Klarifikasi Resbob yang Hina Sunda dan Viking, Akui Dibesarkan Ibu Sambung dari Tasikmalaya -->

Klarifikasi Resbob yang Hina Sunda dan Viking, Akui Dibesarkan Ibu Sambung dari Tasikmalaya

11 Des 2025, Kamis, Desember 11, 2025
Klarifikasi Resbob yang Hina Sunda dan Viking, Akui Dibesarkan Ibu Sambung dari Tasikmalaya

BENGKALISPOS.COM  -YouTuber bernama lengkap Muhammad Adimas Firdaus, Resbob, akhirnya meminta maaf setelah video yang menghina suku Sunda dan Viking, para pendukung Persib Bandung, menyebar di berbagai saluran media sosial.

Pernyataan Resbob segera menyebar secara viral karena memicu banyak kritik, hingga mendapat perhatian dari tokoh terkenal, seperti Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dan komedian terkenal Sule.

Setelah videonya menyebar secara viral, Resbob segera merilis video penjelasan, seperti yang dilaporkan oleh IG infojawabarat, pada hari Kamis (11/12/2025) malam.

Resbob merasa perlu memberikan penjelasan terkait videonya yang menyebar dan memicu kemarahan banyak orang.

". . . Yang saya hargai, saya cintai seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada, khususnya keluarga besar, terutama orang-orang Sunda yang tinggal di mana pun.

Pada kesempatan ini, saya merasa wajib memberikan penjelasan dan memohon maaf mengenai pernyataan saya saat live streaming di Surabaya tiga hari yang lalu," ujar Resbob dilansir oleh Priangan.com di Bandung, Kamis (11/12/2025) malam WIB.

Resmobb mengakui telah menerima banyak kritikan karena pernyataannya yang menyebar di media sosial dan harus memberikan penjelasan.

"Saya diberi peringatan oleh berbagai pihak, bahwa saya telah menyentuh suku tertentu, yaitu suku Sunda, dengan memberikan stigma tertentu. Izinkan saya menyampaikan penjelasan bahwa saya benar-benar, dan sungguh-sungguhnya ucapan itu keluar dari mulut saya," kata Resbob.

Resmobb mengakui merasa tidak nyaman dengan pernyataannya yang sampai dikatakan menghina suku Sunda. Apalagi, ia sejak kecil dibesarkan dan diasuh oleh 'keluarga' yang berasal dari suku Sunda. Oleh karena itu, ia tidak mungkin membenci warga Sunda.

"Itu mustahil dan tidak masuk akal bagi saya untuk mengucapkan hal tersebut, apalagi terkait dengan suku Sunda. Ketidakpercayaan ini muncul karena saya memang lahir dari seorang ibu yang berasal dari Padang, tetapi saya diasuh sejak usia dua tahun oleh ibu tiri yang berdarah Sunda, tepatnya dari Tasikmalaya. Selain itu, saya juga dibimbing oleh kiai dan tokoh besar Sunda asal Majalengka, yaitu Prof Asep Saifuddin Chalim," kata Resbob.

Ia juga memastikan, tidak pernah membenci penduduk Sunda.

"Oleh karena itu, sejak kecil hingga usia 25 tahun saat ini, saya belum pernah sekalipun mengalami masalah atau perselisihan dengan orang Sunda, dan tidak ada sedikit pun rasa benci terhadap seluruh orang Sunda," ujar Resbob.

Sebelumnya, Resbobb mengucapkan kata-kata kasar kepada para penggemar Viking dan menyebut suku Sunda dengan istilah yang merendahkan, memicu kemarahan yang luas di media sosial.

Insiden ini memicu respons tajam dari masyarakat hingga pejabat setempat, yang menganggap pernyataan tersebut berpotensi memicu perselisihan antar kelompok masyarakat.

Potongan rekaman langsung yang beredar menampilkan Resbob menyampaikan ucapan dengan nada kasar kepada kelompok Viking, pendukung Persib Bandung.

Di video yang sama, ia juga terdengar menyampaikan kata-kata kasar yang ditujukan kepada suku Sunda. Penyebaran rekaman tersebut memicu ribuan komentar negatif dari netizen yang menganggap perkataan itu melampaui batas kesopanan.

Salah satu tokoh masyarakat yang memberikan respons adalah pelawak Sule.

Melalui unggahan di Instagram, Sule mengunggah kembali potongan video tersebut sebagai wujud kekecewaannya.

Dalam pernyataannya, ia menulis kalimat "Apa maksudnya coba," yang mengungkapkan keraguan terhadap tujuan Resbob merendahkan suku Sunda dan komunitas Viking.

Respons Sule berikutnya mendapatkan dukungan besar dari pengguna media sosial yang merasa terluka oleh isi video tersebut.

Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan juga mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut.

Erwan menekankan bahwa pernyataan Resbob tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga termasuk dalam kategori ujaran Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Menurutnya, tindakan semacam ini berisiko memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Erwan meminta pihak kepolisian segera bertindak dalam menangani kasus tersebut. Ia menganggap pentingnya penegakan hukum agar pelaku merasakan konsekuensi yang sesuai dan mencegah terulangnya kejadian serupa. "Kami berharap aparat segera menangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya di Bandung. (*)

TerPopuler