
KABAR CIREBON- Pasukan Rusia terus bergerak tanpa henti, menjelang malam Tahun Baru 2026 mereka berhasil menguasai dua wilayah di Zaporizhia dan Kharkiv.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim area tersebut sebagai Desa Lukianivske di wilayah Zaporizhia dan pemukiman Bohuslavka di wilayah Kharkiv.
Serangan terus-menerus dari pasukan Kremlin menyulitkan tentara Ukraina dalam mempertahankan beberapa desa di garis depan. Ditambah dengan cuaca dingin yang terus menghancurkan, memaksa militer Kiev untuk menarik sejumlah pasukan tempurnya.
Selain Zaporizhia dan Kharkiv, pasukan militer Moskow juga menyerang wilayah Odesa serta beberapa kota di Donetsk. "Pasukan Rusia melepaskan tembakan ke Kota Kostiantynivka di wilayah Donetsk, Ukraina, yang mengakibatkan satu korban jiwa," ujar seorang pejabat setempat.
Serangan mematikan terjadi satu hari setelah serangan di Druzhkivka yang mengakibatkan satu kematian dan empat korban luka, menurut kantor berita Ukrinform.
Pasukan Rusia juga melakukan serangan beruntun terhadap pelabuhan Laut Hitam Pivdennyi dan Chornomorsk di wilayah Odesa, Ukraina.
Serangan tersebut menyerang dua kapal niaga berbendera Panama – Emmakris III dan Captain Karam – ketika mereka mendekat untuk mengangkut gandum, menurut angkatan laut Ukraina.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba menyebutkan bahwa tangki penyimpanan minyak juga menjadi sasaran serangan di pelabuhan.
Otoritas di wilayah Chernihiv utara Ukraina menerbitkan perintah evakuasi wajib bagi penduduk 14 desa perbatasan yang terletak di empat distrik.
Perintah ini akan memengaruhi sekitar 300 orang yang masih tinggal di komunitas Novhorod-Siverskyi, Semenivka, Snovsk, dan Horodnya, yang setiap hari mengalami penembakan, menurut seorang pejabat.
Wakil Menteri Energi Ukraina Olha Yukhymchuk menyampaikan bahwa sebanyak 75.000 rumah tangga di Chernihiv masih belum memiliki pasokan listrik setelah serangan Rusia terhadap sistem energi di wilayah tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa terdapat permukiman di kawasan Kharkiv dan Sumy yang sama sekali atau sebagian besar kehilangan pasokan listrik.
Yukhymchuk juga menyebutkan bahwa pekerjaan perbaikan telah selesai pada jalur transmisi dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia guna memastikan pasokan listrik yang stabil dan handal ke stasiun tersebut apabila terjadi kerusakan atau pemadaman pada jalur transmisi udara Dniprovska akibat serangan Rusia.