Matahukum Minta Presiden Copot Kepala BGN yang Main Golf Saat Bencana -->

Matahukum Minta Presiden Copot Kepala BGN yang Main Golf Saat Bencana

25 Des 2025, Kamis, Desember 25, 2025
Matahukum Minta Presiden Copot Kepala BGN yang Main Golf Saat Bencana

PR TANGERANG- Ketika dampak banjir dan tanah longsor masih menyulitkan masyarakat, seorang yang diduga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, justru terlihat sedang menikmati bermain golf bersama beberapa caddy. Tindakan pejabat ini memicu kemarahan netizen dan kritik dari berbagai pihak karena dihubungkan dengan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatera dan Aceh.

Di dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @lambegosiip pada hari Jumat, 19 Desember 2025, dengan keterangan disebutkan bahwa Dadan tampak bermain golf di tengah situasi sedih akibat bencana yang terjadi di akhir November lalu. Peristiwa ini membuat Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir menyampaikan pernyataannya.

"Saya melihat di berbagai media bahwa Kepala BGN Dadan Hindayana justru bermain golf di tengah kesulitan masyarakat menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera dan Aceh. Ia justru menunjukkan sikap tidak peduli dan ketidakpekaannya terhadap para korban bencana. Usulan saya, DPR RI dan Presiden sebaiknya memanggil Kepala BGN Dadan Hindayana dan memberhentikannya, agar masyarakat menyadari bahwa negara serius, yang bekerja harus benar, jika benar akan mendapat imbalan, jika tidak, wajar ada hukuman sesuai dengan kesalahan. Apalagi dia pernah membuat kegaduhan melalui tingkah lakunya," ujar Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir dalam pernyataannya, pada Rabu, 24 Desember 2025.

Selanjutnya, Matahukum menilai dengan ketidakpekaan Kepala BGN saat bencana terjadi, sekaligus menunjukkan kurangnya pemahaman mereka terhadap situasi nyata yang dihadapi para korban bencana. Selain itu, menurut Mukhsin, ketidakpekaan tersebut mungkin muncul karena Kepala BGN selama ini terlalu fokus pada citra diri.

"Maka, pola pikirnya bukan tentang peduli terhadap kejadian di masyarakat atau lingkungan, melainkan justru lebih menitikberatkan pada apa yang paling diperhatikan atau bersaing demi mendapatkan perhatian di media. Jadi, terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi publik dan menjadi tidak empati," jelas Mukhsin.

Menurut Mukhsin, seharusnya Kepala BGN Dadan Hindayana belajar dari kemarahan masyarakat pada akhir Agustus lalu, yang dipicu oleh buruknya komunikasi publik dari beberapa pejabat serta ketidakpekaan mereka di tengah kesulitan ekonomi yang dialami rakyat. Menurut Mukhsin, jika ada bawahan Presiden yang bekerja tidak benar maka harus dijauhkan atau diperbaiki. Jika diperlukan, ganti orang tersebut karena masih banyak orang lain yang mampu menjalankan tugas-tugas tersebut dengan lebih baik.

"Mereka tidak mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, justru terulang kembali. Wajar jika akhirnya banyak masyarakat yang kesal," ujar Mukhsin.

Mukhsin menegaskan bahwa semua pihak perlu bekerja sama dalam membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Menurut Mukhsin, penanganan bencana terlihat lebih cepat setelah Presiden Prabowo melakukan dua kali kunjungan ke daerah bencana pada hari Senin, 1 Desember 2025 dan hari Minggu, 7 Desember 2025.

"Selain itu, dalam situasi ini pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak," katanya.

Pernyataan Presiden Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan bahwa dia tidak akan ragu mengangkat pejabat yang dianggap gagal menjalankan tugas demi rakyat dan setia melayani negara. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan arahan terkait percepatan pembangunan di Papua, di mana Presiden Prabowo menegaskan bahwa peringatan ini bukan dimaksudkan untuk menurunkan semangat para pejabat, melainkan justru membangkitkan semangat dalam menjunjung hukum.

"Kita tidak akan ragu-ragu dalam mengangkat, memecat pejabat yang tidak mampu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat partai mana asalnya, suku apa, agama apa, ras apa. Siapa yang tidak mampu setia menjalankan tugas rakyat kita, silakan mundur dari jabatan-jabatan pengabdian kepada negara dan rakyat," tegas Prabowo

Diketahui, sebelumnya sempat heboh beredarnya video kontroversial mengenai seorang pejabat. Kali ini, orang tersebut diduga adalah Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), Dadan Hindayana yang sedang asyik bermain golf bersama beberapa caddy. Video ini menjadi viral setelah menyebar luas di media sosial.***

TerPopuler