancurkan kasino tersebut karena informasi intelijen menyebutkan bahwa bangunan itu digunakan kembali sebagai tempat lain selama konflik perbatasan berlangsung.

Kasino tersebut terletak di seberang pos perbatasan Chong An Ma, Kecamatan Nam Yuen, Ubon Ratchathani.

Badan intelijen Thailand memastikan bahwa bangunan kasino tersebut berfungsi sebagai pusat pengendali drone Kamboja yang selama ini menjadi ancaman bagi negara tersebut.

Setelah menghancurkan bangunan tersebut, Angkatan Udara Thailand menyampaikan bahwa fokus serangan pada Selasa (9/12/2025) adalah merusak basis roket yang dianggap membahayakan permukiman penduduk.

Pada hari Senin yang sama, Juru Bicara Tentara Thailand Mayor Jenderal Winthai Suvaree memberikan penjelasan mengenai beberapa alasan di balik tingginya intensitas serangan terhadap Kamboja pada awal pekan ini.

Mayor Jenderal Winthai menyatakan serangan ini sebagai tanggapan terhadap tindakan agresif Kamboja pada hari Minggu sore (7/12/2025), yang dianggap sebagai bukti jelas adanya niat untuk melukai penduduk Thailand.

Seperti yang diketahui, serangan dari Kamboja pada minggu lalu menyebabkan beberapa tentara Thailand mengalami cedera.

Terhadap kejadian tersebut, Winthai mengatakan Thailand tidak memiliki pilihan selain melindungi diri.

Pihak Thailand mengatakan tujuannya adalah menghancurkan basis roket Kamboja yang membahayakan personel militer dan penduduk sipil.

Tindakan ini diambil karena Kamboja sebelumnya telah menggunakan senjata artileri dan amunisi udara terhadap pasukan Thailand di pangkalan Anuphong.

Serangan yang terjadi di Anuphong mengakibatkan kematian satu prajurit Thailand serta melukai dua anggota militer lainnya.

"Tujuan utamanya adalah menghancurkan sebanyak mungkin sistem pertahanan pendukung Kamboja," kata Winthai.

Ia juga menyampaikan bahwa Kamboja terlihat meningkatkan kesiapan pasukan, termasuk mengidentifikasi koordinat serangan jarak jauh di wilayah Thailand.

Winthai menganggap Kamboja telah menemukan titik koordinasi serangan di sekitar Bandara Buriram serta rumah sakit di Kecamatan Prasat, Surin, yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan.

Oleh karena itu, Winthai menganggap seluruh pangkalan militer Kamboja yang memiliki kemampuan ofensif berpotensi membahayakan keselamatan penduduk di perbatasan Thailand.

Pada konferensi pers yang diadakan Senin, Winthai juga menegaskan bahwa operasi militer tidak ditujukan terhadap penduduk sipil Kamboja.

"Penyelenggaraan kekuatan udara Thailand ditujukan hanya pada sasaran militer Kamboja, dengan upaya membatasi luasnya kerusakan dan menghindari serangan pendukung tembakan Kamboja yang telah menyebabkan korban jiwa di Thailand," tegas Winthai.

(news.com/Bobby)

TerPopuler