
Bengkalispos.com—Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dasan Tapen di Gerung, Lombok Barat, mendapat perhatian setelah diakui sebagai salah satu dari 20 SPPG Inspiradaya 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Di balik prestasi tersebut, terdapat satu kekuatan utama yang menjadikan SPPG ini berbeda: partisipasi aktif para relawan penyandang disabilitas dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.
"Kriterianya adalah memberdayakan masyarakat sekitar, tidak membeda-bedakan, siapa saja bisa bergabung, termasuk penyandang disabilitas. Kami juga memberdayakan ibu-ibu janda serta pemuda-pemuda di sekitar wilayah tersebut. Selain itu, kami juga melibatkan para penyandang disabilitas," kata Kepala SPPG Dasan Tapen, Imam Romail, saat berbicara dalam acara SPPG Inspiradaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (9/12).
Imam menjelaskan, ada 50 relawan yang bekerja di dapurnya. Semua berasal dari warga setempat. Dua di antaranya adalah penyandang disabilitas tunarungu dan fisik.
Mereka diberi tugas di bagian pengadaan bahan baku.
"Jadi dia berada di bidang persiapan, menerima barang yang ada dan melakukan perhitungan. Karena di sana, meskipun dia memiliki kekurangan, tetapi dia juga bisa teliti," katanya.
Menurut Imam, ketelitian para relawan disabilitas ini yang memperkuat ritme operasional dapur, yang setiap hari menyediakan makanan bergizi kepada 2.777 penerima manfaat di 16 sekolah dan 7 posyandu.
Selain melibatkan orang dengan disabilitas, SPPG ini juga memperkuat BUMDes dan UMKM lokal dalam pengadaan bahan baku. Namun, kehadiran dua relawan disabilitas menjadi bukti nyata bahwa SPPG Dasan Tapen tidak hanya menjalankan program gizi, tetapi juga menciptakan ruang kerja yang bersifat inklusif.
Masa depan, SPPG Dasan Tapen berencana memperluas pemberdayaan masyarakat, termasuk menyiapkan lahan hidroponik seluas 10 are (1.000 m²) agar pasokan bahan pangan tetap dekat dan terjangkau.
"Kami melakukan pembaruan diri dan juga akan mempersiapkan halaman SPPG kami terlebih dahulu, termasuk pertanian-pertanian yang bisa dimanfaatkan," tutupnya.