
Bengkalispos.com- Polrestabes Surabaya melakukan pemeriksaan di 12 lokasi perbatasan pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026, guna mengendalikan pergerakan penduduk dan kemacetan lalu lintas.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menyatakan, ratusan petugas ditempatkan untuk menjaga dan melakukan pemeriksaan di 12 lokasi perbatasan pada malam tahun baru.
"Kami akan melakukan pengaturan lalu lintas di perbatasan wilayah melalui jalur yang dilalui. Pembatasan akses masuk (penyekatan) berlaku mulai pukul 17.00 WIB," kata Galih, Rabu (31/12).
Beberapa hal menjadi perhatian petugas di titik penyekatan. Pertama, warga dari luar kota yang nekat memasuki Kota Surabaya tanpa alasan mendesak akan diminta untuk kembali ke wilayah asalnya.
"Para pengemudi yang tidak memiliki kepentingan atau tujuan yang jelas (masuk ke Surabaya pada malam tahun baru) akan kami arahkan kembali. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan dan risiko gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat," tambahnya.
Selain itu, petugas Polrestabes Surabaya akan mengambil tindakan tegas terhadap pengendara yang menggunakan knalpot brong dan nekat berlari liar pada malam tahun baru 2025 ke 2026.
"Kami akan menegakkan hukum terhadap knalpot bising dan balapan liar. Kami juga akan mengembalikan atau memutar arahkan konvoi kendaraan yang akan memasuki batas wilayah Surabaya pada malam Tahun Baru," tegas AKBP Galih.
Berikut lokasi pemeriksaan lalu lintas pada malam Tahun Baru 2026 di Surabaya:
1. Bundaran Waru di depan Cito (105 personel)
2. Tim Produksi (18 anggota)
3. Pasukan Eks Giant Pondok Candra (21 anggota)
4. Merr - Gunung Anyar (18 anggota)
5. Jembatan Baru Karang Pilang (18 anggota)
6. Anggota lakarsantri berjumlah 18 orang
7. Romokalisari (20 personel)
8. Menganti - Benowo (16 anggota)
9. SP3 Indra Pura- Rajawali (9 anggota)
10. Burung Elang - JMP (73 personel)
11. Empat Persimpangan Dupak Demak (14 personel)
12. Perempatan Empat Kedung Cowek - Kenjeran (16 personel).