Mahasiswi PGSD Unima Tewas di Kos Tomohon, Ini Kronologinya -->

Mahasiswi PGSD Unima Tewas di Kos Tomohon, Ini Kronologinya

31 Des 2025, Rabu, Desember 31, 2025

Bengkalispos.com- Penduduk Kelurahan Matani Satu, Tomohon Tengah, terkejut setelah menemukan jenazah seorang mahasiswi pada hari Selasa (30/12) pagi.

Seseorang yang diketahui bernama EMM atau Evie, berusia 21 tahun, ditemukan dalam keadaan tergantung di depan pintu masuk sebuah rumah kontrakan.

Evie adalah mahasiswa program PGSD di Universitas Negeri Manado (Unima) yang berasal dari Siau. Kejadian mengerikan ini segera ditangani oleh aparat kepolisian setempat setelah menerima laporan dari warga dan pihak kelurahan.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Dilaporkan oleh Manado Post (Bengkalispos.comGroup), kejadian ini pertama kali diungkapkan oleh Lurah Matani Satu, Erick Kalengkongan, kepada Polsek Tomohon Tengah sekitar pukul 07.45 WITA.

Kepala Sektor Tomohon Tengah Iptu Stenly Tawalujan mengungkapkan, pihaknya segera berangkat ke tempat kejadian setelah menerima laporan tersebut.

Awalnya dilaporkan oleh lurah sekitar pukul 07.45 WITA, dari sana saya dan anggota langsung menuju lokasi kejadian dan benar-benar menemukan jenazah seorang perempuan berusia sekitar 21 tahun. Seorang mahasiswi di Unima," kata Kapolsek Iptu Stenly Tawalujan dikutip Rabu (31/12).

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pemilik penginapan berinisial YR awalnya menerima laporan dari salah satu penghuni penginapan. Saksi melihat tubuh tergantung di lantai dua bangunan semi permanen tersebut.

Ketika ditemukan, korban sedang memakai baju berwarna hitam dan celana pendek berwarna hitam. Leher korban terikat dengan kain bali yang diikatkan di depan pintu masuk lantai dua.

Hasil Identifikasi Awal Kepolisian

Tim Identifikasi Polres Tomohon telah mengamankan beberapa barang bukti dari tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi. Berdasarkan pemeriksaan awal, aparat tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tomohon, Iptu Royke Mantiri, membenarkan bahwa tanda-tanda di tubuh korban mirip dengan kejadian bunuh diri.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, untuk penyelidikan lebih lanjut, ada petugas teknis yang mampu melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam dan ilmiah. Tapi itu berada di Dokkes RS Bhayangkara. Tujuannya adalah mengetahui penyebab pasti kematian korban," ujar Kasat Reskrim Royke.

Namun, pihak kepolisian tidak melaksanakan otopsi tambahan setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga korban.

Jenazah Dipulangkan ke Siau

Setelah dievakuasi, jenazah mahasiswi Unima langsung dibawa ke rumah keluarga di Manado dengan didampingi oleh anggota Polsek Tomohon Tengah.

Rencananya, jenazah akan segera dikembalikan ke kampung halamannya di Siau untuk proses pemakaman.

"Dari informasi anggota, rencananya jenazah akan dikirim ke Siau esok pagi atau siang. Saat ini jenazah berada di Manado dan sedang disemayamkan di rumah salah satu keluarga. Ketika tiba di Manado, jenazah dibawa oleh anggota Polsek Tomohon Tengah, sekitar pukul 16.00 WITA tadi," ujar Kasat Reskrim Royke.

TerPopuler