Kartu Zilenial: Pemicu Ekonomi Kreatif di 142 Kecamatan Jateng -->

Kartu Zilenial: Pemicu Ekonomi Kreatif di 142 Kecamatan Jateng

31 Des 2025, Rabu, Desember 31, 2025
Kartu Zilenial: Pemicu Ekonomi Kreatif di 142 Kecamatan JatengBengkalispos.com- Negara yang hebat bukan hanya sekadar terdengar keras, tetapi yang paling dekat dengan rakyatnya. Kehadiran negara tidak selalu terkait dengan gedung megah atau pidato yang panjang; pembangunan berarti hasil dari kerja keras yang diam namun berdampak nyata.

Di Jawa Tengah, perhatiannya tertuju pada mengikuti kehidupan masyarakat. Mulai dari balai kecamatan hingga lapangan desa, dari ruang pelayanan yang sederhana hingga kegiatan pemberdayaan warga. Dari semangat itulah muncul Kecamatan Berdaya, inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperpendek jarak antara kebijakan dan masyarakat.

Untuk Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, kecamatan bukan hanya sekadar wilayah administratif. Ia merupakan pusat kehidupan, tempat masyarakat mengurus hak mereka, mencari perlindungan, mengembangkan potensi diri, serta berharap pada masa depan yang lebih cerah. Melalui Kecamatan Berdaya, negara hadir lebih dekat, lebih terasa, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung.

Sepanjang tahun 2025, gagasan ini mulai diwujudkan. Sebanyak 142 kecamatan ditetapkan sebagai proyek percontohan, yang menjalankan program pemberdayaan yang mencakup layanan perlindungan sosial, penguatan ekonomi, serta ruang pengembangan generasi muda secara terpadu.

"Kecamatan Berdaya merupakan jembatan layanan pemerintah yang ke 8.490 untuk desa dan 576 kecamatan," ujar Kepala Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Nadi Santoso, Senin, 29 Desember 2025.

Program ini didirikan berdasarkan empat pilar utama:

  1. Perlindungan perempuan dan anak: Peningkatan layanan serta pemberian pelatihan kepada anggota paralegal di tingkat kecamatan.

  2. Pemberdayaan pemuda: Kartu Zilenial dan pusat olahraga sebagai tempat berkembangnya generasi muda. Sampai akhir 2025, lebih dari 12 ribu milenial dan Gen Z telah memanfaatkan program ini, mulai dari pelatihan agribisnis, kewirausahaan, hingga keterampilan kerja.

  3. Perhatian terhadap lansia dan orang dengan disabilitas: Menyediakan perlindungan serta layanan yang dapat diakses dengan mudah.

  4. Pengembangan ekonomi kreatif: Berlandaskan potensi setempat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan TP PKK, BKOW, dan lembaga terkait dalam melatih para kader paralegal, sehingga kecamatan menjadi garda terdepan dalam mendampingi korban kekerasan dan perundungan. "Pelayanan harus paling dekat dengan masyarakat, khususnya untuk kesejahteraan sosial, perlindungan anak, dan pemberdayaan perempuan," tegas Nadi.

Kecamatan Berdaya beroperasi melalui kerja sama lintas sektor. Seluruh OPD di provinsi diaktifkan untuk terlibat secara aktif di tingkat kecamatan, termasuk dukungan dari pemerintah kabupaten/kota serta perguruan tinggi melalui program KKN. Target pada tahun 2026 adalah semua 576 kecamatan di Jawa Tengah memiliki status Kecamatan Berdaya.

Di Jawa Tengah, negara kini tidak hanya berbicara dari panggung, tetapi hadir di tingkat kecamatan, mengetuk pintu desa, serta menyapa masyarakat dengan pelayanan yang nyata. Kecamatan Berdaya merupakan simbol negara yang lebih dekat, peduli, dan tangguh.

TerPopuler